Amonia pada air sungai merupakan senyawa nitrogen yang biasanya berasal dari proses penguraian bahan organik, aktivitas mikroorganisme, dan limbah dosmetik dan industri. Dalam air, amonia dapat ditemukan dalam dua bentuk, yaitu amonia bebas (NH3) dan ion amonium (NH4+). Kedua bentuk tersebut sangat dipengaruhi oleh pH dan suhu air. Pada kondisi pH dan suhu rendah, amonia lebih banyak dalam bentuk ion amonium yang relatif tidak beracun. Dan sebaliknya, pada pH dan suhu air meningkat maka amonia akan dominan dalam bentuk NH3 yang bersifat toksik bagi organisme perairan.

Keberadaan amonia di air sungai perlu diperhatikan karena dapat menurunkan kualitas air. Kadar air yang tinggi dapat menimbulkan bau yang tidak sedap dan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan. Amonia pada air juga sebagai indikator adanya pencemaran bahan organik dalam perairan.
Sumber amonia pada air sungai
- Alami – dekomposisi bahan organik.
- Limbah domestik– sisa makanan, air buangan toilet dan detergen.
- Limbah industri – buangan limbah cair tanpa pengolahan.
- Pertanian dan perternakan – limbah pupuk nitrogen dan kotoran ternak.
Yang menjadi sumber utama amonia pada air sungai ialah limbah domestik, limabh industri, pertanian dan perternakan. Sumber amonia secara alami memiliki kondisi yang normal, jumlahnnya relatif kecil dan masih bisa diuraikan secara alami oleh mikroorganisme
Dampak kadar amonia tinggi
Berikut Ini adalah dampak pada kualitas air:
- Penurunan oksigen terlarut (DO) – proses dekomposisi bahan organik yang menghasilkan amonia membutuhkan oksigen yang mengakibatkan kadar DO menurun.
- Kekeruhan – meningkatkan kekeruhan air karena bahan organik yang terurai.
- Bau tidak sedap – menghasilkan bau busuk akibat proses dekomposisi.
- Eutrofikasi – kadar nitrogen yang tinggi mengakibatkan pertumbuhan alga yang berlebih.
Berikut ini adalah dampak pada biota air:
- Toksisitas – amonia sangat beracun bagi ikan dan organisme air lainnya, kadar amonia yang tinggi dapat menyebabkan kematian masal.
- Asfiksia – mengurangi kapasitas oksigen dalam air yang menyababkan organisme mati lemas.
- Gangguan fisiologis – mengganggu fungsi internal organisme akuatik, seperti kemampuan bernapas dan pertumbuhan.
Dampak pada kesehatan manusia, sebagai berikut:
- Resiko kesehatan – kadar amonia yang tinggi pada sungai dapat berbahaya jika air sungai digunakan untuk kebutahan sehari hari tanpa pengolahan yang memadai karena dapat menimbulkan resiko kesehatan.
- Iritasi – uap amonia dapat mengiritasi kulit, mata dan salur penapasan.
Kesimpulan
Diperlukan pemantauan kadar amonia pada air sungai untuk melihat pencemaran air dan menentukan langkah pengelolahan lingkungan yang tepat. Data amonia yang diperolah digunakan untuk menilai keberhasilan pengolahan limbah sebelum dibuang ke sungai. Selain itu, data ini juga penting dalam perencanaan pengelolaan kualitas air.
Untuk mengetahui kadar amonia dalam air sungai maka diperlukan pengujian, salah satu metode yang sering digunakan yaitu pengujian menggunakan spektrofotometer. Metode ini didasarkan pada reaksi amonia dengan pereaksi tertentu yang akan menbentuk warna. Intensitas warna inilah yang akan diukur dengan spektrofotometer. Mungkin untuk penjelasan lebih lanjut tentang pengujian amonia pada air sungai menggunakan spektrofotometer akan dibahas di artikel selanjutnya.
PT. Andaru Persada Mandiri adalah distributor alat laboratorium spektrofotometer, jika anda membutuhkan spektrofotometer uv vis bisa menghubungi kami di whatsapp 087777277740 atau telepon 0251-7504679. Link alamat kami sertakan pada Google Maps.
Untuk penjelasan lebih lanjut untuk pengujian fosfor dalam tanah menggunakan spektrofotometer diartikel selanjutnya. Demikian artikel “Apa itu Amonia Pada air Sungai“, semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.




