Pengujian Amonia pada Tanah Menggunakan Spektrofotometer

Pengujian Amonia – Setelah tadi kita bahas apa itu amonia dalam tanah, sekarang kita akan bahas bagaimana pengujiannya. Amonia ini merupakan salah satu bentuk nitrogen yang penting dalam tanah, keberadaan amonia pada tanah perlu dikontrol, karena jika kadar terlalu tinggi akan berdampak negatif bagi tanaman dan lingkungan. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian amonia dalam tanah untuk mengetahui kadar amonia. Salah satu analisis yang sering digunakan di labolatorium adalah metode spektrofotometri karena bersifat sensitif, relatif cepat dan dapat memberikan hasil kuantitatif yang akurat.

Pengujian Amonia pada Tanah Menggunakan Spektrofotometer
Pengujian Amonia pada Tanah Menggunakan Spektrofotometer

Prinsip Pengujian Amonia Menggunakan Spektrofotometer

Pengujian amonia menggunakan spektrofotometer memiliki prinsip pengukuran intensitas cahaya yang diserap oleh larutan berwarna. Amonia dalam tanah akan direaksikan dengan pereaksi tertentu sampai membentuk semyawa berwarna. Intensitas warna yang terbentuk berbanding lurus dengan kadar amonia dalam tanah. Kemudian spektrofotometer akan digunakan untuk mengukur nilai absorbansi larutan tersebut dengan panjang gelombang tertentu.

Salah satu metode yang sering digunakan adalah metode fenat, yang dimana amonia direaksikan dengan fenol, natrium nitroprussid dan pengoksidasi (natrium hipoklorit) dalam suasana basa, akan membentuk warna biru. Warna biru inilah yang akan diukur menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 640nm.

Cara Kerja Pengujian Amonia Menggunakan Spektrofotometer

Berikut ini adalah tahapan persiapan sampel tanah:

  1. Sampling tanah dengan kedalaman  20-30 cm.
  2. Sampel tanah disebar di atas nampan yang dilapisi plastik/kertas dan diberikan label identitas sampel.
  3. Krikil, akar, atau kotoran lainnya dibuang, dan bongkahan tanah diperkecil menggunakan tangan.
  4. Sampel yang telah bersih lalu dikeringkan diruangan khusus agar tidak terjadinya kontaminasi selama ± 1 minggu, atau dapat keringkan menggunakan oven pada suhu 40oC.
  5. Setelah kering, tanah digerus menggunakan lumpang dan alu.
  6. Saring menggunakan mesh no. 10 mm untuk mendapatkan fraksi tanah yang diinginkan.
  7. Tanah ukuran 2mm lanjut dihaluskan kembali.
  8. Saring dengan mesh no. 35mm untuk mendapatkan tanah ukuran 0,5mm.

Berikut ini adalah tahapan pengukuran amonia dalam tanah menggunakan spektrofotometer:

  1. Timbang 5 g tanah ukuran 0,5mm ke dalam erlenmeyer asah.
  2. Tambahkan 100 mL larutan KCL 1M, kocok kuat untuk mengekstraksi amonia ke dalam larutan
  3. Saring larutan menggunakan kertas saring hingga mendapatkan ekstaks yang jernih
  4. Pipet 25 mL ekstrak yang jernih kedalam erlenmeyer.
  5. Tambahkan 1 mL larutan fenol dan homogenkan
  6. Tambahkan 1 mL larutan natrium nitroprussid dan homogenkan.
  7. Tambahkan 2,5 mL larutan pengoksidasi (natrium hipoklorit) dan homogenkan.
  8. Tutp erlenmeyer dengan plastik atau parafin film
  9. Biarkan selama 1 jam untuk pembentukan warna
  10. Ukur absorbansi larutan dengan spektrofotometer dan panjang gelombang 640nm.
  11. Pengukuran dilakukan juga terhadap latutan blanko dan standar yang telah disiapkan.

Nilai absorbansi yang dihasilkan lalu dikonversi menjadi konsentrasi amonia menggunakan persamaan garis dari kurva standar. Hasil analisis yang didapat biasanya dinyatakan dalam satuan mg/kg tanah atau mg/L larutan ekstraks. Nilai tersebut dapat digunakan untuk melihat nilai ketersediaan nitrogen dalam tanah dan menentukan kebutuhan pemupukan yang sesuai.

Kesimpulan

Kadar amonia dalam tanah menunjukan pentingnya mengenai status nitrogen yang tersedia. Kadar amonia yang rendah menunjukan bahwa tanah kekurangan nitrogen, dan jika kadar amonia yang terlalu tinggi dapat menimbulkan gangguan bagi tanaman dan potensi kehilangan nitrogen melalui penguapan. Maka dari itu, hasil pengujian amonia perlu dianalisis secara detail dengan memperhatikan karakteristik tanah dan kebutuhan nutrisi tanaman.

Menggunakan metode spektrofotometri ini memiliki bererapa kelebiban, yaitu sensitivitas yang tinggi, relatif cepat, serta kemampuan untuk mengalisis banyak sampel dalam waktu singkat. Metode ini juga cocok digunakan untuk analisis rutin di labolatorium lingkungan karena hasilnya cukup akurat dan dapat diulang.

PT. Andaru Persada Mandiri adalah distributor alat laboratorium spektrofotometer, jika anda membutuhkan spektrofotometer uv vis bisa menghubungi kami di whatsapp 087777277740 atau telepon 0251-7504679. Link alamat kami sertakan pada Google Maps.

Untuk penjelasan lebih lanjut untuk pengujian fosfor dalam tanah menggunakan spektrofotometer diartikel selanjutnya. Demikian artikel Pengujian Amonia pada Tanah Menggunakan Spektrofotometer, semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat