Pengujian Fosfor pada Tanah Menggunakan Spektrofotometer

Pengujian Fosfor – Setelah membahas apa itu fosfor dalam tanah, langkah selanjutnya kita disini akan membahas bagaimana pengujian fosfor pada tanah menggunakan spektrofotometer.  Fosfor ini salah satu unsur hara makro esensial yang penting untuk menunjang petumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Fosfor ini sangat penting untuk proses membuatan enegri (ATP), pembentukan akar, bunga, biji, dan juga mempercepat pematangan tanaman. Meskipun kadar fosfor dalam tanah cukup tinggi, namun tidak semua dapat diserap oleh tanaman. Oleh karena itu kita perlu menguji kandungan fosfor dalam tanah untuk mengetahui kadar fosfor yang tersedia. Salah satu metode yang digunakaan yaitu pengujian menggunakan spektrofotometer.

Pengujian fosfor pada tanah menggunakan spektrofotometer
Pengujian fosfor pada tanah menggunakan spektrofotometer

Prinsip kerja Pengujian Fosfor

Pengujian fosfor pada tanah ini biasanya dilakukan dengan metode kimia, lalu diukur menggunakan alat spektrofotometer. Prinsip dasar dari pengujian ini yaitu mengektraksi fosfor dari sampel tanah menggunakan larutan pengekstrak tertentu, seperti bray, olsen, atau lainnya, tergantung dengan jenis tanahnya (asam, netral, ataupun basa). Fosfor yang telah terekstraksi lalu diwarnakan dengan cara direaksikan dengan pereaksi pembentukan warna sehingga menghasilkan senyawa yang berwarna biru.

Intensitas warna biru yang terbentuk berbanding lurus dengan konsentrasi fosfor dalam laurtan. Warna biru inilah yang akan diukur menggunakan alat spektrofotometer pada panjang gelombang 693nm. Semakin tinggi nilai absorbansi yang terbaca, semakin tinggi juga kadar fosfor dalan tanah.

Cara kerja Pengujian Fosfor

Berikut ini merupakan tahapan persiapan sampel tanah:

  1. Sampling tanah dengan kedalaman 20-30 cm.
  2. Sampel tanah disebar di atas nampan yang dilapisi plastik/kertas dan diberikan label identitas sampel.
  3. Krikil, akar, atau kotoran lainnya dibuang, dan bongkahan tanah diperkecil menggunakan tangan.
  4. Sampel yang telah bersih lalu dikeringkan diruangan khusus agar tidak terjadinya kontaminasi selama kurang lebih 1 minggu, atau dapat keringkan menggunakan oven pada suhu 40oC.
  5. Setelah kering, tanah digerus menggunakan lumpang dan alu.
  6. Saring menggunakan mesh no. 10 mm untuk mendapatkan fraksi tanah yang diinginkan.

pengujian fosfor pada tanah dapat dilakukan dengan dua metode pengujian ini, yaitu:

Metode Bray I

Cara pembuatan larutan ekstraksi bray I (0,0025 M HCL + 0,03 M NH4F), sebagai berikut:

  1. Tambahkan 25 mL 0,5 M HCL dan 15 mL 1 M NH4F ke dalam labu volumetrik 500 mL.
  2. himpitkan sampai tanda batas dengan air suling. Larutan ini stabil selama satu tahun.

Berikut tahapan pengukuran kadar fosfor menggunakan spektrofotometer:

  1. Timbang 2g sampel tanah ukuran 2mm ke dalam labu erlenmeyer 50 mL.
  2. Tambahkan 20 mL larutan ekstraksi bray I (0,025 M HCL + 0,03 M NH4F) ke dalam labu erlenmeyer.
  3. Kocok dengan mesin pengocok pada 200 rpm selama 5 menit.
  4. Saring larutan menggunakan kertas saring whatman no. 42 hingga mendapatkan larutan yang jernih.
  5. Pipet 2 mL larutan yang telah disaring dan masukan ke dalam tabung reaksi.
  6. Tambahkan 5 mL pereaksi warna (molybdenum-antimon tartrat + asam askorbat).
  7. Dikocok dan didiamkan selama 30 menit.
  8. Ukur absorbandi larutan dengan spektrofotometer dengan panjang gelobang 693nm.
  9. Pengukuran dilakukan juga terhadap laritan blanko dan standar yang telah disiapkan.

 Metode Olsen

Cara pembuatan larutan ekstraksi olsen ( 0,5 M NaHCO3 pH 8,5), sebagai berikut:

  1. Timbang 420g NaHCO3(grade komersial) dalm larutkan dengan air suling sampai 10L.
  2. Tambahkan NaOH 50% sampai larutan mencapai pH 8,5.

Berikut tahapan pengukuran kadar fosfor menggunakan spektrofotometer:

  1. Timbang 1g sampel tanah ukuran 2mm ke dalam labu erlenmeyer 50 mL.
  2. Tambahkan 20 mL larutan ekstraksi olsen(0,5 M NaHCO3 pH 8,5) ke dalam labu erlenmeyer.
  3. Kemudian dikocok selama 30 menit.
  4. Saring larutan menggunakan kertas saring whatman no. 42 hingga mendapatkan larutan yang jernih.
  5. Pipet 2 mL larutan yang telah disaring dan masukan ke dalam tabung reaksi.
  6. Tambahkan 5 mL pereaksi warna (molybdenum-antimon tartrat + asam askorbat).
  7. Dikocok dan didiamkan selama 30 menit.
  8. Ukur absorbandi larutan dengan spektrofotometer dengan panjang gelobang 693nm.
  9. Pengukuran dilakukan juga terhadap laritan blanko dan standar yang telah disiapkan.

Spektrofotometer memiliki peran penting untuk mengukur jumlah fosfor secara tepat dan akurat. Alat ini bekerja dengan cara mengukur intensitas cahaya yang diserap oleh larutan berwarna, sehingga konsentrasi fosfor dapat dihitung berdasarkan kurva standar yang dibuat dari larutan fosfor dengan konsentrasi yang diketahui.

Pengujian fosfor menggunakan spektrofotometer memiliki kelebihan yaitu memiliki ketelitian yang cukup tinggi, proses analisis yang relatif cepat, serta dapat digunakan diberbagai jenis sampel tanah. Dengan prinsip pembentukan warna dan pengukuran absorbansi, metode ini mampu memberikan informasi kuantitatif yang akurat. Informasi ini sangat berguna untuk mendukung pengelolaan tanah yang berkelanjutan serta meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk fosfor dalam bidang pertanian.

PT. Andaru Persada Mandiri adalah distributor alat laboratorium spektrofotometer, jika anda membutuhkan spektrofotometer uv vis bisa menghubungi kami di whatsapp 087777277740 atau telepon 0251-7504679. Link alamat kami sertakan pada Google Maps.

Demikian artikel Pengujian Fosfor pada tanah menggunakan spektrofotometer Organik pada Tanah, semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat