Peran Rotary Evaporator (Rotovap) menjadi sangat vital dalam menjembatani proses ekstraksi menuju tahap deteksi menggunakan High-Performance Liquid Chromatography (HPLC). Alat ini berkerja dengan cara menguapkan pelarut pada tekanan rendah dan suhu terkontrol, sehingga senyawa PAH yang umumnya sensitif terhadap suhu tinggi tidak mengalami degradasi. Proses tersebut dilakukan untuk memekatkan senyawa PAH dalam sampel.
Proses pemekatan diperlukan karena kadar PAH dalam sampel lingkungan biasanya sangat rendah (trace level), sehingga perlu dikonsentrasikan sebelum dianalisis menggunakan HPLC agar hasil analisis lebih akurat dan sensitif.

Prinsip Kerja dan Fungsi Rotary Evaporator
Rotary evaporator bekerja dengan prinsip distilasi vakum. Dalam analisis PAH, alat ini digunakan untuk memisahkan pelarut organik dari analit PAH tanpa merusak struktur kimia senyawa tersebut. Dengan bantuan pompa vakum, tekanan di dalam sistem diturunkan sehingga pelarut seperti n-Heksana atau Diklorometana, dapat menguap pada suhu yang jauh lebih rendah dari titik didih normalnya biasanya pada suhu 35°C – 40°C. Lalu putaran labu menciptakan lapisan film tipis pada dinding kaca, yang memperluas permukaan penguapan secara signifikan dan mencegah terjadinya bumping (letupan cairan). Kemudian uap pelarut didinginkan oleh kondensor dan ditampung kembali, sementara senyawa PAH tetap tertinggal di dalam labu dalam kondisi yang jauh lebih pekat.
Rotary Evaporator dalam Preparasi PAH memiliki fungsi sebagai berikut:
- Prakonsentrasi Analit: Meningkatkan konsentrasi PAH agar berada di atas limit deteksi (Limit of Detection) detektor HPLC (UV atau Fluoresensi).
- Pertukaran Pelarut (Solvent Exchange): Mengganti pelarut ekstraksi yang non-polar dengan pelarut yang kompatibel dengan fase gerak HPLC (misal: Asetonitril).
- Efisiensi Waktu: Mempercepat penguapan volume besar hasil ekstraksi (50-200 mL) menjadi volume mikro dalam waktu singkat.
- Menjaga Stabilitas Senyawa: Mencegah degradasi termal pada senyawa PAH yang sensitif terhadap panas.
Tahapan Preparasi Sampel
- Pengambilan Sampel
Sampel disimpan dalam botol kaca berwarna gelap untuk mencegah degradasi akibat paparan cahaya. Penyimpanan dilakukan pada suhu rendah (±4°C) sesuai pedoman metode standar.
- Ekstraksi
Senyawa PAH diekstraksi menggunakan pelarut organik non-polar seperti:
- n-heksana
- diklorometana
- campuran n-heksana : aseton
Metode ekstraksi yang umum digunakan:
- Liquid-Liquid Extraction (LLE)
- Solid Phase Extraction (SPE)
- Pengeringan Ekstrak
Ekstrak dikeringkan menggunakan natrium sulfat anhidrat (Na₂SO₄) untuk menghilangkan sisa kamdungan air yang dapat mengganggu proses evaporasi dan analisis.
- Proses Evaporasi dengan Rotary Evaporator
Ekstrak hasil ekstraksi kemudian diuapkan menggunakan rotary evaporator dengan cara sebagai berikut:
- Pemasangan Labu: Pasang labu alas bulat berisi ekstrak PAH pada vapor tube.
- Rotasi: Atur kecepatan rotasi pada 100-150 rpm untuk memperluas permukaan penguapan.
- Vakum dan Suhu: Atur suhu water bath pada kisaran 35°C – 40°C. Turunkan tekanan vakum secara bertahap untuk menghindari penguapan PAH yang lebih ringan (seperti Naphthalene).
- Monitoring: Perhatikan laju kondensasi. Jika terlalu cepat, sesuaikan kevakuman agar analit tidak ikut terbawa ke labu penampung.
- Hentikan Penguapan: Jangan menguapkan hingga kering. Angkat labu saat volume tersisa sekitar 1–2 mL. Menguapkan hingga kering kerontang akan menyebabkan PAH menempel pada dinding labu dan sulit dilarutkan kembali.
- Pembilasan: Bilas dinding labu dengan pelarut (misalnya n-heksana atau asetonitril) agar seluruh residu PAH terkumpul.
- Final Volume: Jika diperlukan, lakukan pemekatan lanjutan menggunakan aliran gas nitrogen hingga volume akhir ±1 mL, lalu pipet ke dalam vial HPLC.
- Analisis Menggunakan HPLC
Sampel yang telah dipreparasi kemudian diinjeksikan ke sistem HPLC yang dilengkapi dengan kolom C18. Detektor yang umum digunakan adalah Fluorescence Detector (FLD) karena sensitivitasnya yang sangat tinggi terhadap struktur cincin aromatik PAH
Metode ini memiliki sensitivitas tinggi terhadap senyawa PAH, terutama ketika dikombinasikan dengan tahap pemekatan yang optimal.
Kelebihan peran Rotary Evaporator pada PAH
- Recovery Tinggi: Meminimalkan kehilangan analit volatil dibandingkan penguapan terbuka.
- Presisi Kuantitatif: Memungkinkan pengaturan volume akhir yang lebih akurat untuk perhitungan konsentrasi.
- Keamanan Laboratorium: Uap pelarut organik yang berbahaya ditangkap oleh kondensor, tidak terlepas ke udara bebas.
Rotary evaporator bukan sekadar alat “pendukung”, melainkan titik penentu apakah PAH yang ada di sampel lingkungan bisa “terlihat” oleh HPLC atau tidak. Tanpa tahap pemekatan yang presisi ini, deteksi PAH menggunakan HPLC akan sulit dilakukan karena konsentrasi sampel yang terlalu encer. Rotovap memastikan bahwa analit terkonsentrasi secara efektif tanpa merusak struktur kimia senyawa, sehingga data yang dihasilkan HPLC akurat dan reliabel.
Peran rotary evaporator (rotovap) pada pengujian Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAH) ini sangat kursial dalam preparasi sampel. Karena PAH biasanya ditemukan dalam konsentrasi sekelumit (trace level) pada matriks lingkungan, rotovap digunakan untuk menjembatani tahap ekstraksi dan tahap injeksi ke High-Performance Liquid Chromatography (HPLC).
PT. Andaru Persada Mandiri adalah distributor alat laboratorium Rotary Evaporator, jika anda membutuhkan Rotary Evaporator bisa menghubungi kami di whatsapp 087777277740 atau telepon 0251-7504679. Link alamat kami sertakan pada Google Maps.
Demikian artikel “Peran Rotary Evaporator dalam Pengujian PAH” semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.




