Perbedaan Laminar Air Flow Vertical dan Horizontal

Perbedaan Laminar Air Flow – Dalam bahasa sehari-hari kita, sebuah garis dikatakan garis horizontal jika garis itu mendatar. Pengertian horizontal adalah sejajar horizon (langit bagian bawah yang berbatasan dengan bumi menurut pandangan mata), sedangkan garis vertikal adalah garis yang tegak lurus garis horizontal.

perbedaan-laminar-air-flow-vertical-dan-horizontal

Vertical dan horizontal juga ternyata terdapat pada Laminar Air Flow yang akan kita bahas kali ini. Ya, alat yang biasa digunakan pada praktikum mikrobiologi yang biasa terdapat pada mayor perkuliahan farmasi, analis kesehatan ataupun analis kimia. Terdapat dua tipe LAF yang keduanya memiliki keunikan masing-masing tentunya, kedua tipe tersebut adalah :

  • Laminar Air Flow Vertical
  • Laminar Air Flow Horizontal

Menurut kalian apa sih perbedaan laminar air flow vertical dan laminar air flow horizontal?

Sistem aliran laminar adalah konsep penting dalam pengendalian kontaminasi partikel. Aliran udara laminar didefinisikan sebagai udara yang bergerak dengan kecepatan dan arah yang sama, tanpa atau sedikit lintas aliran udara (atau “lamina”). Sebaliknya, aliran turbulen menciptakan pusaran dan pusaran yang menempatkan partikel pada permukaan secara acak dan tidak terduga. Sebagian besar lingkungan yang sensitif terhadap kontaminasi seperti tudung bebas debu memerlukan aliran laminar karena dapat diprediksi menyapu partikel dalam arah yang seragam, dari area terbersih di bawah kap (permukaan filter) ke area keluar, yang umumnya membuka selempang atau lubang angin di sepanjang bagian belakang atau bawah kap. Desain ini memastikan bahwa area terbersih (dan paling bebas kuman) akan selalu menjadi daerah hulu yang paling dekat dengan permukaan filter. Pekerjaan umumnya dilakukan di zona bersih itu, sejauh mungkin dari penghalang yang menciptakan turbulensi.

Baca juga : Laminar Air Flow Yang Ideal Untuk Kebutuhan Laboratorium Anda

Pada vertical Laminar Air Flow, seperti yang terdapat pada gambar di samping, bangku yang bersih menggunakan desain aliran laminar vertikal juga lebih disukai di mana ruang lantai berada pada premium. Karena konfigurasi ini menumpuk modul kipas / filter di atas tudung, tudung aliran laminar vertikal umumnya dapat dipasang di bangku laboratorium standar.

Sebaliknya, tudung aliran horizontal membutuhkan kedalaman tambahan untuk mengakomodasi unit filter / kipas pemasangan belakang dengan beberapa jarak belakang tambahan untuk memungkinkan udara masuk ke sistem. Persyaratan izin ini membutuhkan bangku yang lebih dalam dan lebih banyak ruang lantai daripada sistem aliran vertikal.

Namun top pad yang kokoh juga berpengaruh pada aliran vertikal jika pekerjaan dilakukan di atas permukaan kerja. Jika proses steril atau peka-partikel dilakukan di zona bersih, steril di tengah-tengah antara permukaan kerja dan permukaan filter, tudung aliran vertikal umumnya dapat diterima. Salah satu operasi tersebut adalah proses sterilisasi, di mana injeks steril disiapkan di atas, bukan pada permukaan kerja. Selama tangan kita dan sumber kontaminasi lainnya bergerak naik dan turun, kemungkinan bahan yang kita gunakan akan tetap bersih.

Demikian artikel tentang “Perbedaan Laminar Air Flow Vertical dan Horizontal” semoga bisa membantu anda memberikan gambarang tentang perbedaan laminar air flow vertical dan horizontal. Penulis doakan juga para pembaca menjadi laborian profesional dan ahli di bidang masing-masing. sekian dan terima kasih. Semangat terus para Laborians!

Perbedaan Laminar Air Flow Vertical dan Horizontal
5 (100%) 1 vote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat