Pengujian pestisida – Jika pada artikel sebelumnya kita sudah bahas tentang apa itu pestisida pada air sungai maka sekarang kita akan bahas bagaimana pengujian pestisida pada air sungai menggunakan GC. Pengujian pestisida dilakukan untuk mengetahui keberadaan dan kadar pestisida pada air sungai yang berasal dari aktivitas pertanian maupun industri. Air sungai sangat rentan tercemar karena fungsinya sebagai pembuangan akhir dari berbagai limpasan permukaan. Salah satu metode pengujian yang sering digunakan yaitu pengujian pestisida pada air sungai menggunakan Gas Chromatography (GC).
Prinsip pengujian Pestisida
Prinsi pengujian ini adalah memisahkan dan mendeteksi pestisida berdasarkan perbedaan volatilitas dan interaksi dengan fase diam di dalam kolom kromatografi. Pertama-tama sampel air sungai diekstraksi terlebih dahulu dengan dichloromethane (ekstraksi cair-cair). Ekstrak kemudian diuapkan dan dialirkan gas pembawa melalui kolom GC, sehingga setiap pestisida terpisah pada waktu retensi yang berbeda.
Alat dan Bahan
Peralatan yang digunakan dalam pengujian, sebagai berikut:
- Gas Chromatography (GC)
- Rotary evaporator (rotavap)
- Corong pisah
- Labu erlenmeyer
- Labu lemak
- Gelas ukur
- Gelas piala
- Pipet mikro
- Syringe
- Vial
Bahan yang digunakan dalam pengujian, sebagai berikut:
- Asam sulfat
- Natrium sulfat anhidrat
- Dichloromethane
- Aquades
- Natrium hidroksida
Cara Kerja Pengujian Pestisida
Berikut ini tahap-tahap pembuatan kurva standar
- Siapkan deret standar 0; 0,1; 0,5; 1; 2; 3; ;4; 5 ppm untuk masing-masing analit
- Tambahkan 10 μL ISTD (standar internal) 100 ppm ke setiap standar yang akan diukur
- Injeksikan deret standar ke alat GC. Injeksikan pelarut metil klorida yang digunakan sebelum menginjek deret standar.
Berikut ini tahap-tahap preparasi sampel
- Siapkan sampel air dan ukur volumenya dengan gelas ukur sebanyak 100mL.
- Masukkan 100 mL sampel ke dalam corong pisah 250 mL.
- Cek pH sampel, jika pH ≥2 tambahkan H2SO4 (1:1) sampai pH sampel <2.
- Tambahkan 10 mL larutan dichloromethane ke dalam corong pisah yang berisi sampel.
- Tutup corong pisah dan kocok corong pisah selama 1-2 menit.
- Setelah dikocok, buka kran untuk membuang gas yang terbentuk.
- Biarkan lapisan organik dan air terpisah.
- Lapisan bawah adalah dichloromethane dan lapisan atas adalah air. Tampung lapisan dichloromethane ke dalam labu lemak.
- Ulangi proses ekstraksi lagi sebanyak 2x dengan 10 mL dichloromethane untuk setiap ekstraksi.
- Gabungkan ekstrak organik dari ketiga ekstaksi tersebut.
- Setelah 3x ekstraksi, tambahkan NaOH 10 N ke dalam sampel yang sebelumnya telah diekstrak sampai pH>11.
- Ekstrak sampel kembali sebanyak 3x ulangan dengan 10 mL dichloromethane.
- Tampung lapisan dichloromethane dan digabungkan dengan hasil ekstraksi sebelumnya. Dichloromethane hasil ekstrak disaring dengan kertas saring yang berisi natrium sulfat anhidrat.
- Uapkan hasil ekstraksi di rotary evaporator pada suhu 60oC sampai volume ± 5 mL.
- Pindahkan ekstrak yang tersisa ke dalam tabung reaksi berskala.
- Bilas labu lemak dengan 1 mL dichloromethane sebanyak 2x.
- Uapkan ekstrak dengan gas nitrogen sampai volume 1 mL. Jika volume kurang dari 1 mL, senyawa semivolatile bisa hilang.
- Injeksikan ke alat GC. Injeksi pelarut dichloromethane yang digunakan sebelum menginjek sampel.
Kesimpulan
Pengujian pestisida pada air sungai menggunakan Gas Chromatography merupakan metode analiss yang efektif. Metode ini mampu mengidentifikasi dan mengukur kadar pestisida dengan kadar yang rendah. Sehingga sangat sesuai untuk pemantauan kualitas air. Keunggulan lain dari alat gc ini yaitu memiliki sensitivitas yang tinggi, banyak metode standar yang tersedia. Hasil dari analisis dapat digunakan sebagai dasar dalam pengelolaan kualitas air sungai dan pengendalian pencemaran akibat penggunaan pestisida.
PT. Andaru Persada Mandiri adalah distributor alat laboratorium spektrofotometer, jika anda membutuhkan spektrofotometer uv vis bisa menghubungi kami di whatsapp 087777277740 atau telepon 0251-7504679. Link alamat kami sertakan pada Google Maps.
Demikian artikel “Pengujian Pestisida pada Air Sungai Menggunakan GC“, semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.



