Analisis Gugus Fungsi Obat menggunakan FTIR

Analisis gugus fungsi merupakan salah satu tahap penting dalam pengujian kualitas obat. Gugus fungsi adalah kelompok atom tertentu dalam suatu senyawa kimia yang menentukan sifat dan karakteristik senyawa tersebut. Dalam industri farmasi, identifikasi gugus fungsi digunakan untuk memastikan bahwa bahan aktif maupun bahan tambahan pada obat sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Kesalahan identifikasi senyawa dapat memengaruhi efektivitas, stabilitas, dan keamanan obat.

Salah satu metode yang sering digunakan untuk identifikasi gugus fungsi adalah Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Metode FTIR mampu mendeteksi ikatan kimia dalam suatu senyawa berdasarkan penyerapan radiasi inframerah. Setiap senyawa memiliki pola spektrum inframerah yang khas sehingga dapat digunakan sebagai “sidik jari” kimia suatu zat.

Analisis Gugus Fungsi Obat menggunakan FTIR
Analisis Gugus Fungsi Obat menggunakan FTIR

Pengujian FTIR banyak diterapkan pada obat tablet, kapsul, serbuk, maupun bahan baku farmasi untuk mengidentifikasi senyawa seperti alkohol, amina, ester, keton, aldehid, dan gugus fungsi lainnya. Jika dibandingkan dengan metode kromatografi, FTIR menawarkan keunggulan berupa analisis yang sangat cepat, minim preparasi sampel, dan bersifat non-destruktif (sampel dapat diselamatkan jika menggunakan teknik tertentu). Analisis ini sangat penting untuk mendeteksi adanya pemalsuan obat, degradasi zat aktif, maupun kontaminasi selama proses produksi.

Prinsip Kerja FTIR dalam Analisis Gugus Fungsi Obat

Prinsip kerja FTIR didasarkan pada fenomena absorbsi radiasi inframerah oleh molekul obat yang mengakibatkan terjadinya transisi tingkat energi vibrasi. Ketika sampel obat dipaparkan pada sinar inframerah, ikatan-ikatan kimia di dalam molekul akan menyerap energi cahaya pada frekuensi yang spesifik, yang nilainya sama dengan frekuensi getaran alami ikatan tersebut. Absorbsi energi ini menyebabkan ikatan kimia mengalami vibrasi, baik berupa getaran regangan (stretching) maupun tekukan (bending).

Tidak semua vibrasi dapat dideteksi; hanya vibrasi yang menghasilkan perubahan momen dipol netto pada molekul yang aktif secara inframerah. Sinar yang diteruskan atau dipantulkan oleh sampel kemudian ditangkap oleh detektor dalam bentuk interferogram. Melalui algoritma matematis Transformasi Fourier, sinyal interferogram yang rumit ini dikonversi menjadi spektrum FTIR yang memplot persentase transmitansi atau absorbansi terhadap bilangan gelombang(cm⁻¹).  Puncak-puncak serapan (peaks) yang muncul pada bilangan gelombang tertentu secara langsung merepresentasikan jenis gugus fungsi spesifik yang ada di dalam struktur molekul obat tersebut.

Alat dan Bahan

Peralatan yang digunakan dalam pengujian, sebagai berikut:

  • FTIR Spectrophotometer
  • Mortar dan alu
  • Timbangan analitik
  • Spatula
  • Pipet tetes
  • ATR (Attenuated Total Reflectance) atau pellet press KBr

Bahan yang digunakan dalam pengujian, sebagai berikut:

  • Sampel obat
  • Kalium bromida (KBr) jika menggunakan metode pelet
  • Etanol atau pelarut pembersih
  • Standar baku pembanding
  • Tisu bebas serat

Cara Kerja

  1. Sampel obat dihancurkan hingga menjadi serbuk halus.
  2. Sampel dipreparasi menggunakan metode ATR atau dicampur dengan KBr untuk dibuat pelet.
  3. Sampel diletakkan pada alat FTIR.
  4. Instrumen memancarkan sinar inframerah dan merekam spektrum serapan sampel.
  5. Spektrum dianalisis untuk menentukan gugus fungsi berdasarkan posisi puncak serapan.

Kesimpulan

Analisis gugus fungsi dalam obat menggunakan FTIR merupakan metode yang efektif untuk identifikasi senyawa kimia dalam bidang farmasi. FTIR bekerja dengan mendeteksi penyerapan sinar inframerah oleh ikatan kimia dalam molekul sehingga menghasilkan spektrum khas suatu senyawa. Metode ini memiliki keunggulan berupa analisis cepat, akurat, dan preparasi sampel yang sederhana. Dengan FTIR, keberadaan gugus fungsi pada obat dapat diketahui sehingga membantu pengawasan mutu, identifikasi bahan aktif, dan memastikan keamanan serta kualitas produk farmasi.

PT. Andaru Persada Mandiri adalah distributor alat laboratorium Rotary Evaporator, jika anda membutuhkan Rotary Evaporator bisa menghubungi kami di whatsapp 087777277740 atau telepon 0251-7504679. Link alamat kami sertakan pada Google Maps.

Demikian artikel Analisis Gugus Fungsi Obat menggunakan FTIR, semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat