Analytical Balance – Pengertian, Fungsi, Jenis, Bagian-bagian

Analytical Balance adalah sebuah instrument laboratorium yang digunakan untuk mengukur massa suatu zat. Analytical Balance memiliki beberapa nama lain seperti timbangan analitik, neraca analitik, timbangan gram halus atau timbangan laboratorium. Pada artikel kali ini PT. Andaru Persada Mandiri sebagai Distributor Alat Laboratorium akan membahas tentang Analytical Balance. Supaya pembahasan artikel ini lebih mudah dipahami oleh orang awam, kita akan mulai pembahasannya dari pengertian analytical balance, fungsi analytical balance, jenis-jenis analytical balance, bagian-bagian pada analytical balance, dan cara menggunakan analytical balance.

Untuk anda yang membutuhkan analytical balance untuk laboratorium, silahkan menghubungi contact kami di WhatsApp 087777277740 atau Telepon : (0251) 7504679 untuk mendapat konsultasi gratis dan penawaran dengan harga terbaik. Link Produk : Analytical Balance M124A

Continue reading →

Dissolution Tester – Pengertian, Fungsi, Bagian, Cara Menggunakan

Dissolution TesterHalo labs, gmn kabar kalian hari ini? Semoga sehat selalu ya! Oke, pada artikel kali ini PT. Andaru Persada Mandiri sebagai Distributor Alat Laboratorium akan membahas tentang Dissolution Tester. Supaya pembahasannya mudah dimengerti, kita akan mulai dari pengertian dissolution tester, fungsi dissolution tester, bagian-bagian pada dissolution tester, cara menggunakan dissolution tester dan gambar dissolution tester. Jika diantara pembaca ada mahasiswa farmasi atau pengguna dissolution yang sudah ahli, tolong bantu comment dibawah sebagai informasi tambahan.

dissolution-tester-pengertian-dan-edukasi

By the way, untuk anda yang membutuhkan alat dissolution tester untuk laboratorium farmasi, silahkan menghubungi contact kami di WhatsApp 087777277740 atau Telepon : (0251) 7504679 untuk mendapat konsultasi gratis dan penawaran dengan harga terbaik. Link produkDissolution Tester DIS-6000

Pengertian Dissolution Tester

Dissolution Tester memiliki beberapa nama lain yang mungkin saja familiar di teling anda, seperti : alat uji disolusi, dissolution test atau alat disolusi. Pengertian dissolution tester adalah sebuah alat laboratorium yang digunakan untuk mengetahui proses melarutnya zat atau senyawa aktif(obat) dalam media pelarut. Alat dissolution test sangat erat kaitannya dengan sediaan padat dan semi padat, beberapa jenis sediaan yang sering dilakukan pengujian dengan dissolution tester adalah :

  • Tablet
  • Kaplet
  • Kapsul
  • Serbuk
  • Salep

Beberapa pengertian dissolution tester yang mungkin juga sering anda temui adalah :

Dissolution Tester adalah sebuah alat pengujian yang digunakan pada industri farmasi untuk mengkarakterisasi sifat peleburan dari obat aktif.

Pengertian Dissolution Tester adalah sebuah alat laboratorium yang digunakan untuk pengujian yang dilakukan terhadap sediaan padat.

Dalam bahasa yang sangat sederhana dissolution tester merupakan alat yang digunakan sebagai simulasi lambung manusia. Dalam simulasi ini cairan asam pada lambung biasanya digantikan dengan HCl 0,1N atau Buffer Phosphate.

Fungsi Dissolution Tester

Pada artikelnya sebelumnya kita sudah pernah membahas tentang shaker laboratorium yang memiliki fungsi untuk membuat larutan yang homogen. Jika dilihat sekilas, alat dissolution tester juga memiliki fungsi yang sama, yakni : melarutkan sebuah obat(sediaan) supaya menjadi homogen. Lalu, apa sih fungsi dissolution tester sebenarnya?

Fungsi dissolution tester adalah alat yang digunakan untuk menganalisa banyaknya jumlah zat aktif larut dalam cairan tubuh(simulasi). Pada bidang industri dissolution tester memiliki fungsi untuk merumuskan bentuk dosis obat dan mengembangkan spesifikasi kualitas. Dissolution test merupakan uji biofarmasetik penting untuk menjamin efektifitas obat dan memiliki korelasi dengan profil farmakokinetik.

Karena pentingnya pemahaman tentang dissolution tester pada bidang farmasi, maka sebaiknya mahasiswa atau laboran pemula farmasi memahami :

  • Cara menggunakan dissolution tester
  • Menganalisa kecepatan disolusi suatu zat atau obat
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan disolusi

Bagian-Bagian Alat Dissolution Tester

bagian-bagan-pada-dissolution-tester

Sebagai pengguna awam dari dissolution tester, tentunya anda perlu mengetahui bagian-bagian dari alat dissolution tester. Berikut adalah beberapa bagian dari alat dissolution tester yang perlu anda ketahui :

Panel Controller

dissolution-tester-panel-controller

Panel kontrol pada dissolution tester mungkin memiliki bentuk yang berbeda-beda. Penggunaan panel kontrol pada dissolution tester digunakan untuk mengatur kecepatan putaran, lama proses pengadukan, dan temperatur atau suhu dari bath vessel.

Batang Pengaduk

dissolution-tester-batang-pengaduk

Dissolution drive shaft atau versi bahasa indonesia adalah batang pengaduk, fungsi dasarnya hanya sebagai konektor  antara motor dan dayung atau basket. Batang pengaduk ini bisa di naik-turunkan untuk mengatur ketinggian pada vessel.

Vessel

dissolution-tester-vessel

Vessel merupakan media yang digunakan untuk menampung cairan pelarut. Jenis vessel yang sering kita temui biasanya memiliki daya tampung 1 liter. Namun pada beberapa kasus terdapat vessel dengan ukuran yang lebih kecil. Berikut adalah gambaran ukuran vessel yang lebih kecil dari vessel pada umumnya.

dissolution-tester-vessel-kecil

Paddle

Paddel atau dayung merupakan bagian yang bisa dipilih oleh user pada menggunakan dissolution tester. Pengguna bisa memilih tipe dayung, basket atau tipe-tipe yang lainnya. Pastikan anda mengerti dan mengetahui cara menggunakan dissolution tester sebelum memilih paddle

dissolution-tester-paddle-dayung

dissolution-tester-paddle-dayung-sketsa

Basket

Perbedaan yang paling mecolok ketika menggunakan dissolution tester dengan tipe paddle dan basket adalah penempatan obat. Pada dissolution tipe basket, obat akan disimpan di dalam keranjang. Lama kelamaan obat akan larut dan habis keluar dari keranjang tanpa bisa di amati. Sedangkan pada tipe paddle atau dayung akan terlihat pada vessel.

dissolution-tester-basket-keranjang-obat

dissolution-tester-basket-keranjang-obat-sketsa

Disk Holder

Bagian yang satu ini sebetulnya merupakan komponen pendukung pada dissolution tester. Fungsi dari disk holder adalah untuk menahan obat agar tidak berada pada posisi dasar vessel.

dissolution-tester-disk-holder

Berikut adalah gambaran penempatan disk holder pada vessel :

dissolution-tester-disk-holder-penempatan

Rubber Seal

Bagian Rubber seal pada dissolution tester merupakan bagian yang digunakan untuk melindungi vessel dari chamber. Vessel dan chamber pada dissolution tester sebetulnya banyak yang terbuat dari kaca. Nah, karena kaca rawan pecah, maka digunakanlah media rubber atau seal sebagai penyangga atau pelapis. Selain sebagai penyangga agar tidak mudah goyang, fungsi rubber seal juga digunakan sebagai media pengunci vessel terhadap chamber.

dissolution-tester-vessel-seal

Penggunaan rubber seal biasanya mendukung bagian lain pada dissolution tester. Sebagai contoh lihatlah automatic tablet drop pada gambar berikut:

dissolution-tester-penjatuh-tablet-otomatis

Cannula

Komponen yang satu ini bentunya sama seperti suntikan ya. Fungsi cannula pada dissolution tester adalah untuk mengambil sample cairan pada vessel secara manual. volume maksimal yang diambil biasanya berkisar di 20ml. Pada beberapa kasus cannula sering juga disebut syringe disolusi.

dissolution-tester-cannula

Resident Probe

Jika pada cannula digunakan dengan cara yang manual dan mungkin saja tercampur antara satu vessel dengan vessel yang lainnya. Maka penggunaan resident probe pada dissolution tester adalah untuk membuat pengambilan sample bersifat otomatis.

dissolution-tester-resident-probeTemperature Sensor

Hal yang mempengaruhi kecepatan larutnya sebutir obat tentu bukan hanya kecepatan putaran pada alat dissolution tester. Chamber dan cairan didalamnya tentu juga bisa disesuaikan suhunya, sehingga mempengaruhi kecepatan larutnya sebutir obat. Temperature sensor diharapkan dapat memonitoring suhu di dalam chamber.

dissolution-tester-temperature-sensor

Tentunya masih banyak lagi bagian-bagian pada dissolution tester yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu. Penggunaan main unit dissolution tester bisa digabungkan dengan unit pendukung, seperti heating chamber, dissomate preparation dan dissofract sampling sistem.

Cara Menggunakan Alat Dissolution Tester

Setiap pengguna alat dissolution tester diharapkan mengetahui cara menggunakan alat tersebut dengan baik dan benar. Hal ini untuk memimalisir kerusakan alat karena kecerobohan pengguna. Adapun cara menggunakan dissolution tester secara umum sebagai berikut:

  1. Persiapkan media disolusi dan sample yang akan dianalisa. Pastikan juga anda sudah membaca-baca metode yang digunakan pada alat dissolution tester.
  2. Isi chamber dissolution tester dengan air atau aquades sesuai dengan batas yang telah ditentukan.
  3. Pasangkan vessel pada chamber sesuai dengan kebutuhan. jika anda menggunakan dissolution dengan jumlah chamber 6 atau 8, lakukan hingga semua terpasang dengan baik kemudian kunci hingga rapat.
  4. Naikan head unit hingga posisi paling tinggi.
  5. Pasangkan gagang pengaduk(drive shaft), dayung(paddle) atau keranjang(basket) dan komponen lainnya sesuai dengan kebutuhan analisa dengan benar.
  6. Turunkan kembali head unit dengan hati-hati hingga batas yang telah ditentukan.
  7. Setting posisi batang pengaduk pada posisi tengah dengan ketinggian sekitar 2,5cm. (gunakan alat pendukung – lihat pada buku manual)
  8. Masukan media disolusi dengan jumlah volume 900ml atau sesuai dengan kebutuhan.
  9. Nyalakan dissolution tester dengan cara menekan tombol on. lalu setting suhu(berkisar di 37C), kecepatan putaran dan lama waktu pengadukan.
  10. Setelah suhu pada temperatur controller menunjukan di kisaran 37C, masukan obat secara bersamaan dan tekan tombol start untuk memulai proses.
  11. Tutup semua vessel untuk mencegah kotoran atau benda asing masuk kedalam vessel.
  12. Setelah mencapai waktu yang telah ditentukan, ambil sample secara bersamaan(usahakan). Sample yang tersebut sudah bisa digunakan untuk analisa pada alat spektrofotometer.
  13. Jika anda melakukan pengambilan sample pada waktu terjeda, misal : di menit ke lima, sepuluh dan lima belas. Pastikan menambahkan media disolusi sesuai dengan jumlah yang di ambil pada periode sebelumnya.

video cara menggunakan dissolution tester :

Setelah menggunakan dissolution tester, diharapkan pengguna meninggalkan alat dalam keadaan bersih dan kering. Beberapa bagian yang harus dibersihkan setelah digunakan adalah vessel, paddle dan basket.

Gambar Alat Dissolution Tester

gambar-dissolution-tester-lengkap-bagian-dengan-komputer gambar-dissolution-tester-lengkap-bagian-3 gambar-dissolution-tester-lengkap-bagian-2 gambar-dissolution-tester-lengkapgambar-dissolution-tester-vessel2gambar-dissolution-tester-vessel1gambar-dissolution-tester-image-2gambar-dissolution-tester-image-3gambar-dissolution-tester-image-4gambar-dissolution-tester-image-1gambar-dissolution-tester-image-5

Demikian pembahasan tentang “Dissolution Tester Sebagai Alat Laboratorium Farmasi” yang berisi pengertian dissolution tester, fungsi dissolution tester, bagian-bagian pada dissolution tester, cara menggunakan dissolution tester dan gambar dissolution tester.

Untuk anda yang membutuhkan alat dissolution tester, silahkan menghubungi contact  PT. Andaru Persada Mandiri sebagai Distributor Alat Laboratorium kami di WhatsApp 087777277740 atau Telepon : (0251) 7504679 untuk mendapat konsultasi gratis dan penawaran dengan harga terbaik. Link produk : Dissolution Tester DIS-6000

Sekian dan tentu saja terima kasih.

Shaker Laboratorium – Pengertian, Fungsi dan Cara Menggunakan

Shaker Laboratorium – Mungkin banyak diantara kita sudah mengerti fungsi dari shaker adalah untuk mengocok larutan. Orientasi shaker yang saat ini terbentuk di google adalah mengacu kepada bottle shaker, namun ternyata shaker memiliki jenis yang beragam. Pada artikel kali ini PT. Andaru Persada Mandiri sebagai Distributor Alat Laboratorium akan membahas tentang Shaker Laboratorium.

Isi pembahasan pada artikel ini akan mengacu pada pengertian shaker laboratorium, spesifikasi shaker laboratoriumfungsi shaker laboratorium, jenis-jenis shaker laboratorium, prinsip kerja shaker laboratorium, bagian-bagian pada shaker laboratorium, cara menggunakan shaker laboratorium, cara perawatan shaker laboratoriumgambar shaker laboratorium dan harga shaker laboratorium.

Continue reading →

Laminar Air Flow – Pengertian, Fungsi, Prinsip Kerja dan Bagian

Laminar Air Flow adalah sebuah instrumen laboratorium yang biasa digunakan untuk melakukan inokulasi mikrobiologi. Instrumen yang satu ini bentuknya cukup besar dan menyerupai meja. Laminar air flow memiliki nama lain seperti clean bench, laminar air flow cabinet ataupun LAF. Nah, pada artikel kali ini PT. Andaru Persada Mandiri sebagai Distributor Alat Laboratorium akan membahas tentang Laminar Air Flow.

Supaya pembahasan artikel kali ini mudah dipahami, kita akan membahas mulai dari pengertian laminar air flow, fungsi laminar air flow, prinsip kerja laminar air flow, bagian bagian pada laminar air flow, cara menggunakan laminar air flow, spesifikasi laminar air flow, harga laminar air flow hingga gambar laminar air flow.

Continue reading →

Apa Saja Yang Harus Diperhatikan Saat Menggunakan LAF

Menggunakan Laminar Air Flow – Ketelitian dan sterilitas yang dimiliki Laminar Air Flow, membuat pemakaiannya harus hati-hati dan sesuai dengan prosedur yang tepat. Tidak hanya prosedur yang tepat, ketenangan pada saat melakukan praktikum juga berperan besar, sebelum membahas tentang faktor manusia, kita juga dapat membahas mengenai tingkat sterilitas alat dan media yang digunakan. Continue reading →

Cara Menggunakan Laminar Air Flow Yang Benar untuk Pemula

Cara Menggunakan Laminar Air Flow – Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan alat yang satu ini bukan?alat unik yang jika baru pertama kali melihat, kita akan dibuat takjub karena ukurannya yang tidak kecil. Tak berhenti sampai situ, jika sudah tau fungsi dan cara menggunakannya, kita pasti akan lebih takjub. Continue reading →

Laminar Air Flow Menurut Mahasiswa

Laminar Air Flow Menurut Mahasiswa – Apa perasaan mu jika memiliki meja kerja yang kotor dan tidak tertata? Tidak nyaman bukan? Bahkan bagaimana jika meja kerja itu berada di laboratorium? Sudah pasti ruangan otomatis tidak akan steril dan menghambat pekerjaan dan praktikum bagi para mahasiswa. Lantas, sebenarnya alat apa yang akan dibahas disini? Yuk kita simak bersama. Continue reading →

WhatsApp chat