Zat Aktif Pestisida pada Air

Zat Aktif Pestisida dalam air merupakan salah satu parameter penting yang digunakan untuk mengetahui kualitas lingkungan. Pestisida yang digunakan secara luas di bidang pertanian, perkebunan, dan pengendalian hama di rumah tangga bisa meninggalkan sisa-sisa yang terbawa ke lingkungan air seperti sungai, danau, waduk, atau air tanah.

Zat aktif pestisida adalah bagian utama dalam bahan pestisida yang berperan untuk membunuh, mengendalikan, atau menghambat pertumbuhan hama. Zat ini juga bisa terlarut, tersuspensi, atau terbawa ke dalam air. Ketika pestisida digunakan di lahan pertanian, sebagian dari bahan aktifnya bisa terbawa oleh air hujan atau air irigasi, lalu masuk ke tempat-tempat seperti sungai, danau, atau air tanah.

Penggunaan Pestisida pada tanaman
Penggunaan Pestisida pada tanaman

Kehadiran bahan aktif pestisida di dalam air sangat penting untuk diperhatikan karena bisa memengaruhi kesehatan manusia, makhluk hidup di air, serta kualitas lingkungan secara keseluruhan.

Sumber zat aktif pestisida pada air

Zat aktif pestisida pada air dapat berasal dari berbagai macam sumber, seperti:

  • Runoff (aliran permukaan) – Air hujan membawa residu pestisida dari lahan pertanian ke sungai.
  • Perkolasi ke air tanah – Zat aktif yang larut dalam air dapat meresap ke dalam tanah.
  • Drift penyemprotan – Partikel pestisida terbawa angin lalu mengendap di badan air.
  • Pembuangan limbah pertanian – Sisa pencucian alat semprot atau wadah pestisida.
  • Peresapan – Peresapan pestisida ke dalam tanah hingga mencapai air tanah
  • Dosis dan frekuensi aplikasi – Penggunaan pestisida dengan dosis dan frekuensi yang tidak sesuai.

Faktor seperti curah hujan, jenis tanah, serta sifat kimia pestisida (kelarutan dan stabilitas) sangat memengaruhi potensi pencemaran.

Dampak Zat Aktif Pestisida dalam Air

Keberadaan residu pestisida dalam air dapat menimbulkan berbagai dampak, antara lain:

Dampak terhadap lingkungan

  • Kontaminasi Air Tanah dan Permukaan
  • Gangguan Reproduksi Amfibi
  • Pestisida dengan kandungan fosfor memicu ledakan pertumbuhan alga beracun
  • Toksik terhadap ikan dan biota perairan
  • Mengganggu keseimbangan ekosistem
  • Bioakumulasi dalam rantai makanan

Dampak terhadap kesehatan manusia

Paparan dalam jangka panjang melalui air minum atau konsumsi organisme air yang tercemar dapat menyebabkan:

  • Keracunan akut
  • Gangguan sistem saraf
  • Gangguan hormon (endokrin)
  • Risiko karsinogenik pada jenis tertentu

Oleh karena itu, pemantauan rutin kualitas air sangat diperlukan untuk memastikan kadar pestisida masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan.

Pengujian menggunakan HPLC

Salah satu metode yang sering digunakan untuk mengetahui adanya zat aktif pestisida di dalam air adalah dengan menggunakan instrumen High Performance Liquid Chromatography (HPLC).

HPLC bekerja dengan cara memisahkan senyawa berdasarkan perbedaan interaksi antara fase diam (kolom) dan fase bergerak (pelarut). Detektor yang digunakan dapat disesuaikan dengan jenis senyawanya.

Beberapa contoh zat aktif yang sering ditemukan dalam pengujian air antara lain:

1. Insektisida (Pembasmi Serangga)

  • Klorpirifos
  • Malathion
  • Imidakloprid

2. Herbisida (Pembasmi Gulma)

  • Glifosat
  • Paraquat
  • Atrazin

3. Fungisida (Pembasmi Jamur)

  • Mankozeb
  • Karbendazim

Pengujian zat aktif pestisida dalam air bertujuan untuk memastikan air baku dan air minum aman untuk digunakan oleh masyarakat, memenuhi persyaratan aturan lingkungan yang berlaku, serta memantau dampak kegiatan pertanian dan industri terhadap kualitas air. Selain itu, pengujian ini juga sangat penting dalam membantu menjaga lingkungan secara berkelanjutan dengan cara memantau sisa-sisa pestisida secara rutin. Dengan memantau secara tepat dan menggunakan pestisida secara bijak, risiko pencemaran bisa ditekan sehingga kualitas lingkungan tetap terjaga.

Kandungan zat aktif pestisida dalam air merupakan parameter penting untuk memantau kualitas lingkungan, terutama di daerah pertanian. Keberadaannya bisa memberikan dampak besar terhadap lingkungan alam dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan metode analisis yang tepat dan peka seperti HPLC untuk mendeteksi serta mengukur sisa-sisa pestisida di dalam air. Dengan melakukan pengujian yang tepat, kontaminasi bisa terdeteksi lebih awal, sehingga tindakan pencegahan dan pengendalian bisa dilakukan segera.

PT. Andaru Persada Mandiri adalah distributor alat laboratorium spektrofotometer, jika anda membutuhkan spektrofotometer uv vis bisa menghubungi kami di whatsapp 087777277740 atau telepon 0251-7504679. Link alamat kami sertakan pada Google Maps.

Demikian artikel Zat Aktif Pestisida pada Air, semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat