Lemari Asam yang Sesuai untuk Kebutuhan Laboratorium Anda

Lemari Asam – Halo Labs, gimana kabarnya nih? Pada artikel kali ini kita akan bahas Lemari Asam yang Sesuai untuk Kebutuhan Laboratorium Anda. By the way kalau ada lemari asam, apakah ada lemari basa juga? Hehehe… Dari pada bingung tentang lemari asam dan lemari basa, yuk kita lanjut baca artikel ini.

lemari-asam-yang-sesuai-untuk-lab-anda

Apa sih lemari asam itu?

Mungkin akan banyak pertanyaan bagi para kaula muda(dibidang laboratorium) tentang lemari asam itu apa ya. Kita akan bahas mulai dari pengertian lemari asam hingga cara menggunakan lemari asam yang benar ya.

Tapi sebelum itu, jika anda membutuhkan lemari asam silahkan hubungi kami pada link berikut : konsultasi lemari asam

Pengertian Lemari Asam

Lemari Asam adalah salah satu dari sekian furniture laboratorium yang harus dimiliki untuk menjaga keselamatan para laboran. Kenapa begitu? Karena beberapa bahan di laboratorium bisa berbahaya bagi laboran. Jika anda pernah mendengar tentang kasus “kopi sianida”, maka sianida adalah bahan yang berbahaya dan beracun bagi tubuh. Jangankan untuk meminumnya, uapnya saja perlu mendapatkan perlakuan khusus supaya tidak membahayakan.

Lalu apa sih pengertian lemari asam yang sebenarnya?

Lemari asam merupakan sebuah furniture laboratorium berukuran besar, yang memiliki bentuk seperti meja terisolasi untuk mengurangi efek atau paparan material berbahaya, dalam hal ini asam. Lemari asam juga memiliki nama lain fume hood. Jadi kalau suatu saat ada dosen atau laboran yang menyebut “fume hood”, maka itu merujuk kepada lemari asam.

Lemari Asam yang Ideal

Bagaimana sih lemari asam yang ideal untuk kebutuhan laboratorium?
Untuk mendapatkan laboratorium yang aman dan nyaman sehingga bisa meminimalkan resiko kecelakaan, maka desain lemari asam perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, lemari asam diletakan di sudut ruangan yang dekat dengan ventilasi udara. Atau, lemari asam tidak diletakan di tengah karena sulit memasang ducting pipa pembuangan.
Adapun beberapa kriteria lemari asam yang ideal adalah :

  • Memiliki ukuran yang sesuai dengan ruangan, tidak terlalu besar, tidak juga terlalu kecil
  • Menggunakan material yang sesuai (misal : phenolic resin)
  • Diletakan berdampingan jika memiliki lebih dari satu unit
  • Memiliki lemari di bagian bawah, untuk menyimpan reagen atau material berbahaya lainnya.
  • Kualitas baik dan tahan lama
  • Fan memiliki tingkat kebisingan yang rendah.
  • Nah, jika anda sedang mecari lemari asam. Silahkan hubungi kami untuk mendapatkan konsultasi gratis lemari asam yang ideal.

Salah satu brand pembuat lemari asam yang kami ketahui adalah qoalca

Fungsi Lemari Asam

Setelah anda membaca tentang pengertian lemari asam, maka sebetulnya anda sudah mengetahui fungsi lemari asam secara umum. Ya, fungsi lemari asam ialah untuk menghindarkan atau menjauhkan atau membuang segala jenis uap berbahaya, baik dalam bentuk cairan seperti asam sulfat, maupun padatan NaOH.

Kemana uap berbahaya itu dibuang?

Jadi sebetulnya uap berbahaya dari reagen-reagen tersebut tidak langsung di buang, namun dilewatkan ke filter tertentu yang berguna untuk menetralisir bahan berbahaya bagi lingkungan. Adapun bentuk dari filter tersebut tersimpan dalam scrubber. Filter dalam lemari asam biasanya ada dua jenis yakni :

  • Organik
  • Non Organik

Dalam kasus tertentu jumlah lemari asam di laboratorium memiliki jumlah yang lebih dari satu, hal ini dimaksudkan untuk memisahkan untuk material organik maupun material kimia lainnya. Pertanyaannya, apakah mungkin jika kedua filter tersebut digabungkan dalam satu scrubber? Mungkin saja, namun customisasi seperti ini bukanlah hal yang lumrah dilakukan.

Beberapa jenis asam, reagen atau bahan berbahaya lainnya yang mungkin ideal untuk disimpan di lemari asam adalah :

  • Aqua Regia
  • Soda Api
  • Asam Flourida
  • Sarin
  • Asam Nitrat, dan lainnya.

Prinsip Kerja Lemari Asam

Hingga saat ini cara kerja lemari asam cukuplah sederhana, yakni hanya melakukan penyedotan udara dari area kerja dan membuangnya dengan melewati filter pada scrubber. Lemari asam idealnya memiliki satu buah fan, namun dengan desain tertentu mungkin saja kita menambahkan fan sesuai kebutuhan.

Saat laboran akan mulai bekerja dengan reagen berbahaya, pastikan untuk menyalakan fan untuk 10 hinggal 15 menit sebelum memulai bekerja. Dalam beberapa desain, lemari asam kadang dilengkapi dengan wastafel untuk mempermudah pengguna untuk membilas jika ada reagen berbahaya yang mengenai lengan.

Jenis lemari asam yang mungkin saja anda perlukan untuk melengkapi furniture laboratorium anda terdapat dua jenis, yakni :

  • Dengan ducting
  • Tanpa ducting

Lemari Asam Dengan Ducting

Jenis lemari asam yang seperti ini adalah jenis yang paling familiar dengan para laboran. Proses pembuatan lemari asam ini biasanya dimulai dengan proses pengukuran dimensi panjang, lebar dan tinggi. Lemari tipe ini biasanya dipasangkan langsung di ruangan(laboratorium) karena perlu melubangi dinding untuk pemasangan ducting(saluran udara buangan) dan scrubber.

Lemari Asam Tanpa Ducting

Merupakan jenis lemari asam yang sering disebut dengan fume hood portable. Mengapa demikian? Karena seolah-olah lemari asam ini bisa dipindah tempatkan dengan mudah. Tidak adanya ducting membuat lemari tipe ini bisa di letakan di tempat yang menyesuaikan dengan kebutuhan. Hal yang perlu diperhatikan pada lemari asam tipe portable ini ialah filter diletakan pada bagian atas lemari. Pastikan anda rutin mengganti filter pada periode tertentu untuk mencegah kontaminasi uap berbahaya.

Cara Menggunakan Lemari Asam

Pada umumnya lemari asam hanya digunakan oleh para laboran atau expert laboratorium, mereka menggunakan furniture yang satu ini pada proses mencampur atau menuangkan reagen-reagen berbahaya, yang mungkin saja memiliki efek berbahaya bagi tubuh manusia. Adapun cara menggunakan lemari asam yang umum dilakukan oleh para laboran sebagai berikut :

  1. Nyalakan switch fan atau blower beberapa menit sebelum memulai bekerja dengan furniture yang satu ini. Hal ini dimaksudkan untuk membuang sisa-sisa uap yang mungkin saja masih tertinggal pada proses sebelumnya.
  2. Nyalakan switch lampu penerang dan buka sliding window sesuai dengan kebutuhan, biasanya sliding window dibuka sekitar 50 hingga 30 centimeter agar cukup ketika memasukan botol reagena atau alat gelas lainnya.
  3. Setelah reagen dan alat gelas lainnya ada di dalam lemari asam, turunkan kembali sliding window hingga menutupi daerah wajah, leher dan bahu. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi uap keluar dan terhirup oleh user atau bahkan terkena percikan bahan kimia berbahaya.
  4. Lakukan dengan sangat hati-hati setiap proses pekerjaan. Jika pada kasus tertentu anda harus meninggalkan lemari asam sementara ada banyak reagen yang masih perlu dikerjakan, maka turunkan kembali sliding window, sisakan terbuka sekitar 5 hingga 10 centimeter. Hal ini dilakukan agar uap tetap terhirup fan dan lemari asam tidak bersifat kedap udara.
  5. Setelah menggunakan lemari asam, pastikan anda meninggalkan lemari asam dalam keadan bersih dan kering. Jika sebelumnya anda ber-experiment dengan zat berbahaya pastikan anda membilas lemari asam dengan air mengalir dan mengeringkannya dengan kain bersih. Hal ini dimaksudkan agar lemari asam dalam keadan bersih selalu, menghindari resiko pada pemakaian selanjutnya dan menjaga ketahanan lemari asam agar tetap awet.
  6. Terakhir, pastikan anda mematikan switch fan dan lampu penerang pada lemari asam setelah selesai menggunakan.

Gambar Lemari Asam

desain-lemari-asam sketsa-lemari-asam

Lemari-asam-setelah-installasi

Demikian artikel tentang Lemari Asam yang Sesuai untuk Kebutuhan Laboratorium Anda. Pastikan anda mendapatkan lemari asam yang sesuai dengan kebutuhan anda. Jika anda membutuhkan diskusi terkait lemari asam yang sesuai dengan kebutuhan anda silahkan hubungi kami via WhatsApp di nomor : 08-7777-2-777-40

Sekian dan tentu saja Terima Kasih.

Lemari Asam yang Sesuai untuk Kebutuhan Laboratorium Anda
5 (100%) 29 votes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat