Pengujian SO2 – jika diartikel sebelumnnya kita sudah bahas tentang apa itu sulfur dioksida pada udara, sekarang kita akan bahas bagaimana pengujian sulfur dioksida pada udara menggunakan spektrofotometer. Sulfur dioksida (SO2) merupakan gas pencemar udara yang dihasilkan dari aktivitas industri, pembakaran bahan bakar fosil dan proses alam. Keberadaan SO2 di udara dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan maupun kesehatan manusia. Maka dari itu perlunya pemantauan kualitas udara secara rutin. Salah satu pengujian yang sering digunakan di labolatorium yaitu pengujian menggunakan spektrofotometer.

Prinsip Pengujian SO2
Gas sulfur dioksida (SO2) diserap dalam larutan penjerap tetrakloromerkurat membentuk senyawa kompleks diklorosulfonatomerkurat. Dengan menambahkan larutan pararosanilin dan formaldehida ke dalam senyawa diklorosulfonatomerkurat maka terbentuk senyawa pararosanilin metil sulfonat yang berwarna ungu. Konsentrasi larutan di ukur pada panjang gelombang 550 nm.
Alat dan bahan
Alat yang digunakan dalam pengujian, sebagai berikut
- Peralatan pengambilan sampel SO2
- Labu ukur
- Pipet volumetrik
- Gelas ukur
- Gelas piala
- Spektrofotometer
- Timbangan analitik
- Buret
- Labu erlenmeyer asah bertutup
- Oven
- Kaca arloji
- Botol reagen
Berikut ini bahan yang digunakan dalam pengujian
- Larutan penjerap tetrakloromerkurat (TCM) 0,04 M
- Larutan natrium metabisulfii (Na2S2O5)
- Larutan Iod (I2) 0,1 N
- Larutan indicator kanji
- Larutan asam klorida (HCl) (1:1)
- Larutan natrium tiosulfat (Na2S2O3) 0,1 N
- Larutan asam sulfamat (NH2SO3H) 0,6% b/v
- Larutan asam fosfat (H3PO4) 1 M
- Larutan induk pararosanilin hidroklorida (C19H17N3.HCl) 0,2%
- Larutan formaldehida (HCHO) 0,2% v/v
- Larutan penyangga asetat 1 M (pH = 4,74).
Cara kerja pengujian SO2
Pengambilan Sampel
- Susun peralatan pengambilan sampel dan tempatkan pada posisi dan lokasi pengukuran menurut metode penentuan lokasi pengambilan sampel pemantauan kualitas udara ambien sesuai SNI 7119.6.
- Masukkan larutan penjerap SO2 sebanyak 10 mL ke masing-masing botol penjerap. Lindungi botol penjerap dari sinar matahari langsung dengan alumunium foil.
- Hidupkan pompa penghisap udara dan atur kecepatan alir 0,5 L/menit, setelah stabil catat laju alir awal dan pantau laju alir udara sekurang-kurangnya 15 menit sekali.
- Lakukan pengambilan contoh uji selama 1 jam dan catat temperatur serta tekanan udara.
- Setelah 1 jam matikan pompa penghisap.
- Diamkan selama 20 menit setelah pengambilan contoh uji untuk menghilangkan pengganggu.
CATATAN Sampel dapat stabil selama 24 jam, jika disimpan pada suhu 5 °C dan terhindar dari sinar matahari
Pengukuran Deret Larutan Standar
- Optimalkan alat spektrofotometer sesuai petunjuk penggunaan alat
- Buat deret larutan standar dalam labu takar 25 mL dengan 1 (satu) blanko dan minimal 3 (tiga) kadar yang berbeda secara proporsional dan berada pada rentang pengukuran, dimana standar larutan kerja terendah mendekati LoQ (limit of Quantitaion)
- Tambahkan larutan penjerap sampai volume 10 mL
- Tambahkan 1 mL larutan asam sulfamat 0,6 % dan tunggu sampai 10 menit
- Tambahkan 2 mL larutan formaldehida 0,2 % dan 5 mL larutan pararosanilin, diamkan selama 30 menit
- Tepatkan dengan air bebas mineral sampai volume 25 mL, lalu homogenkan
- Ukur serapan masing-masing larutan standar dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 550 nm paling lama 30 menit setelah proses homogenisasi.
- Buat kurva kalibrasi antara serapan dengan jumlah SO2 (µg)
Pengukuran Sampel
- Pindahkan larutan sampel ke dalam labu takar 25 mL dan bilas impinger dengan 5 mL air bebas mineral
- Diamkan selama 20 menit
- Tambahkan 1 mL larutan asam sulfamat 0,6 % dan tunggu sampai 10 menit
- Tambahkan 2 mL larutan formaldehida 0,2 % dan 5 mL larutan pararosanilin, diamkan selama 30 menit
- Tepatkan dengan air bebas mineral sampai volume 25 mL, lalu homogenkan
- Ukur serapan masing-masing larutan standar dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 550 nm paling lama 30 menit setelah proses homogenisasi.
- Baca serapan contoh uji kemudian hitung konsentrasi dengan menggunakan kurva kalibrasi
- Lakukan langkah poin 2 samapi 6 untuk pengujian blanko dengan menggunakan 10 mL larutan penjerap.
Kadar sulfur dioksida dihitung menggunakan kurva kalibrasi dari larutan standar. Hasil analisis dinyatakan dalam satuan µg/m3 atau ppm.
Pengujian sulfur dioksida pada udara menggunakan spektrofotometer merupakan metode analisis yang efektif untuk pemantuan kualitas udara. Metode ini bekerja berdasarkan pembentukan senyawa berwarna dari hasil reaksi sulfur oksida dengan pararosanilin dan formaldehida, yang kemudian diukur absorbansinya menggunakan spektrofotometer. Hasil pengujian digunakan untuk menentukan konsentrasi SO2 di udara dan memastikan gas tersebut tidak melebihi baku mutu lingkungan. metode ini terdapat kelebihan seperti, sensitivitas tinggi, akurasi dan presisi yang baik, relatif sederhana dan mudah diterapkan di labolatorium.
PT. Andaru Persada Mandiri adalah distributor alat laboratorium spektrofotometer, jika anda membutuhkan spektrofotometer uv vis bisa menghubungi kami di whatsapp 087777277740 atau telepon 0251-7504679. Link alamat kami sertakan pada Google Maps.
Untuk penjelasan lebih lanjut untuk pengujian fosfor dalam tanah menggunakan spektrofotometer diartikel selanjutnya. Demikian artikel “Pengujian SO2 pada Udara Menggunakan Spektrofotometer“, semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.




