CO2 Incubator – Pengertian, Fungsi dan Penggunaannya

CO2 Incubator adalah alat laboratorium yang digunakan untuk membantu pertumbuhan sel bakteri dalam bidang mikrobiologi. Alat CO2 Inkubator dapat bekerja dengan suhu yang optimal sehingga bisa menjaga kelembapan pada kultur sel. Pada artikel kali ini, penulis akan membahas beberapa point penting tentang CO2 Incubator seperti Pengertian CO2 Incubator, Fungsi CO2 Incubator, Prinsip Kerja CO2 Incubator, Jenis CO2 Incubator, Bagian CO2 Incubator, Cara Menggunakan CO2 Incubator, Cara Merawat CO2 Incubator, Kelebihan CO2 Incubator, Spesifikasi CO2 Incubator, Harga CO2 Incubator dan Tempat Jual CO2 Incubator.

PT. Andaru Persada Mandiri adalah distributor alat laboratorium yang memiliki produk CO2 Incubator ideal untuk laboratorium anda. Bagi anda yang membutuhkan alat CO2 Incubator bisa menghubungi kami via whatsapp 087777277740 atau telepon 0251-7504679. Link produk CO2 Incubator tersedia pada tautan : CO2 Incubator HF 100jual-alat-laboratorium-kontak-whatsapp-apm

ilustrasi gambar co2 incubator

Mungkin beberapa dari anda sudah ada yang tahu bentuk dan fungsi dari alat incubator. Yup, incubator adalah alat yang berperan penting dalam proses pertumbuhan kultur sel bakteri. Seperti alat laboratorium lainnya, incubator juga memiliki banyak jenis salah satunya adalah CO2 Incubator… Bagaimana bentuk nya ? Apakah fungsinya sama dengan incubator lab pada umumnya ??? Supaya lebih jelas, kita bahas yuk..

Apa itu CO2 Incubator ?

CO2 Incubator atau inkubator CO2 adalah alat laboratorium yang digunakan untuk membantu proses pertumbuhan kultur sel bakteri. Itu berarti, alat ini sangat berperan penting dalam bidang mikrobiologi. Alat CO2 Incubator mampu memberikan suhu yang konstan sehingga menghasilkan kelembapan yang baik bagi pertumbuhan bakteri.

Sesuai dengan namanya, incubator ini bekerja dengan karbon dioksida (CO2) serta kandungan oksigen lainnya. Selain itu, CO2 Incubator sering menjadi pilihan yang tepat untuk digunakan di laboratorium mikrobiologi terutama dalam lembaga penelitian.

Perlu diketahui juga nih, CO2 Incubator juga dikenal sebagai “inkubator gas” yang bekerja secara in vitro. Proses budidaya kultur sel menggunakan alat ini membutuhkan waktu beberapa minggu di mana pertumbuhan sampel dan keamanan selalu menjadi prioritas utama. Untuk menjamin kedua aspek ini, suhu, kelembaban, dan kandungan CO2 harus sesuai dengan persyaratan kultur sel setepat mungkin.

Bagaimana bentuk CO2 Incubator ?

Dibawah ini merupakan gambar CO2 Incubator yang biasa digunakan di laboratorium mikrobiologi.

ilustrasi gambar co2 incubator

Alat CO2 incubator ini memiliki interior atau bentuk yang sangat tertutup dari lingkungan yang dapat memastikan bahwa atmosfer di dalamnya tidak terpengaruh dari faktor eksternal seperti udara. Selain itu, CO2 incubator juga memiliki pintu kaca dan pintu biasa yang bisa digunakan untuk melihat sampel sel pada masa pertumbuhannya.   Bagian dalam terbuat dari bahan anti karat yang memiliki tepi dan alur yang tajam sehingga dapat menghindari tempat di mana kontaminasi dapat disembunyikan.

Fungsi CO2 Incubator

ilustrasi gambar Fungsi CO2 Incubator

Secara umum, CO2 Incubator berfungsi untuk membantu pemeliharaan kultur sel saat proses pertumbuhannya. Inkubator CO2 paling sering digunakan dalam penelitian medis dan industri farmasi. Namun, alat ini juga menyediakan kondisi steril untuk budidaya di bidang lain di mana sel harus tumbuh di lingkungan yang benar-benar bebas kuman. Selain, ada beberapa fungsi CO2 Incubator yang bisa digunakan dalam berbagai aplikasi. Apa saja sih ?? kita bahas satu persatu yaaa.

Penggunaan CO2 Incubator untuk produk rekayasa jaringan

Produk rekayasa jaringan adalah produk medis yang secara khusus dikembangkan untuk perawatan baru. Dengan pengobatan jenis baru ini, para ilmuwan berharap dapat menyembuhkan penyakit yang sebelumnya tidak dapat disembuhkan seperti tumor ganas yang serius atau gagal jantung. Alat CO2 Incubator digunakan untuk mengolah kultur sel dan jaringan dalam penelitian, pengembangan, dan jaminan kualitas produk ini.

Berikut ini contoh bagaimana inkubator CO2 digunakan dalam pengembangan produk rekayasa jaringan, antara lain:

  • Sebagai bagian dari penelitian terapi gen berbasis lipid pada model kulit manusia, inkubator BINDER CO2 digunakan untuk mengisolasi keratosit epidermal, dalam tes merah netral, dan untuk mempersiapkan keratinosit epidermal untuk transfeksi.
  • Sel untuk terapi sel diproduksi di pusat-pusat resmi. Mereka diproses oleh inkubator CO2 di kamar bersih kelas C.
  • Pusat Pengobatan Regeneratif Swiss (SCRM) di Universitas Zurich menggunakan inkubator CO2 untuk meneliti terapi berdasarkan rekayasa jaringan, yaitu budidaya jaringan dan kelompok sel. Hal ini memungkinkan jaringan hidup seperti katup jantung dan pembuluh darah ditumbuhkan dari sel punca di laboratorium.

Incubator CO2 untuk fertilisasi in vitro

Fertilisasi in vitro (IVF) menjelaskan metode pembuahan buatan yang digunakan dalam kedokteran reproduksi manusia. Aplikasi ini bertujuan untuk menyatukan sel telur dan sel sperma dalam cawan petri bersama dengan media kultur sel.

Embrio manusia kemudian mulai membuahi dan berkembang dalam inkubator CO2, sebelum ditransplantasikan ke dalam rahim setelah dua hingga tiga hari. Kondisi optimal di ruang inkubator adalah sekitar 37°C, 5 atau 6 vol. % CO2, dan kelembaban sekitar 95%. Prosesnya juga serupa dalam kedokteran hewan, misalnya dengan sapi. Oosit dimasukkan ke dalam cawan petri bersama dengan sperma dengan masa inkubasi 21 jam.

CO2 Incubator dalam diagnostik

Studi tentang kultur sel memainkan peran penting dalam analisis diagnostik patogen. Hasil yang diperoleh dari penyelidikan tersebut memungkinkan bukti yang tepat dari tingkat kebersihan untuk dirumuskan, dan tingkat resistensi biofarmasi terhadap virus untuk dievaluasi. Salah satu metode yang sering digunakan dalam konteks ini adalah sampel gesek, di mana kultur sel yang rentan terhadap virus diekspos untuk menguji fungsi biologisnya.

Inkubator CO2 dalam penelitian kanker

Seperti yang ditunjukkan oleh American Association for Cancer Research AACR18 pada tahun 2017, kemajuan besar telah dibuat di bidang penelitian kanker. Inkubator CO2 memiliki peran penting dalam menyiapkan sampel dan tes di semua bidang penelitian kanker seperti penelitian obat dan pengembangan invasi 3D, pengujian, dan biosensor – dari lapisan tunggal sederhana hingga reproduksi tumor pasien melalui kultur sel 3D model (penelitian obat dan pengembangan pengobatan).

Bagaimana Prinsip Kerja Incubator CO2 ?

Semua incubator laboratorium didasarkan pada konsep “ bahwa ketika organisme diberikan kondisi suhu, kelembaban, oksigen dan tingkat karbon dioksida yang optimal, maka mereka akan tumbuh dan membelah diri agar menghasilkan lebih banyak lagi mikroorganisme “.

Di dalam alat incubator laboratorium terdapat salah satu komponen penting yaitu “Thermostat” yang bekerja dengan mempertahankan suhu konstan yang dapat diamati dari luar alat melalui thermometer. Suhu bisa dipertahankan dengan proses pemanasan dan tanpa pemanasan.  Selama proses pemanasan, thermostat akan memanaskan incubator. Sedangkan proses yang tanpa pemanasan otomatis akan membuat incubator menjadi dingin dengan menyebarkan suhu panas ke sekitarnya.

Jenis CO2 Incubator ini bekerja untuk partikel bakteri yang membutuhkan konsentrasi CO2 5-10%. Untuk kontrol kelembaban, air disimpan di bawah kabinet incubator. Proses inkubasi menggunakan alat ini membutuhkan waktu beberapa minggu di mana pertumbuhan sampel dan keamanan selalu menjadi prioritas utama. Untuk menjamin kedua aspek ini, suhu, kelembaban, dan kandungan CO2 harus sesuai dengan persyaratan kultur sel setepat mungkin.

Bagian Bagian CO2 Incubator

Seperti pada gambar dibawah ini, alat CO2 Incubator memiliki beberapa bagian seperti pintu, control panel, cabinet, shelves/rak, thermostat, thermometer, HEPA Filter, gasket pintu asbes, thermometer L serta kontrol kelembaban dan gas. Bagaimana fungsi dari masing masing bagian tersebut ?

Pintu Incubator

ilustrasi gambar Pintu Incubator

Pintu adalah bagian utama yang terlihat pada alat CO2 Incubator. Bagian ini tentu saja berfungsi untuk menutup kabinet yang sudah terisolasi. Selain itu, pintu juga dilengkapi dengan kaca yang memberikan visualisasi interior incubator selama proses inkubasi. Di bagian depannya juga terdapat pegangan yang berfungsi untuk membuka dan menutup pintu.

Control Panel

ilustrasi gambar Control Panel

Bagian control panel terdapat dibagian atas pintu yang terdapat beberapa sakelar dan indikator. Indikator tersebut mampu mengontrol parameter alatnya. Selain itu, control panel juga mampu mengontrol thermostat incubator.

Cabinet

ilustrasi gambar cabinet

Cabinet adalah salah satu bagian dari CO2 Incubator yang memiliki dinding ganda. Bagian ini terbuat dari stainless stell dan bagian dalamnya berbahan alumunium. Diantara dinding terdapat ruang yang dilapisi bahan wol kaca untuk memberikan isolasi ke bagian unit. Selain itu , juga dilengkapi dengan proyeksi yang mampu menopang shelves/rak di dalam CO2 Incubator.

Shelves/Rak

ilustrasi gambar Shelves/Rak

Shelves atau lebih dikenal sebagai rak berbentuk persegi yang memiliki lubang. Bagian ini ukurannya sangat sesuai dengan bagian dalam alat. Rak ditempatkan di dalam ruang alat sebagai penopang dari cawan petri yang berisi media kultur. Oh iya, bagian shelves ini bisa dilepas pasang sehingga mudah dibersihkan.

Thermostat

ilustrasi gambar Thermostat

Nah, bagian ini sudah dibahas pada point fungsi incubator. Jadi, thermostat ini digunakan untuk mengatur suhu inkubator yang diinginkan. Setelah suhu yang diinginkan sudah tercapai, maka secara otomatis thermostat akan mempertahankan incubator pada suhu tersebut sampai suhu nya berubah lagi.

HEPA Filter

ilustrasi gambar HEPA Filter

Beberapa incubator canggih juga dilengkapi dengan HEPA filter yang berguna  untuk menurunkan kemungkinan kontaminasi yang disebabkan oleh aliran udara. Sebuah HEPA filter dilengkapi dengan sistem loop yang akan menyaring udara sehingga akan mengurangi terjadinya kontaminasi.

Gasket Pintu Asbes

ilustrasi gambar Gasket Pintu Asbes

Mungkin terdengar aneh ketika menyebut kata “gasket”. Ternyata, bagian ini merupakan salah satu bagian yang paling penting dalam incubator laboratorium. Bagian gasket pintu asbes ini dilengkapi dengan segel yang kedap udara antara pintu dan cabinet. Segel nantinya akan mencegah udara luar masuk ke dalam sehingga proses pertumbuhan bakteri berjalan dengan baik.

Pengontrol Kelembaban & Gas

ilustrasi gambar Pengontrol Kelembaban & Gas

Alat incubator dilengkapi dengan reservoir di bagian bawah ruang yang berisi air. Kemudian air akan  di uapkan untuk menjaga kelembaban relatif di dalam ruangan cabinet. Demikian pula, inkubator ini juga dilengkapi dengan kamar gas untuk memberikan konsentrasi CO2 yang diinginkan di dalam alat tersebut.

Thermometer L

ilustrasi gambar Thermometer L

Thermometer adalah bagian yang berada di dinding atas luar incubator. Bagian ujung termoemeter terdapat warna gradasi yang memudahkan anda dalam membaca suhu nya. Ujungnya berbentuk bola yang sedikit menonjol ke dalam incubator.

Cara Menggunakan CO2 Incubator di Laboratorium

ilustrasi gambar Cara Menggunakan CO2 Incubator

Setelah mengetahui pengertian, fungsi, prinsip kerja, dan bagian dari CO2 Incubator, sekarang kita ketahui juga yuk bagaimana cara menggunakan CO2 incubator di laboratorium.

  1. Pastikan anda menggunakan APD (alat pelindung diri) seperti sarung tangan, masker dan jas lab.
  2. Hubungan catu daya ke stop kontak listrik.
  3. Tekan tombol ON untuk menyalakan alatnya.
  4. Atur suhu dengan menekan tombol timer sesuai dengan yang diinginkan. Biasanya, proses inkubasi akan menggunakan suhu 37°C.
  5. Periksa sensor sinyal CO2. Biasanya dipertahankan sekitar 5% untuk mempertahankan pH konstan untuk pertumbuhan mikroorganisme yang ekstrem. Saat anda memeriksa sinyal sensor CO2, Anda akan mendapatkan pengukuran CO2 yang perlu ditambahkan ke chamber.
  6. Masukkan media kultur yang akan diinkubasi. Pastikan media sudah terisi di dalam cawan petri.
  7. Letakkan diatas shelves atau rak dengan cara di balik. Tutup cawan petri berada di bawah, dan bagian yang ada kulturnya dibagian atas.
  8. Selama inkubasi berlangsung, jangan membuka pintu incubator berulang kali.
  9. Proses inkubasi berlangsung selama 1×24 jam dan paling lama sekitar 48 jam.
  10. Setelah selesai, keluarkan kultur dari incubator. Lalu tekan tombol OFF untuk mematikan incubator.
  11. Cabut saklar untuk memastikan bahwa alat tersebut sudah mati. Dan bersihkan bagian rak yang digunakan sebagai tempat penyimpanan cawan media kultur.

Cara Merawat Incubator Laboratorium

Kebersihan dan kelayakan alat laboratorium akan sangat penting dilakukan. Incubator kotor pastinya berpengaruh pada hasilnya. Apalagi, proses pertumbuhan kultur bakteri memerlukan tempat yang kondisinya harus steril. Jika incubator anda jarang dibersihkan, kemungkinan proses pertumbuhan bakteri tidak berhasil atau gagal. Sayang sekali bukan ?? anda sudah berusaha melakukan inokulasi, eh hasilnya tidak sesuai…  Karena itu, sangat penting untuk mematuhi jadwal pembersihan yang ketat pada alat incubator ini. Beberapa cara yang dilakukan untuk merawat alat incubator, diantaranya :

  • Jika menggunakan chamber atau wadah yang lembab, tukar air dalam chamber seminggu sekali untuk menghindari kontaminasi.
  • Bersihkan chamber kelembaban, rak, ruang, dan bagian lain yang dapat dilepas secara perlahan. Semprotkan desinfektan secukupnya. Jangan sampai merusak kultur sel atau ruang incubator.
  • Bersihkan bagian luar alat, terutama pegangan pintu incubator.
  • Periksa catu daya untuk memastikan apakah alat tersebut terhubung ke aliran listrik atau tidak.
  • Letak incubator harus jauh dari sumber getaran seperti pengaduk, pengocok, atau lemari es karena getaran dapat mempengaruhi pertumbuhan sel.
  • Selalu bersihkan lingkungan tempat dimana alat tersebut disimpan. Agar terhindar dari debu penyebab kontaminasi.

Brand CO2 Incubator

Sebuah alat CO2 Incubator ini telah banyak dikembangkan oleh beberapa brand atau merk. Salah satu brand CO2 Incubator yang banyak direkomendasikan adalah “Heal Force”. Brand Heal Force telah mengembangkan alat hardness tester dengan tipe yang bervariasi. Dibawah ini adalah gambar alat CO2 Incubator dari brand Heal Force.

Selain itu, ada juga nih beberapa brand yang ikut mengembangkan alat CO2 Incubator, antara lain :

Biobase

Dibawah ini adalah gambar alat CO2 Incubator dari brand Biobase :

ilustrasi gambar CO2 Incubator dari brand Biobase

Labtech

Dibawah ini adalah gambar alat CO2 Incubator dari brand Labtech :

ilustrasi gambar CO2 Incubator dari brand Labtech :

Binder

Dibawah ini adalah gambar alat CO2 Incubator dari brand Binder :

ilustrasi gambar CO2 Incubator dari brand Binder

Thermo Scientific

Dibawah ini adalah gambar alat CO2 Incubator dari brand Thermo Scientific :

ilustrasi gambar CO2 Incubator dari brand Thermo Scientific

RWD

Dibawah ini adalah gambar alat CO2 Incubator dari brand RWD :

ilustrasi gambar CO2 Incubator dari brand RWD

Spesifikasi CO2 Incubator

Dibawah ini adalah spesifikasi singkat alat CO2 Incubator dari brand Heal Force :

Model HF 100
Heating System Direct heat and air jacket
Capacity 151L
Interior Type304,stainless steel
Exterior Electrolyzed galvanization
Inner Door 3(standard)
CO2 Sensor TC/IR
O2 Control Standard
Humidifying System Special designed tilted water reservoir
Humidity Sensor Standard
Shelf (Std/Max.) 3,10
Access Port Standard
De-contamination 90°C moist heat disinfection
Data Output RS232

Harga CO2 Incubator Tahun 2022

Banyaknya brand yang mengembangkan alat CO2 Incubator tentu saja membuat harga yang dipasarkan sangat bervariasi. PT. Andaru Persada Mandiri adalah distributor alat laboratorium yang menjual alat CO2 Incubator dari brand Heal Force dengan harga Mulai dari Rp. 15.000.000.

Selain itu, ada juga beberapa distributor yang menjual alat CO2 Incubtaor di marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak atau jenis pembelian online lainnya. Berikut ini rangkuman beberapa harga alat CO2 Incubator yang bisa menjadi referensi anda :

Nama Alat

Harga

CO2 Incubator dari brand Biobase Rp. 13.000.000 – Rp. 15.000.000
CO2 Incubator dari brand Labtech Rp. 12.000.000 – Rp. 18.000.000
Incubatoe CO2 dari brand Binder Rp. 14.000.000 – Rp. 25.000.000
CO2 Incubator dari brand Thermo Scientific Rp. 15.000.000 – Rp. 20.000.000
CO2 Incubator dari brand RWD Rp. 15.000.000

Dimana kita bisa membeli alat CO2 Incubator ?

ilustrasi gambar tempat jual co2 incubator

Anda bisa mendapatkan atau membeli CO2 Incubator di distributor alat laboratorium resmi salah satunya PT. Andaru Persada Mandiri. Selain itu, anda juga bisa mencari nya secara online di beberapa aplikasi marketplace seperti shopee, tokopedia, bukalapak, dan masih banyak lagi.

FAQ Tentang CO2 Incubator

Dibawah ini adalah beberapa pertanyaan beserta jawabannya tentang alat CO2 Inkubator yang sesuai dengan pembahasan diatas.

Apa yang dimaksud dengan CO2 inkubator ?

CO2 Incubator atau inkubator CO2 adalah alat laboratorium yang digunakan untuk membantu proses pertumbuhan kultur sel bakteri. Itu berarti, alat ini sangat berperan penting dalam bidang mikrobiologi.

Apa fungsi CO2 inkubator ?

Secara umum, CO2 Incubator berfungsi untuk membantu pemeliharaan kultur sel saat proses pertumbuhannya. Inkubator CO2 paling sering digunakan dalam penelitian medis dan industri farmasi.

Bagaimana penggunaan CO2 inkubator pada proses rekayasa genetik ?

  • Sebagai bagian dari penelitian terapi gen berbasis lipid pada model kulit manusia, inkubator BINDER CO2 digunakan untuk mengisolasi keratosit epidermal, dalam tes merah netral, dan untuk mempersiapkan keratinosit epidermal untuk transfeksi.
  • Sel untuk terapi sel diproduksi di pusat-pusat resmi. Mereka diproses oleh inkubator CO2 di kamar bersih kelas C.
  • Pusat Pengobatan Regeneratif Swiss (SCRM) di Universitas Zurich menggunakan inkubator CO2 untuk meneliti terapi berdasarkan rekayasa jaringan, yaitu budidaya jaringan dan kelompok sel. Hal ini memungkinkan jaringan hidup seperti katup jantung dan pembuluh darah ditumbuhkan dari sel punca di laboratorium.

Bagian apa saja yang terdapat pda alat CO2 inkubator ?

  • pintu inkubator
  • control panel
  • cabinet
  • shelves/rak
  • thermostat
  • thermometer
  • HEPA Filter
  • gasket pintu asbes
  • thermometer L
  • Alat kontrol kelembaban dan gas.

Bagaimana penggunaan alat CO2 Inkubator pada vertilasi in vitro ?

Fertilisasi in vitro (IVF) menjelaskan metode pembuahan buatan yang digunakan dalam kedokteran reproduksi manusia. Aplikasi ini bertujuan untuk menyatukan sel telur dan sel sperma dalam cawan petri bersama dengan media kultur sel.

Embrio manusia kemudian mulai membuahi dan berkembang dalam inkubator CO2, sebelum ditransplantasikan ke dalam rahim setelah dua hingga tiga hari. Kondisi optimal di ruang inkubator adalah sekitar 37°C, 5 atau 6 vol. % CO2, dan kelembaban sekitar 95%. Prosesnya juga serupa dalam kedokteran hewan, misalnya dengan sapi. Oosit dimasukkan ke dalam cawan petri bersama dengan sperma dengan masa inkubasi 21 jam.

Bagaimana cara menggunakan CO2 inkubator ?

  1. Pastikan anda menggunakan APD (alat pelindung diri) seperti sarung tangan, masker dan jas lab.
  2. Hubungan catu daya ke stop kontak listrik.
  3. Tekan tombol ON untuk menyalakan alatnya.
  4. Atur suhu dengan menekan tombol timer sesuai dengan yang diinginkan. Biasanya, proses inkubasi akan menggunakan suhu 37°C.
  5. Periksa sensor sinyal CO2. Biasanya dipertahankan sekitar 5% untuk mempertahankan pH konstan untuk pertumbuhan mikroorganisme yang ekstrem. Saat anda memeriksa sinyal sensor CO2, Anda akan mendapatkan pengukuran CO2 yang perlu ditambahkan ke chamber.
  6. Masukkan media kultur yang akan diinkubasi. Pastikan media sudah terisi di dalam cawan petri.
  7. Letakkan diatas shelves atau rak dengan cara di balik. Tutup cawan petri berada di bawah, dan bagian yang ada kulturnya dibagian atas.
  8. Selama inkubasi berlangsung, jangan membuka pintu incubator berulang kali.
  9. Proses inkubasi berlangsung selama 1×24 jam dan paling lama sekitar 48 jam.
  10. Setelah selesai, keluarkan kultur dari incubator. Lalu tekan tombol OFF untuk mematikan incubator.
  11. Cabut saklar untuk memastikan bahwa alat tersebut sudah mati. Dan bersihkan bagian rak yang digunakan sebagai tempat penyimpanan cawan media kultur.

Apa saja yang dilakukan untuk merawat alat CO2 inkubator ?

  • Jika menggunakan chamber atau wadah yang lembab, tukar air dalam chamber seminggu sekali untuk menghindari kontaminasi.
  • Bersihkan chamber kelembaban, rak, ruang, dan bagian lain yang dapat dilepas secara perlahan. Semprotkan desinfektan secukupnya. Jangan sampai merusak kultur sel atau ruang incubator.
  • Bersihkan bagian luar alat, terutama pegangan pintu incubator.
  • Periksa catu daya untuk memastikan apakah alat tersebut terhubung ke aliran listrik atau tidak.
  • Letak incubator harus jauh dari sumber getaran seperti pengaduk, pengocok, atau lemari es karena getaran dapat mempengaruhi pertumbuhan sel.
  • Selalu bersihkan lingkungan tempat dimana alat tersebut disimpan. Agar terhindar dari debu penyebab kontaminasi.

Penulis : FR

Sebagai informasi tambahan, PT. Andaru Persada Mandiri adalah distributor alat laboratorium yang menyediakan solusi lengkap kebutuhan alat laboratorium. Bagi anda yang membutuhkan alat laboratorium bisa mengunjungi alamat googlemaps, menghubungi kami via whatsapp 087777277740 atau telepon 0251-7504679. Link brand dan produk alat laboratorium tersedia pada tautan : List Brand Alat Laboratoriumjual-alat-laboratorium-kontak-whatsapp-apm

Demikian pembahasan tentang CO2 Incubator, yang berisi Pengertian CO2 Incubator, Fungsi CO2 Incubator, Prinsip Kerja CO2 Incubator, Jenis CO2 Incubator, Bagian CO2 Incubator, Cara Menggunakan CO2 Incubator, Cara Merawat CO2 Incubator, Kelebihan CO2 Incubator, Spesifikasi CO2 Incubator, Harga CO2 Incubator dan Tempat Jual CO2 Incubator. Jika berkenan silahkan mengisi kolom komentar, sekian dan terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat