Pengujian COD – setelah kita bahas apa itu COD pada air sungai di artikel sebelum, sekarang kita akan lanjut bahas tentang pengujian COD pada air sungai menggunakan spektrofotometer. COD (Chemical Oxygen Demand) merupakan salah satu parameter penting dalam analisis kualitas air yang menunjukan jumlah oksigen yang dibutukan untuk mengoksidasi senyawa organik dan anorganik secara kimia. Pengujian COD biasanya dilakukan di labolaroium menggunakan metode oksidasi kimia dan hasilnya dianalisis menggunakan spektrofotometer untuk mendapatkan nilai yang akurat dan kuantitatif.

Prinsip pengujian COD
COD didasarkan pada proses oksidasi bahan organik dalam sampel air menggunakan oksidator kuat yaitu kaliun dikromat(K2Cr2O7) dalam suasana asam. Selama reaksi, bahan organik dioksidasi menjadi karbon dioksida (CO2) dan air (H2O), sementara ion dikromat (Cr6+) direduksi menjadi ion kromium (Cr3+). Perubahan konsentrasi ion kromium menyebabkan perubahan warna larutan, yang kemudian diukur menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang tertentu.
Sampel yang mempunyai nilai COD 100 ppm sampai 900 ppm, pengukuran absorbansi dilakukan pada panjang gelombang 600 nm. Untuk nilai COD ≤ 90 ppm pengukuran absorbansi dilakukan pada panjang gelombang 420 nm. Dan pada sampel dengan nilai lebih dari 900 ppm, dilakukan pengenceran terlebih dahulu sebelum dilakukan pengujian.
Alat dan bahan
Berikut ini alat yang digunakan dalam pengujian
- Spektrofotometer
- Digestion vessel
- Mikro Buret
- Labu ukur
- Pipet volumetrik
- Gelas piala
- Magnetic stirrer
- Timbangan analitik
Berikut ini bahan yang digunakan dalam pengujian
- Air bebas organik
- Digestion solution untuk contoh uji dengan nilai COD tinggi
Larutkan 10,216 g K2Cr2O7 (yang telah dikeringkan pada suhu 150 °C selama 2 jam) dalam labu ukur 1.000 ml dengan 500 ml air bebas organik. Tambahkan 167 ml H2SO4 pekat sedikit demi sedikit sambil didinginkan dan diaduk, kemudian tambahkan 33,3 g HgSO4. Tambahkan air bebas organik secara perlahan-lahan sambil diaduk hingga larut. Dinginkan pada suhu ruang kemudian encerkan sampai 1.000 ml dan homogenkan.
- Digestion solution untuk contoh uji dengan nilai COD rendah
Lakukan seperti poin 2 dengan jumlah K2Cr2O7 1,022 g
CATATAN
- jika selama penyimpanan pada digestion solution terbentuk endapan, maka buat larutan baru.
- Larutan pereaksi asam sulfat
Larutkan 10,12 g kristal Ag2SO4 dengan 1.000 ml H2SO4 pekat ke dalam gelas piala 1.000 ml. Aduk hingga larut.
CATATAN Proses pelarutan Ag2SO4 dalam asam sulfat dibutuhkan waktu pengadukan selama 2 hari, sehingga perlu digunakan magnetic stirer.
- Asam sulfamat
Digunakan jika ada gangguan nitrit. Tambahkan 10 mg asam sulfamat untuk setiap mg NO 2 -N yang ada dalam contoh uji.
- Larutan baku Kalium Hidrogen Phtalat (KHP) setara dengan nilai COD 500 mg ppm.
Gerus perlahan kristal KHP, lalu keringkan dalam oven pada suhu 110 °C sampai berat tetap. Larutkan 425 mg KHP ke dalam air bebas organik dan tepatkan sampai 1.000 ml. Larutan ini stabil bila disimpan dalam kondisi dingin pada temperatur ≤ 6 °C dan dapat digunakan selama tidak ada pertumbuhan mikroba.
CATATAN
- Larutan baku KHP dapat menggunakan larutan siap pakai.
Persiapan Pengujian COD
- Pembuatan larutan kerja
Buat deret larutan kerja dari larutan induk KHP dengan 1 blanko dan minimal 5 kadar yang berbeda secara proporsional yang berada pada rentang pengukuran.
- Pembuatan larutan blanko
Pembuatan larutan blanko untuk sampel dengan nilai COD 100 ppm sampai 900 ppm, sebagai berikut:
Ambil sejumlah volume air bebas organik dengan pipet sebagai pengganti sampel, tambahkan digestion solution , larutan pereaksi asam sulfat ke dalam tabung atau ampul. Larutan ini digunakan sebagai blanko pada pengukuran dengan spektrofotometer.
Pembuatan larutan blanko untuk contoh uji dengan nilai COD lebih kecil dari atau sama dengan 90 ppm, sebagai berikut:
Gunakan larutan pereaksi asam sulfat sebagai blanko pada pengukuran dengan spektrofotometer.
Cara kerja
Berikut ini adalah proses digestion
- Ambil sejumlah volume contoh uji atau larutan kerja dengan pipet atau mikro Buret , tambahkan digestion solution , larutan pereaksi asam sulfat ke dalam tabung atau ampul.
- Tutup tabung dan kocok perlahan sampai homogen.
- Letakkan tabung pada pemanas yang telah dipanaskan pada suhu 150oC ± 2oC, lakukan refluks selama 2 jam.
- Dinginkan contoh uji dan larutan kerja yang sudah direfluks sampai suhu ruang.
- Biarkan suspensi mengendap dan pastikan bagian yang akan diukur benar-benar jernih.
CATATAN selalu gunakan alat pelindung diri yang sesuai dan lakukan di ruang asam
Berikut ini adalah Pembuatan kurva kalibrasi
- Hidupkan dan optimalkan alat uji spektrofotometer sesuai petunjuk penggunaan alat untuk pengujian COD. Atur panjang gelombangnya pada 600 nm atau 420 nm
- Ukur serapan masing-masing larutan kerja kemudian catat dan plotkan terhadap kadar COD
- Buat kurva kalibrasi dari data pada poin 2 di atas, tentukan persamaan garis lurusnya dan laporkan hasil pengujian.
- Jika koefisien korelasi regreasi linier (r) < 0,995, periksa kondisi alat dan ulangi langkah 1 sampai dengan 3 hingga diperoleh nilai koefisien r ≥ 0,995.
Tahap – tahap pengukuran sampel, sebagai berikut:
- Gunakan larutan blanko untuk mendapatkan nilai absorbansi nol
- Ukur serapan contoh uji pada panjang gelombang yang telah ditentukan (sesuai dengan rentang kadar COD pada sampel)
- Hitung nilai COD berdasarkan persamaan linier kurva kalibrasi
Kesimpulan
Nilai COD dinyatakan dalam satuam ppm atau mg/L dan dihitung berdasarkan hasil absorbansi spektrofotometer yang dikonversi melalui kurva kalibrasi. Semakin tinggi nilai absorbansi, semakin tinggi juga COD pada sampel. Kadar COD yang tinggi menunjukan tingkat cemaran organik yang lebih besar. Data COD ini juga dapat digunakan sebagai dasar evaluasi sumber pencemaran, pengendalian limbah, dan perencanaan perngelolaan kualitas air sungai. Pengujian COD secara berkala sangat penting untuk menjaga fungsi ekologis sungai, melindungi biota perairan, dan memastikan kesediaan air yang layak untuk berbagai kebutuhan manusia.
Pengujian COD dengan spektrofotometer memiliki beberapa keunggulan dalam pengujian. Metodenya ini relatif cepat dan akurat dibandingkan metoe titrasi konvensional. Sensitivitas yang tinggi untuk mendenteksi konsentrasi COD rendah hingga tinggi. Pengelolahan data mudah karena hasil dapat langsung dianalisis secara digital. Reproduksibilitas yang tinggi sehingga cocok untuk analisis rutin di labolatorium lingkungan.
PT. Andaru Persada Mandiri adalah distributor alat laboratorium spektrofotometer, jika anda membutuhkan spektrofotometer uv vis bisa menghubungi kami di whatsapp 087777277740 atau telepon 0251-7504679. Link alamat kami sertakan pada Google Maps.
Untuk penjelasan lebih lanjut untuk pengujian fosfor dalam tanah menggunakan spektrofotometer diartikel selanjutnya. Demikian artikel “Pengujian COD pada Air Sungai Menggunakan Spektrofotometer“, semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.




