Sekilas Tentang Cara Menggunakan Gas Chromatography

Halo sobat laborians, kembali lagi di artikel tentang Gas Chromatography atau yang biasa kita sebut GC. Di artikel sebelumnya, kita sudah membahas mengenai fungsi dan prinsip dari alat yang satu ini. Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang “Sekilas Tentang Cara Menggunakan Gas Chromatography” ya. Semua alat di dalam laboratorium, tentu memiliki prinsip kerja sebelum cara kerja. Memang apa bedanya?

cara-menggunakan-gas-chromatography-gc

Prinsip kerja adalah sebuah pedoman yang harus dituruti juga tidak boleh diganggu gugat dalam pelaksanaannya. Prinsip atau landasan tersebut yang menjadi pedoman bagi sebuah alat sebelum menerapkan cara kerja yang digunakan. Seperti Gas Chromatography ini. Sedangkan cara kerja adalah tahapan yang dilakukan untuk melakukan sesuatu agar sesuai dengan hasil yang diharapkan.

Dalam dunia pendidikan ataupun penelitian ilmu pengetahuan alam, GC sangat amat diperlukan, dalam sebuah Universitas dengan prodi Kimia, Farmasi, Biokimia, Biologi, alat yang satu ini sudah pasti ada dalam laboratorium mereka, meskipun belum semua. GC biasa digunakan sebagai instrumen analisis kimia untuk pemisahan bahan kimia dalam suatu sampel kompleks. Kromatograf gas menggunakan tabung pendek beraliran yang dikenal sebagai kolom, yang di dalamnya dialirkan gas (gas pembawa, fasa gerak) sambil membawa konstituen sampel yang mengalir dengan laju yang berbeda bergantung pada sifat fisika dan kimia komponen sampel tersebut serta interaksi spesifik dengan pengisi kolom yaitu fase diam. Setelah sampel keluar di ujung kolom, hasil pemisahan dideteksi Sebagai mahasiswa, tentulah harus mengerti dan mengetahui cara kerja dari alat ini. Langsung saja, berikut penjabarannya.

Artikel GC versi lengkap tersedia : Gas Chromatography

Sebelum mengetahui cara menggunakan gas chromatography, kita dalami dulu terkait komponen utama yang ada dalam GC ini, diantaranya tabung gas pembawa, pengontrolan aliran dan regulator tekanan, injection port (tempat injeksi cuplikan), kolom, detektor dan rekorder (pencatat). Cara pemisahan dari GC ini sebenarnya sederhana sekali, cuplikan yang akan dipisahkan diinjeksikan kedalam injektor, aliran gas pembawa yang inert akan membawa uap cuplikan kedalam kolom. Kolom akan memisahkan komponen-komponen cuplikan tersebut. Komponen-komponen yang telah terpisah tadi dapat dideteksi oleh detektor sehingga memberikan sinyal yang kemudian dicatat pada rekorder dan berupa puncak-puncak (kromatogram).

Pada artikel Cara Menggunakan Gas Chromatography ini, PT. Andaru Persada Mandiri sebagai distributor alat laboratorium menyediakan alat GC(Gas Chromatography) dan GC-MS(Gas Chromatography Mass Spectrometry) untuk kebutuhan anda. Bagi anda yang membutuhkan alat ini, silahkan menghubungi kontak kami via WhatsApp : +6287777277740 atau Telepon (0251) 7504679 ke office kami. Link produk kami sertakan disini : Jual Gas Chromatography

Hal pertama yang dilakukan yakni kita dapat mengaktifkan GC sebagai langkah awal, kemudian, dapat diikuti dengan prosedur-prosedur yang ada di bawah ini.

1. Aktifkan Un-Interrupable Power Supply (UPS)  jika ada.

2. Buka katup gas (alirka gas ke GC).

  • Gas Helium (He) sebagai pembawa.
  • Gas Nitrogen (N2) sebagai pembawa (carrier) dan sebagai make up gas.
  • Gas Hydrogen (H2) sebagai gas pembakar.
  • Gas Compress air sebagai pembakar.

3. Aktifkan komputer, sebagai sarana penyimpan data hasil penelitian.

4. Aktifkan Gas Chromatography (GC) dengan tombol on/off berada di sisi kiri bawah, tunggu hingga GC selesai initialisasi dan self test (kira-kira 2 menit).

5. Aktifkan software chemstation dengan double Program klik kiri icon instrument 1 online atau klik start Instrument 1 online chemstation.

6. Pastikan menu berada pada Load Method (Conditioning Methode) Method “ Method and Run Control” pilih metode yang diinginkan.

7. Sebelum digunakan pastikan column sudah diconditioning dengan suhu 20º C di bawah suhu maksimum kolom atau di atas suhu operasional tetapi tidak diperbolehkan melewati suhu maksimum kolom seperti yang tertera di tag kolom.

8. Conditioning GC selama 30 menit. Pilih metode yang akan digunakan untuk analisa (Methode and Run Control).

Setelah itu, sampel yang sebelumnya dideteksi akan mengeluarkan hasil dari eksperimental yang sebelumnya telah dilakukan.

Dalam praktiknya di lapangan, penggunaan alat atau instrumen GC ini biasa dikombinasikan dengan MS ( Mass Spektrometer). Jika sudah digabungkan, kegunaan alat yang kemudian menjadi GC-MS ini akan semakin kompleks nih sobat, kromatografi gas dan spektometer masa dalam banyak hal memiliki banyak keunikan juga kesamaan dalam tekniknya.

Tidak hanya keunikan tersendiri yang dimiliki masing-masing instrumen, Paduan keduanya dapat menghasilkan data yang lebih akurat dalam pengidentifikasian senyawa yang dilengakapi dengan struktur molekulnya. Kromatografi gas ini juga mirip dengan distilasi fraksional, karena kedua proses memisahkan komponen dari campuran terutama berdasarkan pada perbedaan titik didih (atau tekanan uap). Namun, distilasi fraksional biasanya digunakan untuk memisahkan komponen-komponen dari campuran pada skala besar, sedangkan GC dapat digunakan padaskala yang lebih kecil (yaitu mikro).

Untuk kedua teknik tersebut, sampel yang dibutuhkan dalam bentuk fase uap, dan keduanya jua sama-sama membutuhkan jumlah sampel yang sedikit ( umumnya kurang dari 1 ng). Disisi lain, kedua teknik tersebut memiliki perbedaan yang cukup besar yakni pada kondisi operasinya. Senyawa yang terdapat pada kromatografi gas adalah senyawa yang digunakan untuk sebagai gas pembawa dalam alat GC dengan tekanan kurang lebih 760 torr, sedangkan spketometer massa beroperasi pada kondisi vakum dengan kondisi tekanan 10-6 – 10-5 torr.

Kedua alat yang digabung ini pun memilki keunikan masing-masing dimana keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Dengan menggambungkan kedua teknik tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemamapuan dalam menganalisis sampel dengan mengambil kelebihan masing-masing teknik dan meminimalisir kekurangannya.

Dalam penggunannya, GC-MS memang sangat diperlukan ketelitian yang tinggi, karena selain harganya yang cukup tinggi dibanding instrumen laboratorium yang lain. Oleh sebab itu, dalam praktiknya di lapangan, bagi mahasiswa yang sedang melaksanakan perkuliahan maupun penelitian, harus selalu mendapat bimbingan dari praktisi yang sudah ahli di bidang tersebut. Seperti mahasiswa penelitian tugas akhir di suatu lembaga penelitian Indonesia, hal ini dilakukan guna mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Akan tetapi, hal tersebut tidak menutup kemungkinan untuk para mahasiswa dapat mengoperasikan sendiri GC-MS tersebut. Biasanya, sesudah diberi pengarahan dan pendampingan untuk beberapa kali, mahasiswa sudah dapat mengoperasikan alat ini sendiri.

Jadi, bagaimana? sudah mulai mengenali alat yang satu ini bukan! Mari kita bijak saat menggunakan alat-alat laboratorium, agar proses efektif dan efisien serta data yang dihasilkan akurat. Demikian artikel Sekilas Tentang Cara Menggunakan Gas Chromatography semoga bisa membantu anda mengetahui cara menggunakan gas chromatography. Jika diantara anda ada yang sudah ahli menggunakan ini, tolong bantu isi saran di kolom komentar ya. Salam laborians!

Ditulis oleh : DNA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat