Inkubator Laboratorium – Pengertian, Fungsi dan Cara Menggunakan

BagInkubator LaboratoriumInkubator laboratorium adalah suatu alat yang digunakan untuk proses inkubasi dan perkembangbiakan suatu mikroorganisme. Alat ini seringkali digunakan dalam bidang mikrobiologi. Artikel ini akan berisi beberapa poin seputar inkubator, seperti pengertian inkubator laboratorium, sejarah inkubator laboratorium, fungsi inkubator laboratorium, jeni jenis inkubator laboratorium, bagian bagian inkubator laboratorium, cara penggunaan inkubator laboratorium, hingga harga alat inkubator laboratorium. Ikuti terus penjelasannya ya.

PT. Andaru Persada Mandiri sebagai distributor alat laboratorium menjual alat inkubator laboratorium dengan berbagai jenis dan ukuran. Untuk informasi lebih lengkap, anda bisa menghubungi customer service kami via whatsapp 087777277740 atau Telepon (0251) 7504679 atau berkunjung ke kantor langsung.

contoh gambar inkubator laboratorium
Apa Itu Inkubator Laboratorium ?

Apa Itu Inkubator Laboratorium ?

Mendengar kata ‘inkubator’, mungkin diantara kita sudah tidak asing lagi dengan inkubator yang sering digunakan untuk menghangatkan bayi yang baru lahir. Ya, inkubator bayi tersebut sudah sangat familiar di telinga kita. Bahkan, ketika ke rumah sakit, sesekali mungkin anda pun pernah setidaknya sekali melihat inkubator bayi tersebut bukan?

Tapi, yang akan penulis bahas kali ini sedikit berbeda nih. Penulis akan membahas mengenai inkubator laboratorium yang banyak digunakan untuk melakukan penelitian. Apa sih yang dimaksud dengan inkubator laboratorium?

Pengertian Inkubator Laboratorium

Secara sederhana, pengertian inkubator laboratorium adalah alat yang digunakan yang digunakan untuk melakukan proses inkubasi atau perkembangbiakan suatu mikroorganisme. Karena berhubungan erat dengan mikroorganisme / organisme kecil, alat inkubator laboratorium ini akan sangat mudah anda jumpai di dalam laboratorium mikrobiologi. Nah, laboratorium mikrobiologi sendiri biasanya terdapat di berbagai macam instansi, mulai dari Universitas, Rumah Sakit hingga Balai Penelitian.

Inkubator Bayi VS Inkubator Laboratorium

contoh perbedaan inkubator
Inkubator Bayi VS Inkubator Laboratorium

Diihat dari bentuk fisiknya, inkubator laboratorium memiliki bentuk yang tentu berbeda dengan inkubator bayi. Dilihat dari bentuk, inkubator laboratorium terlihat memiliki bentuk terbuka seperti wadah, dan dapat ditutup, yang berfungsi untuk menghangatkan bayi baru lahir ataupun prematur.

Hal ini tentu berbeda dengan inkubator laboratorium. Inkubator laboratorium ini memiliki bentuk yang sedikit mirip dengan autoclave ataupun oven. Ya, ketiga alat ini memang hampir mirip sebenarnya. Tapi, memiliki fungsi yang berbeda.

Pasti anda bertanya-tanya bukan, untuk apa fungsi inkubator laboratorium ini? Nah, sebelum bicara fungsi, kita kenali dulu sedikit sejarah inkubator laboratorium. Tapi, jika diantara anda ada yang pernah menggunakan alat ini, boleh banget untuk membagikan pengalamannya di kolom komentar ya sob. Ayo kita diskusi bersama.

Mengenal Sejarah Inkubator Laboratorium

Sebenarnya, inkubator ini sudah banyak digunakan pada zaman Mesir dan Tiongkok kuno. Tapi, tentu saja bukan digunakan untuk kebutuhan laboratorium, melainkan untuk bidang pertanian, salah satunya proses penetasan telur ayam. Seiring berjalannya waktu, para ilmuwan pun bermunculan dan mulai menyadari mengenai fungsi inkubator ini untuk dunia laboratorium dan juga medis.

contoh gambar sejarah singkat
Sejarah Singkat Inkubator

Akhirnya, di abad ke-17 terciptalah salah satu alat laboratorium inkubator  yang sedikit lebih modern dari sebelumnya. Yakni yang terbuat dari kompor kayu dan juga termometer. Lewat penelitian ini, beberapa ilmuwan pun akhirnya menyadari mengenai pentingnya fungsi inkubator laboratorium. Dimulai dari inkubator CO2 pada tahun 1960-an, dan menjadi inkubator laboratorium yang kita kenali sekarang.

Begitulah sejarah singkat mengenai inkubator laboratorium ini. Seperti apa sih inkubator yang kita kenali sekarang ? Ini dia, seperti yang terdapat pada gambar di bawah ini :

Fungsi Inkubator Laboratorium

"Fungsi

Kita beralih ke fungsi. Fungsi inkubator laboratorium adalah untuk melakukan proses inkubasi dan perkembangbiakan suatu mikroba/mikroorganisme. Dari tadi kita sudah banyak berbicara seputar inkubasi, tapi anda sudah tahu belum apa yang dimaksud dengan inkubasi ?

Nah, inkubasi sendiri adalah proses untuk memelihara suatu mikroba dalam suatu media (dapat agar atau yang lainnya) agar dapat dilihat pertumbuhannya. Pertumbuhan yang dimaksud adalah pertumbuhan dari bakteri yang akan digunakan untuk melakukan berbagai jenis penelitian di laboratorium. Tumbuhnya bakteri dari proses inkubasi menggunakan inkubator laboratorium ini bisa terjadi karena, suhu dan lingkungan yang terdapat di dalam inkubator laboratorium cukup stabil. Sehingga tidak akan menimbulkan kontaminasi terhadap media mikroba yang sedang dilakukan inkubasi.

Apakah Inkubasi Bisa Dilakukan Di Tempat Biasa ?

Membaca penjelasan tadi, mungkin diantara anda juga ada yang bertanya-tanya, “apakah kita bisa melakukan inkubasi bakteri di tempat biasa ?”, jawabannya adalah tidak bisa. Hal ini karena jika kita hanya melakukan inkubasi di tempat biasa, akan lebih mudah untuk terkena kontaminasi, hal ini pun sangat erat kaitannya dengan udara yang tidak stabil. Dengan suhu yang tidak stabil, maka proses perkembangbiakan mikroba pun tidak dapat berjalan dengan lancar.

Dimana Saja Alat Ini Digunakan ?

contoh gambar laboratorium mikrobiologi
Ilustrasi Laboratorium Mikrobiologi

Inkubator laboratorium ini biasanya terdapat di berbagai jenis laboratorium, mulai dari laboratorium kimia, farmasi hingga mikrobiologi. Namun, alat inkubator laboratorium ini lebih banyak digunakan di laboratorium mikrobiologi. Karena seperti yang kita tahu, mikrobiologi merupakan cabang ilmu dari biologi yang mempelajari seputar makhluk hidup/mikroorganisme yang berukuran kecil. Dan, yang juga perlu kita tahu nih sob, jika kita berhadapan atau bekerja dengan mikroorganisme, dibutuhkan lingkungan dan juga alat laboratorium yang sifatnya steril. Mengapa demikian ?

Hal ini karena laboratorium mikrobiologi berbeda dengan laboratum lainnya. Apalagi dalam laboratorium ini, kita akan berhadapan dengan berbagai jenis mikroba yang sifatnya sensitif. Iya, sensitif. Jika dibiakkan dalam lingkungan dan suhu yang tidak sesuai, maka proses penelitian pun tidak akan berjalan dengan sesuai. Begitu juga ketika sedang menggunakan inkubator laboratorium. Oleh sebab itu, pastikan segala jenis APD (Alat Pelindung Diri) yang anda gunakan sudah steril ya sobat.

Berbeda halnya dengan di laboratorium kimia. Di laboratorium kimia ini, tidak terlalu diperlukan lingkungan yang sifatnya steril. Tunggu, steril dan bersih itu berbeda ya sob. Tidak steril bukan berarti tidak bersih. Dengan begitu, meskipun tidak harus steril, laboratorium kimia pun tetap harus dalam keadaan bersih agar proses kerja di laboratorium dapat berjalan dengan nyaman.

Jenis Jenis Inkubator Laboratorium

contoh gambar inkubator laboratorium
Jenis Jenis Inkubator Laboratorium

Di dalam laboratorium, tidak hanya terdapat satu jenis inkubator laboratorium lho. Lalu, ada berapa jenis-jenis inkubator laboratorium tersebut ? Ini dia penjelasannya :

Inkubator Shaker

contoh gambar inkubator shaker
Inkubator Shaker

Untuk jenis alat inkubator yang satu ini, biasanya digunakan untuk mempercepat proses perkembangan mikroorganisme. Jenis inkubator laboratorium yang satu ini menghasilkan panas yang cepat dan merata ke seluruh bagian. Tapi, jenis ini tidak dapat digunakan untuk semua jenis ya, biasanya objek yang digunakan berbentuk cair.

Inkubator CO2

contoh gambar inkubator co2
Inkubator CO2

Yang kedua ada inkubator CO2. Seperti namanya, inkubator jenis ini digunakan untuk meningkatkan konsentrasi nilai co2. Kenapa harus menggunakan co2? Yap, beberapa jenis bakteri ada yang perlu dilakukan penelitian untuk meningkatkan konsentrasi co2 tersebut. Karena jenisnya beda, tentu terdapat perbedaan pula dari cara kerjanya. Yakni dengan terus menjaga kelembapan di dalam inkubator itu sendiri agar bakteri bisa tumbuh dengan baik. Oh iya, gambar alat di atas merupakan inkubator laboratorium yang berasal dari brand LabTech.

Inkubator Portable

Contoh Gambar Portable Incubator
Portable Incubator

Dari namanya saja sudah terlihat jelas bukan, kalau inkubator laboratorium yang satu ini dapat di bawa kemana-mana, alias portable. Ya, terkadang beberapa penelitian tidak hanya dilakukan di dalam laboratorium saja nih sobat, tapi juga di lingkungan luar. Tentu saja jenis inkubator laboratorium ini lebih kecil dibanding keempat lainnya.

Inkubator Pendingin/Cooling Incubator

contoh gambar inkubator pendingin
Inkubator Pendingin

Yang keempat, ada inkubator pendingin. Terkadang, media bakteri dan bakteri pun pertumbuhannya harus dalam keadaan dingin. Tapi, meski namanya inkubator pendingin, inkubator laboratorium jenis ini juga memiliki kontrol pemanas dan pendingin yang seimbang.

Inkubator Benchtop/BenchTop Incubator

contoh gambar benchtop incubator
BenchTop Incubator

Oke, yang terakhir ini ada ikubator benchtop. Nah, jenis inkubator laboratorium ini adalah jenis inkubator yang paling ditemui di berbagai laboratorium. Termasuk laboratorium mikrobiologi. Inkubator laboratorium ini menjadi favorit karena mampu melakukan inkubasi pada mikroorganisme dengan suhu yang terjaga dan tidak bercampur.

Selain lima tadi, juga terdapat beberapa jenis inkubator laboratorium yang mungkin dapat anda pelajari. Diantaranya ada :

  1. Sistem Ruang ganda
  2. Inkubator Suhu Rendah
  3. Sistem Inkubator Gram
  4. Inkubator Multi Ruang

Namun, diantara beberapa jenis inkubator laboratorium tadi, 5 jenis inkubator laboratorium pertama yang paling banyak digunakan umumnya.

Penggunaan Inkubator di Laboratorium Mikrobiologi

Dari tadi penulis sudah sering membahas seputar mikrobiologi. Tapi, sebenarnya apa sih hubungan inkubator laboratorium ini dengan mikrobiologi?

Apa Sih Hubungannya dengan Mikrobiologi ?

Iustrasi Ilmu Mikrobiologi
Iustrasi Ilmu Mikrobiologi

Tentu sangat berhubungan ya sobat, Kalau dilihat dari pengertian, mikrobiologi itu adalah salah satu cabang dari ilmu biologi yang mempelajari lebih dalam seputar makhluk hidup atau organisme yang berukuran kecil. Nah, dalam penelitian di berbagai instansi, seperti Universitas, Balai Penelitian atau yang lainnya digunakan berbagai jenis mikroba, diantaranya ada jamur, protozoa dan juga bakteri. Tapi, yang paling sering digunakan adalah untuk melakukan inkubasi pada bakteri. Nah, itu dia kenapa mikrobiologi dan inkubator laboratorium sangat berhubungan erat nih sobat.

Ilustrasi Media Bakteri Yang Dilakukan Inkubasi

Berikut penulis juga lampirkan salah satu contoh proses hasil dari inkubasi pada media bakteri menggunakan inkubator laboratorium.

Ilustrasi Hasil Proses Inkubasi

Bagian Bagian Inkubator Laboratorium

Pasti anda penasaran bukan, jika berbeda dengan inkubator bayi, lalu ada apa saja sih bagian bagian inkubator laboratorium ini? Yuk langsung saja simak penjelasannya di bawah ini.

Alas 

Terdapat cukup banyak bagian bagian inkubator laboratorium ini. Yang pertama ada alas. Tentu saja alas ini berfungsi untuk menopang inkubator tersebut.

Kabel Konektor

Jika tidak terdapat kabel konektor, kita tidak dapat menyalakan alat inkubator laboratorium ini nih sob.

Tutup

Berfungsi untuk menutup rapat inkubator laboratorium.

Body

Bagian ini merupakan bagian inti dari inkubator laboratorium, yang berfungsi untuk melakukan proses inkubasi dari sampel tadi.

Monitoring Suhu

Berfungsi untuk mengatur suhu. Karena, suhu yang digunakan pada inkubator laboratorium ini bisa saja berbeda-beda, ada yang tinggi, rendah, bahan dingin, tergantung dengan sampel yang sedang digunakan.

Tombol Set

Bagian ini berfungsi untuk mengatur alarm.

Lampu Power

Bagian yang satu ini terdapat di bagian depan, dan berfungsi sebagai penanda dari jalannya inkubator laboratorium.

Pemanas/ Lampu Heat

Berbeda dengan lampu power, bagian lampu heat ini berfungsi sebagai penanda bahwa proses inkubasi dalam inkubator laboratorium sedang anda lakukan.

Dinding Pemanas

Jika bicara inkubator laboratorium, tentu kita juga bicara mengenai kestabilan suhu yang ada. Karena ini merupakan poin penting dari jalannya proses inkubasi dari bakteri tadi.

Wadah

Tentu saja untuk menampung sampel yang dilakukan inkubasi.

Elemen

Bagian ini akan memberikan hawa panas pada saat proses inkubasi berlangsung.

Tutup Kaca

Berfungsi untuk menutup bagian dalam inkubator laboratorium.

Flap

Nah, yang terakhir ada flap. Bagian ini berfungsi sebagai katup udara.

Kapasitas Inkubator Laboratorium

Jika bicara kapasitas, tentu kita akan mengacu pada ukuran dan volume dari inkubator laboratorium. Nah, kapasitas inkubator laboratorium ini berbeda-beda tergantung varian nya. Diantaranya ada :

  1.  9.3 liter
  2. 32 liter
  3. 56 liter
  4. 80 liter
  5. 150 liter
  6. 300 liter

Dengan kapasitas yang berbedam tentu anda pun harus menyesuaikan dengan kebutuhan di dalam laboratorium. Jangan sampai salah pilih ya. Jika anda mau berkonsultasi, silahkan hubungi kami di Contact. Kami siap menampung berbagai pertanyaan anda seputar alat inkubator laboratorium ini.

Cara Penggunaan Inkubator Laboratorium

Dari tadi kita sudah banyak membahas seputar inkubator laboratorium. Pertanyaan pentingnya, bagaimana cara penggunaan inkubator laboratorium ini? Tenang saja, penulis jelaskan ya.

cara-menggunakan-inkubator-laboratorium
Cara Menggunakan Inkubator Laboratorium

Sebenarnya, cara penggunaan inkubator laboratorium ini tidak terlalu sulit lho, anda hanya perlu berhati-hati dan mengikuti terus prosedur yang ada. Seperti inilah tahapannya :

  1. Pertama-tama, pastikan anda sudah menggunakan APD (Alat Pelindung Diri ) yang lengkap ya.
  2. Kemudian, sambungkan dulu kabel inkubator laboratorium dengan arus listrik.
  3. Jika sudah, jangan lupa untuk menyiapkan sampel yang akan dilakukan inkubasi. Seperti media yang telah ditanam bakteri.
  4. Pastikan media yang anda punya dalam cawan petri atau alat gelas lainnya itu, sudah ditutup rapat dulu ya. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kontaminasi dengan sampel tersebut.
  5. Kalau anda sudah siapkan sampe, selanjutnya barulah tekan tombol power.
  6. Kemudian, buka secara perlahan pintu inkubator laboratorium.
  7. Lalu, masukkan dan letakkan sampel bakteri tadi secara perlahan ke dalam ruang inkubator. Tutup kembali.
  8. Tak lupa, setelah memasukkan sampel, atur timer untuk mengatur berapa lama anda akan melakukan inkubasi tersebut. Biasanya proses inkubasi ini di atur dengan waktu sekitar 24 jam, dan ini paling sering berlaku untuk sampel bakteri.
  9. Perlu diingat, jika tombol sudah berubah warna menjadi digit hijau, maka artinya inkubator laboratorium tersebut sudah di set selama 24 jam.

Itu tadi adalah cara penggunaan dari inkubator laboratorium. Setelah itu, ada tahapan untuk mematikan alat inkubator laboratorium ini. Jika proses inkubasi ini sudah selesai, maka jangan lupa untuk mematikan alat tersebut dengan menekan tombol power off. Lalu, lepaskan colokan sumber daya listrik.

Mengapa Harus Dilakukan Inkubasi ?

Dari cara penggunaan inkubator laboratorium tadi, kita sudah sering mendengar seputar proses inkubasi. Memangnya kenapa sih harus dilakukan proses inkubasi terhadap bakteri ?

ilustrasi proses inkubasi
Proses Inkubasi Bakteri

Inkubasi ini sangat erat kaitannya dengan berbagai penelitian menggunakan mikroorganisme (jamur, fungi dll). Dan untuk mendapatkan media bakteri murni, harus dilakukan proses inkubasi hingga bakteri tersebut dapat berkembangbiak dan semakin banyak. Untuk itu, sangat dibutuhkan inkubator laboratorium pada Balai Penelitian Swasta, Negeri, hingga Universitas.

Mengapa Menggunakan Inkubator Laboratorium ?

inkubator-laboratorium
Ilustrasi Penggunaan Inkubator Laboratorium

Dalam laboratorium mikrobiologi, sebenarnya terdapat banyak instrumen atau alat laboratorium yang bisa digunakan untuk melakukan penelitian dengan mikroba. Ada beberapa kebutuhan alat lain yang menunjang proses penelitian itu tadi. Seperti autoclave contohnya. Nah, sebelum melakukan perkembangbiakan bakteri di media agar, harus dipastikan bahwa cawan petri yang sedang kita gunakan sudah steril ya. Nah, dalam hal ini autoclave akan sangat membantu sebelum media tersebut dilakukan inkubasi di inkubator laboratorium.

Suhu Inkubator Laboratorium

Suhu dan lingkungan memang menjadi dua poin penting yang sangat penting untuk keberhasilan dari proses perkembangbiakan mikroorganisme. Karena penting, suhu yang digunakan pun tidak boleh sembarangan.

Berapa Sih Suhu Yang Digunakan ?

Pada proses inkubasi ini, kita harus memperhatikan suhu yang akan digunakan. Dari informasi yang penulis dapatkan berdasarkan litelatur, suhu inkubasi yang digunakan pun beragam. Diantaranya :

  1. Untuk bakteri, suhu yang digunakan itu sebesar 37 derajat celcius.
  2. Jamur. Untuk jamur, suhu inkubasi yang digunakan berkisar di angka 22 sampai 28 derajat celcius.

Kelebihan Inkubator Laboratorium

Setiap alat yang terdapat dalam laboratorium, pasti memiliki kelebihan. Baik dari fitur ataupun yang lainnya. Termasuk juga pada inkubator laboratorium.

Ini beberapa kelebihan dari inkubator laboratorium yang dapat diunggulkan, diantaranya :

  1. Dapat digunakan untuk melakukan proses inkubasi pada sampel mikroorganisme, seperti jamur, bakteri dan protozoa.
  2. Memiliki berbagai jenis bentuk, salah satunya yang portable. Jenis ini mudah di bawa kemana-mana.
  3. Cara penggunaannya terbilang mudah dan praktis.
  4. Efektif untuk melakukan proses inkubasi terhadap bakteri ataupun jamur.
  5. Terbilang aman untuk digunakan.
  6. Berasal dari bahan stainless steel yang kuat.

Bagaimana Cara Merawat Inkubator Laboratorium ?

ilustrasi merawat inkubator laboratorium
Cara Merawat Inkubator Laboratorium

Dalam menggunakan sebuah alat apapun, kita harus melakukan perawatan, agar alat tersebut tetap berjalan seperti semestinya. Berikut penulis juga bagikan tips agar inkubator laboratorium tetap dapat berjalan dengan lancar :

  1. Selalu matikan alat ketika proses inkubasi dengan inkubator laboratorium sudah selesai.
  2. Selalu bersihkan tiap bagian bagian inkubator laboratorium.
  3. Jangan asal dalam mengatur suhu ya. Khawatir akan membuat inkubator menjadi konslet.
  4. Pastikan tangan kita selalu dalam keadaan steril ketika menaruh sampel/media bakteri. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi tumpahan di dalam alat tersebut.
  5. Lakukan pembersihan terhadap inkubator menggunakan lap dan juga alkohol 70% ya.

Harga Inkubator Laboratorium

Dengan segala kelebihan dan fitur yang dimiliki oleh inkubator laboratorium ini, berapa sih harga yang dibanderol?

Nah, harga inkubator laboratorium ini berkisar di angka 15 juta sampai 90 jutaan. Bagaimana? tertarik untuk menjadikannya instrumen di laboratorium anda?

Dimana Kita Bisa Menemukan Alat Ini ?

PT Andaru Persada Mandiri sebagai distributor alat laboratorium juga menyediakan berbagai kebutuhan mengenai general lab, seperti inkubator laboratorium contohnya, anda bisa menghubungi kami melalui : Contact.

Kami juga menyertakan alamat kami yang bisa anda lihat disini : googlemaps.

Ditulis Oleh : DNA

Referensi : E-Journal Undip, LabTech

Bagaimana, apakah sudah menjawab pertanyaan anda mengenai seputar alat ini? Terimakasih sudah membaca artikel penulis yang berisi tentang pengertian inkubator laboratorium, sejarah inkubator laboratorium, fungsi inkubator laboratorium, jeni jenis inkubator laboratorium, bagian bagian inkubator laboratorium, cara penggunaan inkubator laboratorium, hingga harga alat inkubator laboratorium. Semoga bermanfaat ya. Terus ikuti artikel-artikel alat laboratorium lainnya dari kami ya.  Sampai jumpa!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat