Apa itu Ozon (O3) pada Udara Ambien

Ozon (O3) merupakan jenis polutan oksidan yang paling sering ditemukan di udara ambien terutama pada wilayah perkotaan. Meskipun pada atmosfer ozon (stratosfer) memiliki peran penting untuk melindungi makhluk hidup dan menyerap radiasi ultraviolet (UV) matahari. Namun keberadaan ozon di permukaan tanah yang sering disebut dengan ozon ambien atau troposfer dapat menyebabkan dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan manusia yang serius. Ozon terbentuk melalui reaksi fotokimia, yaitu reaksi kimia yang memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energinya. Continue reading →

Pengujian O3 pada Udara Ambien Menggunakan Spektrofotometer

Pengujian O3 – Pada artikel sebelumnya kita sudah bahas tentang apa itu ozon (O3) pada udara ambien, sekarang kita akan lanjut ke pengujian O3 pada udara ambien menggunakan spektrofotometer. Ozon pada atmosfer memiliki peran penting untuk melindungi bumi dari sinar ultraviolet (UV), namun saat berada di permukaan ozon memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Karena dampaknya negatif terhadap kesehatan dan lingkungan, kadar ozon perlu dipantau secara berkala. Pengujian yang umum digunakan yaitu pengujian menggunakan spektrofotometer. Continue reading →

Apa itu Hidrogen Sulfida pada Udara

Hidrogen Sulfida (H2S) adalah senyawa yang terdiri dari dua atom hidrogen (H) dan satu unsur sulfur (S). Gas ini termasuk dalam gas pencemar, tidak berwarna, memiliki bau khas seperti telur busuk, dan mudah terbakar. H2S sering ditemukan di udara sekitar kawasan TPA, rawa dan industri migas disebabkan penguraian bahan organik. H2S memiliki sifat korosif dan membahayakan kesehatan manusia, dapat menyebabkan iritasi mata/ tenggorokan hingga kematian jika terpapar pada konsentrasi tinggi (di atas 100 ppm). Continue reading →

Pengujian H2S pada Udara Menggunakan Spektrofotometer

Pengujian H2S – pada artikel sebelumnya kita sudah bahas apa itu hidrogen sulfida pada udara, sekarang kita akan bahas pengujian H2S pada udara menggunakan spektrofotometer. Gas H2S ini termasuk gas pencemaran udara yang bersifat toksik dan memiliki bau yang khas seperti telur busuk. Gas ini dapat terbentuk karena aktivitas manusia maupun alami. Karena dapat memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan. maka diperlukan pengukuran hidrogen sulfida pada udara secara tepat. Salah satu metode yang sering digunakan di laboratorium yaitu metode spektrofotometri atau pengujian menggunakan spektrofotometer.

Pengujian H2S pada udara menggunakan spektrofotometer
Pengujian H2S pada udara menggunakan spektrofotometer

Prinsip pengujian H2S

Hidrogen sulfida pada udara diserap oleh larutan penjerap. Ion sulfida bereaksi dengan pereaksi  p-aminodimetilanilina, ferri klorida dan ion klorida membentuk senyawa metilen biru yang berwarna biru. Intensitas warna inilah yang akan diukur serapannya menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 670 nm.

Alat dan Bahan

peralatan yang digunakan dalam pengujian terdiri dari:

  • Seperangkat peralatan impinger
  • Labu ukur
  • Gelas ukur
  • Gelas piala
  • Pipet volumetrik
  • Tabung reaksi bertutup
  • Spektrofotometer
  • Neraca analitik
  • Oven
  • Botol berwarna gelap
  • Barometer
  • Termometer
  • Desikator
  • Kaca arloji

Bahan yang digunakan dalam pengujian terdiri dari:

  • Kadmium sulfat heksahidrat
  • Natrium hidroksida
  • Asam sulfat pekat
  • p-aminodimetilanilina
  • Ferri klorida
  • Asam klorida pekat
  • Natrium sulfida
  • Air suling
  • Larutan penjerap

larutkan 4,3 g kadmium sulfat dengan air suling dan larutkan 0,3 g natrium hidroksida dengan air suling. Lalu campurkan kedua larutan tersebut dan tambahkan air suling sampai volume 1 L.

  • Amine-sulfuric acid

Masukkan 50 ml asam sulfat pekat ke dalam gelas piala 250 ml yang telah berisi 30 ml air suling. Dinginkan larutan lalu tambahkan 12 g p-aminodimetilanilina dan homogenkan.

Cara Kerja Pengujian H2S

Tahapan pengambilan sampel udara

  1. Susun peralatan pengambilan sampel.
  2. Masukkan larutan penjerap sebanyak 20 mL ke dalam botol penjerap, atur botol penjerap agar terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung.
  3. Hidupkan pompa penghisap udara dan atur kecepatan alir 1 L/menit, setelah stabil catat laju alir awal dan pantau laju alir udara sekurang-kurangnya 15 menit sekali.
  4. Lakukan pengambilan sampel selama 1 jam dan catat temperatur dan tekanan udara, setelah 1 jam matikan pompa penghisap.
  5. Pindahkan larutan sampel ke botol sampel, simpan di dalam wadah berpendingin, bawa ke laboratorium untuk dianalisis.

Tahapan pembuatan kurva kalibrasi

  1. Hidupkan spektrofotometer, pastikan panjang gelombang 670 nm
  2. MasuKkan masing masing 0; 1; 2; 3; 4; 5 dan 6 mL larutan standar natrium sulfida ke dalam labu ukur 10 mL.
  3. Tambahkan larutan penjerap sampai volume 10 mL
  4. Tambahkan 0,6 mL Amine sulfuric acid test solution dan tambahkan 1 tetes larutan ferri klorida, lalu tutup rapat
  5. Campurkan segera diinversi secara perlahan-lahan (dibalik satu kali saja) dan diamkan 20 menit di tempat gelap.
  6. Ukur serapan masing-masing larutan standar dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 670 nm.
  7. Buat kurva kalibrasi satandar H2

Langkah langkah pengukuran sampel

  1. Siapkan tabung reaksi bertutup.
  2. Pipet sampel 10 mL dan masukkan ke dalam tabung reaksi.
  3. tambahkan 0,6 mL Amine sulfuric acid test solution dan tambahkan 1 tetes larutan ferri klorida, lalu tutup rapat
  4. Campurkan segera diinversikan secara perlahan – lahan (dibalik satu kali saja) dan diamkan 20 menit di tempat gelap.
  5. Ukur serapan masing-masing larutan standar dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 670 nm.
  6. Baca serapan contoh uji kemudian hitung konsentrasi dengan menggunakan kurva kalibrasi
  7. Lakukan langkah poin 3 sampai 5 untuk pengujian blanko dengan menggunakan 10 mL larutan penjerap.

Pengujian H2S menggunakan spektrofotometer sangat bermanfaat dalam pemantauan kualitas udara, khususnya pada kawasan industri dan area berpotensi terpapar gas beracun. Pengujian H2S menggunakan spektrofotometer memiliki beberapa keunggulan, antara lain sensitivitas yang baik untuk konsentrasi rendah, peralatan yang digunakan relatif mudah ditemukan di laboratorium, dan hasil yang cukup akurat jika prosedur dilakukan dengan benar.

PT. Andaru Persada Mandiri adalah distributor alat laboratorium spektrofotometer, jika anda membutuhkan spektrofotometer uv vis bisa menghubungi kami di whatsapp 087777277740 atau telepon 0251-7504679. Link alamat kami sertakan pada Google Maps.

Untuk penjelasan lebih lanjut untuk pengujian fosfor dalam tanah menggunakan spektrofotometer diartikel selanjutnya. Demikian artikel Pengujian H2S pada Udara Menggunakan Spektrofotometer, semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.

Pengujian NO2 pada Udara Menggunakan Spektrofotometer

Pengujian NO2– Jika di artikel sebelumnya kita sudah bahas apa itu nitrogen dioksida (NO2) pada udara, maka di sini kita akan lanjut bahas tentang pengujian NO2 pada udara menggunakan spektrofotometer. Nitrogen dioksida (NO2) merupakan salah satu gas pencemar udara yang sering ditemukan di kawasan industri dan perkotaan. Gas ini terbentuk dari proses pembakaran bahan bakar fosil, seperti emisi kendaraan dan aktivitas industri. Gas ini dapat memberikan dampak buruk terhadap manusia dan lingkungan, maka dari itu diperlukan pemantauan konsentrasi nitrogen dioksida pada udara secara rutin. Pengujian yang umum dilakukan di laboratorium yaitu pengujian menggunakan spektrofotometer. Continue reading →

Apa itu Nitrogen Dioksida (NO2) pada Udara

Nitrogen dioksida (NO2) merupakan salah satu gas pencemar udara yang termasuk dalam kelompok nitrogen oksida (NOx) dan salah satu polutan udara utama. Gas ini berwarna coklat kemerahan, berbau tajam, dan bersifat iritan terhadap sistem pernapasan. NO2 terbentuk dari proses pembakaran bahan bakar fosil, seperti emisi kendaraan bermotor, pembangkit listrik dan aktivitas industri. Pada atmosfer, NO2 termasuk polutan udara yang bersifat reaktif dan dapat berinteraksi dengan komponen lain di atmosfer, sehingga berkontribusi dalam pembentukan ozon troposfer dan partikel halus. Continue reading →

Pengujian SO2 pada Udara Menggunakan Spektrofotometer

Pengujian SO2jika diartikel sebelumnnya kita sudah bahas tentang apa itu sulfur dioksida pada udara, sekarang kita akan bahas bagaimana pengujian sulfur dioksida pada udara menggunakan spektrofotometer. Sulfur dioksida (SO2) merupakan gas pencemar udara yang dihasilkan dari aktivitas industri, pembakaran bahan bakar fosil dan proses alam. Keberadaan SO2 di udara dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan maupun kesehatan manusia. Maka dari itu perlunya pemantauan kualitas udara secara rutin. Salah satu pengujian yang sering digunakan di labolatorium yaitu pengujian menggunakan spektrofotometer. Continue reading →

Apa itu Sulfur Dioksida pada Udara

Sulfur dioksida adalah senyawa gas yang terdari dari satu atom sulfur(S) dan dua atom oksigen (O2). Gas ini tidak berwarna, memiliki bau menyengat dan bersifat mudah larut dalam air. Gas ini juga termasuk dalam kelompok gas pencemaran udara. Senyawa ini terbentuk dari pembakaran bahan bakar fosil yang mengandung sulfur, aktivitas industri dan proses alam seperti letusan gunung berapi. Dalam atmosfer, sulfur dioksida termasuk dalam kelompok polutan primer, yaitu polutan yang langsung dilepaskan ke udara dari sumbernya. Continue reading →

Pengujian COD pada Air Sungai Menggunakan Spektrofotometer

Pengujian COD – setelah kita bahas apa itu COD pada air sungai di artikel sebelum, sekarang kita akan lanjut bahas tentang pengujian COD pada air sungai menggunakan spektrofotometer. COD (Chemical Oxygen Demand) merupakan salah satu parameter penting dalam analisis kualitas air yang menunjukan jumlah oksigen yang dibutukan untuk mengoksidasi senyawa organik dan anorganik secara kimia. Pengujian COD biasanya dilakukan di labolaroium menggunakan metode oksidasi kimia dan hasilnya dianalisis menggunakan spektrofotometer untuk mendapatkan nilai yang akurat dan kuantitatif. Continue reading →

Apa itu COD pada Air Sungai

COD (Chemical Oxygen Demand) adalah ukuran jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi bahan organik dan anorganik dalam air secara kimiawi menggunakan oksidator kuat. Parameter ini digunakan untuk melihat tingkat pencemaran air, khususnya karena limbah organik dan senyawa kimia yang sulit terurai secara biologis. Semakin tinggi kadar COD dalam air semakin besar juga jumlah cemaran yang ada. Nilai COD yang tinggi biasanya menunjukan adanya limbah industri, limbah domestik dan bahan kimia berbahaya yang masuk ke dalam perairan.

Continue reading →

WhatsApp chat