Spektrofotometer – Pengertian, Jenis, Bagian dan Prinsip Kerjanya

Spektrofotometer – Pengertian, Jenis, Bagian dan Prinsip Kerjanya

Spektrofotometer adalah sebuah instrument laboratorium yang menggunakan teknik spektroskopi untuk mempelajari(menganalisa) tentang absorpsi dan emisi radiasi dari suatu senyawa. Alat spektrofotometer memiliki jenis yang beragam sesuai dengan kebutuhan dan fitur yang diperlukan. Pada artikel kali ini kita akan membahas lebih jauh tentang pengertian spektrofotometer, jenis spektrofotometer, fungsi spektrofotometer, bagian-bagian pada spektrofotometer, prinsip kerja spektrofotometer, cara menggunakan spektrofotometer, merawat spektrofotometer di laboratorium, bagian rentan pada spektrofotometer, tips memilih spektrofotometer, harga spektrofotometer, penjual spektrofotometer hingga spesifikasi spektrofotometer.

spektrofotometer-pengertian-jenis-bagian-prinsip-kerjanya

Apa itu spektrofotometer? Mungkin hal ini yang akan ada dalam pemikiran teman-teman yang masih pemula dalam bidang laboratorium, baik itu siswa sekolah menengah atas maupun mahasiswa di kampus ternama. Jika ada diantara anda yang sudah mahir dalam bidang spektrofotometer silahkan bantu koreksi artikel kami yah, terima kasih sebelumnya.

 

Pengertian Spektrofotometer

Oke, Spektrofotometer merupakan sebuah alat atau instrument laboratorium yang digunakan untuk menganalisa sebuah senyawa. Instrument yang satu ini termasuk kedalam kategori specific laboratorium instrument, berderet dengan HPLC (High Performance Liquid Chromatography), PSA (Particle Size Analyzer) dan Real Time PCR.

Spektrofotometer sebetulnya merupakan gabungan dari dua buah alat, yakni:

  • Spektrometer
  • Fotometer

Spektrometer merupakan sebuah alat yang berfungsi untuk menghasilkan sinar dari spektrum dengan nilai panjang gelombang yang telah ditentukan, sedangkan fotometer merupakan alat ukur intensitas cahaya yang ditransmisikan atau di absorbsi.

pengertian-spektrofotometer

Spektrofotometer adalah sebuah alat yang digunakan untuk menganalisa suatu senyawa baik dari segi kualitatif dan kuantitatif, dengan cara mengukur absorban suatu cuplikan sebagai fungsi dari konsentrasi.

Pengukuran secara kualitatif didasarkan pada puncak-puncak yang dihasilkan spektrum suatu unsur tertentu pada panjang gelombang tertentu, sedangkan pengukuran secara kuantitatif didasarkan pada nilai absorbansi yang dihasilkan dari spektrum senyawa kompleks unsur yang dianalisa dengan kompleks unsur yang dianalisa dengan pengompleks yang sesuai. Secara sederhana, spektrofotometer merupakan metode analisa yang didasarkan pada pengukuran serapan sinar.

Spektrofotometer juga merupakan serapan dari bahasa asing, yakni : Spectrophotometer. Jadi jika suatu saat anda mencari informasi tentang spektrofotometer, mungkin saja akan tampil dengan istilah spectrophotometer.

Alat Spektrofotometer sangat sering digunakan pada bidang farmasi, medis maupun industri kimia, hal ini disebabkan karena spektrofotometri bisa digunakan untuk perluasan pemeriksaan visual lebih mendalam dari absorpsi energi radiasi oleh macam-macam zat.

Ketika anda sedang mempelajari tentang spektrofotometer, anda akan bersinggungan dengan hukum Beer-Lambert. Hukum Beer-Lambert menjelaskan bahwa bila suatu media yang transparan, maka bertambah atau turunnya intensitas cahaya yang ditransmisikan sebanding dengan tebal dan kepekaan media yang digunakan.

Baca Juga : Pengertian Spektrofotometer yang Perlu Diketahui oleh Mahasiswa

 

Jenis Spektrofotometer

jenis-jenis-spektrofotometer

Pada point sebelumnya kita sudah membahas tentang pengertian spektrofotometer, maka pada bagian ini kita akan membahas tentang jenis-jenis spektrofotometer. Pembagian spektrofotometer dibagi menjadi empat jenis jika dilihat dari segi sumber cahaya yang digunakan, yakni:

  1. Visible Spektrofotometer atau Spektrofotometer Vis
  2. Ultra Violet Spektrofotometer atau Spektrofotometer UV
  3. Spektrofotometer UV-Vis
  4. Infra Red Spektrofotometer atau Spektrofotometer IR

Dilihat dari segi perlakukan sumber cahaya dan jumlah detektor yang digunakan juga terbagi menjadi 4 jenis, yakni:

  1. Single Beam Spektrofotometer
  2. Double Beam Spektrofotometer
  3. Dual Beam Spektrofotometer
  4. Ratio Beam Spektrofotometer

Visible Spektrofotometer

spektrofotometer-vis-visible

Dikenal juga dengan sebutan Spektrofotometer Vis(Visible), merupakan salah satu jenis spektrofotometer yang menggunakan sumber cahaya atau energi yang tampak(terlihat). Jenis cahaya visible termasuk spektrum elektromagnetic yang bisa ditangkap oleh mata manusia. Kisaran panjang gelombang pada sinar visible berada antara 380 – 750nm.

Ultra Violet Spektrofotometer

spektrofotometer-uv-ultra-violet

Memiliki nama lain Spektrofotometer UV(Ultra Violet), pada spektrofotometer jenis ini menggunakan sumber cahaya Ultra Violet dengan kisaran panjang gelombang antara 190 – 380nm. Lampu yang digunakan pada spektrofotometer jenis ini adalah deuterium lamp. Sifat sinar Ultra Violet tidak bisa terdeteksi oleh mata manusia. Senyawa yang dapat menyerap sinar ini pada umumnya tidak boleh bening atau transparan.

Spektrofotometer UV-Vis

spektrofotometer-ultra-violet-visible

Merupakan spektrofotometer yang menggabungkan jenis Spektrofotometer Vis (Visible) dan Spektrofotometer UV (Ultra Violet), yang artinya terdapat dua jenis sumber cahaya berbeda. Pada instrument yang sudah lebih canggih sumber cahaya tidak lagi menggunakan dua sumber cahaya yang berbeda, namun menggunakan satu sumber cahaya dengan jangkauan Panjang gelombang yang lebar.

Infra Red Spektrofotometer

spektrofotometer-ir-infrared

 

Sering disebut juga Spektrofotometer IR(Infra Red), berbeda dengan ketiga jenis spektrofotometer sebelumnya, jenis spektrofotometer infra red ini didasarkan pada penyerapan panjang gelombang infra merah. Hasil analisa yang didapat biasanya berupa signal kromatogram hubungan intensitas infra merah terhadap panjang gelombang. Proses identifikasi dilakukan dengan cara membandingkan antara signal sample dengan signal standar(blank).

Single Beam Spektrofotometer

spektrofotometer-single-beam-new

Merupakan salah satu jenis spektrofotometer dengan harga yang bisa dikatakan paling terjangkau, sering disebut juga spektrofotometer single beam, spektrofotometer jenis ini hanya menggunakan 1 sumber cahaya(energi). Bentuk penjabaran yang sederhana mengenai mekanisme spektrofotometer jenis ini ialah, cahaya dilewatkan pada kuvet(sel sample) kemudian hasil pembacaan dibaca oleh satu detector. Berikut adalah gambaran skema spektrofotometer single beam:

spektrofotometer-single-beam-skema

Double Beam Spektrofotometer

spektrofotometer-double-beam

Banyak orang menyebutnya spektrofotometer double beam, jenis spektrofotometer yang paling ideal dan sering dicari di kalangan peneliti, hal ini dikarenakan mekanisme kerja yang ideal dan mudah digunakan dalam setiap aplikasi. Berbeda dengan jenis spektrofotometer single beam, pada jenis ini terdapat dua buah kuvet yang akan dilewati oleh sumber cahaya sebelum ditangkap oleh sebuah detektor. Berikut adalah gambaran skema spektrofotometer double beam:

spektrofotometer-double-beam-skema

Ratio Beam Spektrofotometer

spektrofotometer-ratio-beam

Belum banyak user yang mengenal spektrofotometer jenis ini, bisa dikatakan memiliki harga yang tidak semurah single beam dan tidak semahal double beam, namun memiliki fungsi yang mendekati double beam. Pastikan jika anda ingin membeli spektrofotometer hubungi contact kami untuk diskusi lebih lanjut. Berikut adalah gambaran skema spektrofotometer ratio beam:

spektrofotometer-ratio-beam-skema

Dual Beam Spektrofotometer

spektrofotometer-dual-beam

Bisa dikatakan paling powerfull, hal ini dikarenakan pada mekanisme kerja yang berbeda dari jenis spektrofotometer yang lainnya. Memang hanya terdapat sumber cahaya, namun terdapat dua detektor yang akan menangkap cahaya dari dua kuvet yang berbeda. Berikut adalah gambaran skema spektrofotometer dual beam:

spektrofotometer-dual-beam-skema

 

Fungsi Spektrofotometer

Apa fungsi spektrofotometer? Mungkin jika anda sebelumnya sudah membaca pada point pengertian spektrofotometer, saat ini anda sudah ada gambaran mengenai fungsi dari spektrofotometer.

Ya, fungsi spektrofotometer adalah untuk melakukan analisa atau menghitung seberapa banyak atau besar konsentrasi senyawa pada sample tertentu. Misalnya, menghitung konsentrasi nikel dan cobalt dalam sampel air limbah pada sungai Ciliwung. Dengan diketahuinya konsentrasi senyawa nikel dan cobalt mungkin saja bisa digunakan untuk mencari dan menganalisa industri yang membuang limbah ke aliran sungai secara langsung, tingkat pencemaran, pengaruh terhadap habitat ikan di sungai ataupun kebijakan lainnya.

 

Bagian-bagian pada Spektrofotometer

Setelah anda mengetahui pengertian dan fungsi spektrofotometer secara global, hal selanjutnya yang perlu anda ketahui ialah bagian-bagian pada spektrofotometer. Apakah anda sudah tahu? Jika belum, pada umumnya sebuah instrument spektrofotometer memiliki beberapa bagian, diantaranya:

  • Sumber Cahaya
  • Monokromator
  • Sample Kompartemen
  • Detektor
  • Amplifier
  • Indicator

Berikut adalah penjelasan dari masing-masing bagian:

Sumber Cahaya Spektrofotometer

Sumber energi atau cahaya pada spektrofotometer diperoleh dari lampu. Lampu dengan jenis seperti apa? Apakah mungkin jika suatu saat lampu pada spektrofotometer rusak bisa dengan mudah diganti dengan lampu LED yang tersedia di pasaran?

Lampu pada spektrofotometer yang paling umum digunakan adalah Lampu Tungsten atau disebut juga Wolfram dan Lampu Deuterium.

lampu-tungsten-spektrofotometer

lampu-deuterium-spektrofotometer

Jenis lampu tungsten memiliki life time kira-kira 1000jam, sedangkan lampu deuteurium memiliki life time kira-kira 500jam. Lampu tungsten biasa digunakan untuk mengukur sample pada daerah tampak, sedangkan pada daerah UV sering dianalisa dengan lampu deuterium. Pada lampu tungsten memiliki spektrum radiasi berupa garis lengkung, sedangkan pada lampu deuterium memiliki spektrum energi radiasi lurus. Lampu deuteurium memiliki bentuk yang khas, sedangkan bentuk lampu tunsten seperti bohlam atau lampu pijar pada umumnya.

Monokromator Spektrofotometer

Monokromator merupakan bagian komponen pada spektrofotometer yang berfungsi untuk memecah cahaya polikromatis menjadi monokromatis untuk kemudian digunakan sesuai dengan kebutuhan panjang gelombang yang diinginkan. Komponen pada monokromator itu sendiri terdapat beberapa bagian, diantaranya:

  • Slit in
  • Prisma
  • Slit out

Slit in atau pintu masuk sering juga disebut celah optik, fungsi bagian ini adalah memberikan celah kecil dengan ukuran yang sesuai dimana sinar dari lampu bisa masuk.(ilustrasi gambar lihat pada bagian prinsip kerja spektrofotometer)

Prisma merupakan bagian yang berfungsi untuk mendispersikan radiasi elektromagnetik dengan jangkauan yang luas supaya di dapatkan resolusi yang baik dari radiasi polikromatis.(ilustrasi gambar lihat pada bagian prinsip kerja spektrofotometer)

Slit out atau pintu keluar berfungsi mengarahkan gelombang yang dibutuhkan untuk mengarah ke kuvet atau sel sample. Beberapa jenis spektrofotometer memiliki celah optic out yang bisa disetting ukuran diameternya.(ilustrasi gambar lihat pada bagian prinsip kerja spektrofotometer)

Sample Kompartemen Spektrofotometer

Merupakan bagian pada spektrofotometer yang digunakan untuk meletakan sample dalam kuvet. Kuvet sendiri merupakan komponen atau wadah yang terbuat dari kaca, kuarsa ataupun silica untuk menaruh sample yang akan di analisis.

Kuvet yang baik haruslah memenuhi sarat seperti permukaannya harus lurus dan sejajar secara optis, tidak berwarna sehingga cahaya bisa ditransmisikan, tidak bereaksi terhadap bahan kimia, tidak mudah rapuh, memiliki bentuk yang sederhana namun solid.

Detektor Spektrofotometer

Memiliki fungsi untuk menangkap sinar yang telah melewati sample untuk kemudian diubah menjadi signal listrik oleh amplifier, sehingga didapatkan besaran nilai pengukuran dan dicatat oleh recorder. Hasil pengukuran biasanya akan ditampilkan di layar atau di monitor komputer jika memang sudah terhubung.

 

Prinsip Kerja Spektrofotometer

Jika pada point sebelumnya kita sudah membahas tentang pengertian, fungsi dan bagian-bagian pada spektrofotometer. Maka point ini akan membahas tentang prinsip kerja spektrofotometer. Apakah diantara kalian ada yang sudah mahir, jika sudah tolong bantu komentar dibawah ya!

Mekanisme kerja spektrofotometer tentu akan berbeda-beda, terlebih jika anda membandingkan antara spektrofotometer single beam, double beam, ratio beam dan dual beam. Namun kita akan bahas salah satu saja ya, supaya anda ada gambaran sedikit tentang prinsip kerja spektrofotometer

prinsip-kerja-spektrofotometer

Prinsip kerja spektrofotometer single beam sebetulnya sangatlah sederhana, yakni membandingkan antara blank dan sample. Misalnya ada sebuah sample air sungai yang ingin dinilai kandungan nikelnya. Maka cara pengukurannya adalah hitung nilai serapan cahaya dasar atau blank-nya terlebih dahulu, setelah itu baru hitung serapan cahaya pada sample air sungai. Tentu akan didapat selisih nilai antara blank dan sample, maka itu adalah hasil pengukuran dasar dari air sungai tersebut. Tentu nilai dan data ini masih perlu dilakukan pengolahan lebih lanjut. Untuk penjelasan detailnya silahkan lihat gambar berikut:

Setelah sumber cahaya menyala, cahaya akan melewati slit in atau pintu masuk dan mengenai prisma yang menjadikan cahaya terdispersi. Pemilihan gelombang dengan panjang yang sesuai akan dilakukan untuk kemudian di lewatkan ke slit out atau pintu keluar. Cahaya yang keluar akan mengenai kuvet yang telah berisi blank ataupun sample yang telah ditentukan sebelumnya. Jika pada sample terdapat nilai absorbansi, maka selisih antara blank dan sample akan ditemukan. Nilai blank maupun sample akan ditangkap oleh detektor dan proses untuk kemudian ditampilkan baik dalam layer spektrofotometer maupun komputer.

Baca Juga : Prinsip Kerja Spektrofotometer Secara Sederhana Untuk Orang Awam

 

Cara Menggunakan Spektrofotometer

Untuk menggunakan spektrofotometer yang benar, anda diharapkan untuk membaca buku panduan terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan setiap jenis spektrofotometer memiliki prosedur penggunaan yang berbeda-beda. Bukan hanya berdasarkan jenis, berdasarkan merk juga berpengaruh karena bisa dipastikan user interface antara brand satu dengan brand lainnya berbeda. Adapun urutan prosedur analisa menggunakan spektrofotometer secara umum adalah:

  1. Tentukan sample apa yang akan dianalisa
  2. Tentukan senyawa apa yang akan dinilai dari sample tersebut
  3. Akan lebih baik jika anda mencari referensi terlebih dahulu mengenai senyawa yang akan anda Analisa dan hubungannya dengan penggunaan spektrofotometer(jurnal)
  4. Siapkan sample dan instrument lainnya untuk melakukan analisa dengan spektrofotometer
  5. Nyalakan spektrofotometer dan mulai bekerja sesuai prosedur jenis spektrofotometer
  6. Setelah selesai dan mendapatkan hasil yang benar, catat untuk mempermudah proses membandingkan
  7. Bersihkan spektrofotometer jika sudah selesai digunakan, ingatlah untuk selalu mengeluarkan kuvet sample dari kompartemen
  8. Matikan dan cabut daya spektrofotometer jika tidak digunakan dalam waktu yang cukup lama.

Untuk mengetahui mengenai cara menggunakan spektrofotometer dengan detail, ada baiknya anda berkonsultasi dengan tenaga yang lebih ahli, trainer, sales specialist atau menghubungi contact kami jika ingin membeli spektrofotometer.

 

Merawat Spektrofotometer di Laboratorium

Memiliki instrument laboratorium yang lengkap tentu menjadi kebanggaan tersendiri untuk suatu institusi. Namun, bagaimana dengan perawatan yang anda lakukan untuk menjaga instrument anda dalam kondisi yang baik dan siap untuk digunakan, berikut adalah beberapa tips yang perlu anda ketahui untuk merawat spektrofotometer anda di laboratorium:

  1. Setelah membeli spektrofotometer pastikan anda membaca buku panduan penggunaan atau meminta penjual atau orang yang lebih ahli untuk menjelaskan bagaimana cara penggunaan yang baik dan benar.
  2. Letakan spektrofotometer pada tempat yang sesuai, kokoh dan tidak goyang untuk meminimalkan error saat penggunaan.
  3. Gunakan selalu kuvet yang sesuai dengan jenis spektrofotometer anda.
  4. Selalu bersihkan spektrofotometer jika sudah digunakan, dan cabut daya jika tidak digunakan dalam waktu yang cukup lama.
  5. Lakukan pengecekan secara berkala mengenai life time lampu yang anda gunakan, kalibrasi jika diperlukan.
  6. Konsultasikan dengan service center jika terdapat kerusakan yang mempengaruhi kinerja spektrofotometer.
  7. Siapkan lampu pengganti jika dirasa life time sudah mendekati habis.

 

Bagian Rentan pada Spektrofotometer

Untuk menjaga spektrofotometer anda dalam kondisi selalu baik, ada beberapa bagian yang perlu anda ketahui, beberapa diantaranya adalah:

  1. Lampu. Hal ini perlu anda awasi, karena seitap jenis lampu memiliki life time yang berbeda-beda. Beberapa orang menyatakan hal ini wajar, karena lampu merupakan consumable yang akan habis termakan waktu. Jadi pastikan anda mengantisipasi jika lampu mati pada kondisi yang sedang genting
  2. Layar. Menggunakan layar touchscreen memanglah mempermudah dalam proses navigasi, namun pastikan anda menggunakan dengan cara yang benar. Pada beberapa kasus, terdapat error pada bagian layar yang disebabkan karena menekan terlalu keras, tergores atau bahkan mati total.
  3. Kuvet. Memang bukanlah barang yang sangat mahal, namun terkadang untuk mendapatkan untuk mendapatkan kuvet yang sesuai anda perlu mencari dan berkonsultasi lebih lanjut. Pada beberapa kasus, kuvet sering jatuh karena kelalaian user.
  4. Mainboard. Pada beberapa kasus tejadi error yang sulit dianalisa bagian kerusakannya. Teknisi yang sudah pandai biasanya mengerti kerusakan pada mainboard atau bagian lainnya.
  5. Motor. Jika anda pernah membongkar spektrofotometer yang mengalami kerusakan, tentu anda akan menemukan beberapa motor, baik berupa stepper motor maupun servo. Pada umumnya motor sangat jarang mengalami kerusakan, namun pada beberapa kasus hanya kotor atau macet.

 

Tips Memilih Spektrofotometer

Berikut ini adalah beberapa tips yang berguna untuk anda sebelum memilih(membeli) spektrofotometer untuk kebutuhan laboratorium:

  1. Tentukan jenis spektrofotometer yang anda butuhkan berdasarkan jenis sample yang akan anda analisa.
  2. Dapatkan brosur dan pelajari dengan baik. Jika dirasa perlu pembanding, lakukan perbandingan antara yang satu dengan yang lain.
  3. Jika dirasa anda kurang mengerti, anda bisa meminta sales untuk melakukan presentasi product. Untuk mencari sales spektrofotometer yang sudah ahli bisa menghubungi di link contact.
  4. Sampaikan budget anda kepada sales atau penjual agar mereka mudah memberikan referensi spektrofotometer yang sesuai antara
  5. kebutuhan dan harga.
  6. Dapatkan penawaran resmi dari distributor alat laboratorium agar bisa mendapatkan harga yang paling murah.
  7. Tanyakan layanan pembelian, pengiriman dan layanan purna jual jika sewaktu-waktu mengalami kendala dengan alat.
  8. Lakukan pembelian dengan cara yang benar, tanpa suap, riba dan hal negatif lainnya.

 

Harga Spektrofotometer

Nah, sekarang kita berbicara tentang harga spektrofotometer nih. Berapa sih kisaran harga spektrofotometer di tahun 2019 ini? Pada dasarnya harga ini banyak aspek yang mempengaruhi, baik dari segi biaya import, layanan purna jual yang diberikan atau bahkan anda tidak membeli secara langsung pada distributornya.

Oke, pada tahun 2019 ini kisaran harga spektrofotometer berada antara 30 Jutaan hingga 290 Jutaan tentu dengan jenis dan brand yang berbeda-beda. Untuk mendapatkan penawaran termurah dan diskon alat spektrofotometer, silahkan kunjungi link berikut.

 

Penjual Spektrofotometer

Jika sekarang anda sedang ada kebutuhan spektrofotometer, dimana anda dapat menemukan pen jual spektrofotometer? Anda bisa menghubungi PT. Andaru Persada Mandiri selaku Distributor Alat Laboratorium untuk mendapatkan konsultasi gratis dan penawaran dengan harga terbaik langsung dari distributornya.

PT. Andaru Persada Mandiri merupakan Distributor Alat Laboratorium yang men jual alat laboratorium dengan harga yang kompetitif, pada beberapa waktu lalu mengadakan promo alat laboratorium dengan harga murah. Silahkan hubungi jika anda memiliki kendala untuk berkonsultasi seputar pembelian spektrofotometer.

 

Spesifikasi Spektrofotometer

Setelah membaca dan memahami tentang spektrofotometer, berikut adalah beberapa spesifikasi spektrofotometer yang mungkin anda perlukan sebagai dasar pengetahuan tentang spektrofotometer:

Spektrofotometer Single Beam

spesifikasi-spektrofotometer-single-beam

Feature and Description Spektrofotometer Single Beam

  • Wavelenght range is from 190nm to 1000nm with Absorbance, Transmittance, Concentration and Factor measuring modes.
  • Bandwitdth 2nm.
  • The internal database can store 200 groups of data. Halogen and deuterium lamp can be turned on/off individually to extend lifetime.
  • The instrument is equipped with USB to be connected to a computer.
  • The UV-PROFESSIONAL software included expands the applications to:
  • Photometry, Quantitative analysis, Wavelenght scanning, Standard curve, Kinetics (time scanning), Multi-wavelenght analysis.
  • Also additional features like: spectrum computing (spectrum addition, subtraction, multiplication and spectrum division).
  • Spectrum derivative and spectrum compare. DNA/Protein Analysis
  • Included Accessories: Advanced Software for connection to computer, 2 quartz cuvette 10mm, 4 glass cuvette 10mm

Spesifikasi Spektrofotometer Single Beam

Optical system  : Single beam with CT monochromator 1200 l/mm grating
Wavelength Range  : 190~1000nm
Wavelength Setting  : Auto
Photometric Display Range  : 0~200%T, -0.3~3.0A, 0~9999C
Band Width  : 2nm
Scan Speed  : 800nm/min
Wavelength Accuracy  : ±1nm
Wavelength Repeatability  : 0.5nm
Photometric Accuracy  : ±0.5%T
Photometric Repeatability  : 0.3%T
Operating modes  : T, A, C, F
Stability  : 0.002A/h @ 500nm
Stray Light  : ≤0.3%T
Standard cell holder  : 4-position 10mm cell holder
Display  : 128*64 Dots LCD
Lamps  : Deuterium Lamp & Halogen Lamp
Detector  : Silicon Photodiode
Data Output Port  : USB
Printer port  : Parallel
Power Requirement  : AC 110V-220V 80W
Dimension (W*L*H)  : 420*280*180mm

Spektrofotometer Dual Beam

spesifikasi-spektrofotometer-dual-beam

Feature and Description Spektrofotometer Dual Beam

  • User selectable variable bandpass options at 0.5, 1.0, 1.5, 2.0 or 4.0 nm
  • Fast scanning – up to 6,000 nm/min to aid sample analysis throughput
  • Automatic accessory recognition connected to the DS5
  • Modern touchscreen interface with intuitive menus and functions to ensure ease of use for standalone control
  • USB, SD card and internal data storage for convenient retrieval of methods and results
  • Compact footprint to maximise available bench space in the laboratory

Spesifikasi Spektrofotometer Dual Beam

Optics Czerny-Turner, Dual Beam Monochromator
Wavelength Range 190 nm – 1100 nm
Spectral Bandwidth 0.5 nm, 1 nm, 1.5 nm, 2 nm and 4 nm
Stray Light ≤0.10% (220 nm NaI, 340 nm NaNO2)
Wavelength Accuracy ±0.1 nm
Wavelength Repeatability ±0.1 nm
Photometric Range Absorbance: -3.4 to +3.4, %T: 0 to 300, Concentration: 0,000 to 9,999
Photometric Accuracy ±0.002 Abs (0 – 0.5 Abs), ±0.004 Abs (0.5 – 1.0 Abs), ±0.008 Abs (1.0 – 2.0 Abs)
Photometric Reproducibility ±0.001 Abs (0 – 0.5 Abs), ±0.002 Abs (0.5 – 1.0 Abs), ±0.004 Abs (1.0 – 2.0 Abs)
Wavelength Scan Speed 10, 100, 200, 400, 800, 1200, 2400, 3600, 6000 nm/min
Baseline Stability 0.0003 Abs/hr (500 nm, 2 hour lamp warm-up period)
Baseline Flatness ±0.0009 Abs (200 nm – 950 nm)
Light Source Tungsten-Halogen and Deuterium Lamps
Light Source Switching Automatic switching selectable for 325 nm – 370 nm range
Detector Silicon Photodiode
Display 7” Touchscreen
Dimensions 500 mm (W) × 475 mm (D) × 250 mm (H)
Net Weight 20 Kg (approx)
Power Supply 100 – 240V, 50/60 Hz, 150VA
Ambient Temperature 10°C – 35°C
Output Device USB flash drive, SD card
Interface LAN, USB PC interface

Spektrofotometer Double Beam

spesifikasi-spektrofotometer-double-beam

Feature and Description Spektrofotometer Double Beam

Photometry Mode: Perform quantitative analyses in either absorbance or transmittance modes. Select from single wavelength, up to 6 different individual wavelengths, nucleic acid/protein A260/A280 ratios and set up calibration curves with up to 20 standards for concentration measurements.

Time Scan: Perform kinetic measurements for time periods ranging from 1 minute to >27 hours. Measurement intervals are factory preset and automatically selected when the scan time is set.

Wavelength scan: Perform a full spectral scan from 190 to 1,100nm at any of 8 incremental and preset selectable scan speeds starting from a high resolution 10nm/minute up to a swift 3,600nm/minute. Data is displayed as either numerical values or a graphical spectrum. Furthermore perform downstream processing of data, such as peak/valley search or smoothing, directly on board or with the optional Halo UV Detective software.

Spesifikasi Spektrofotometer Double Beam

spesifikasi-spektrofotometer-double-beam-table

Demikian artikel tentang spektrofotometer dan pembahasannya yang mencakup  pengertian spektrofotometer, jenis spektrofotometer, fungsi spektrofotometer, bagian-bagian pada spektrofotometer, prinsip kerja spektrofotometer, cara menggunakan spektrofotometer, merawat spektrofotometer di laboratorium, bagian rentan pada spektrofotometer, tips memilih spektrofotometer, harga spektrofotometer, penjual spektrofotometer hingga spesifikasi spektrofotometer. Semoga bisa membantu anda memahami tentang spektrofotometer, terlebih jika anda sedang membutuhkan spektrofotometer untuk kebutuhan di laboratorium.

Sekian dan tentu saja, terima kasih.

Spektrofotometer – Pengertian, Jenis, Bagian dan Prinsip Kerjanya
4.9 (98.15%) 119 votes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat