Pengujian amonia pada air sungai menggunakan spektrofotometer

Pengujian amonia – kalau sebelum kita udah bahas apa itu amonia pada air sungai, sekarang kita akan bahas bagaimana pengujian amonia pada air sungai menggunakan spektrofotometer. Amonia pada air sungai merupakan senyawa nitrogen yang biasanya berasal dari proses penguraian bahan organik, aktivitas mikroorganisme, dan limbah dosmetik dan industri. Keberadaan amonia ini sebagai indikator pencemaran air karena keberadaanya bahan organik dan lainnya. Untuk mengetahui kadar amonia dengan akurat maka diperlukan pengujian dilabolatorium, salah satu nya yaitu pengujian menggunakan spektrofotometer.

Pengujian amonia pada air sungai menggunakan spektrofotometer.
Pengujian amonia pada air sungai menggunakan spektrofotometer.

Metode pengujian amonia

Pengujian amonia ini memiliki dua metode yaitu metode fenat dan metode nessler. Perbedaan dua metode ini berada pada reagen yang gunakan dan warna yang terbentuk. Metode fenat menggunakan reagen fenol-hipoklorit yang membentuk warna biru. Metode nessler menggunakan reagen nessler yang mengandung merkuri yang membentuk warna kuning.  Dan juga pada keamanannya, metode fenat lebih sering gunakan karena lebih aman dari metode nessler yang mengandung merkuri berbahaya.

Penggunaan metode nessler ini telah dibatasi karena pereaksi nessler yang mengandung merkuri yang bersifat toksik dan berbahaya bagi lingkungan. Dengan karena itu disini kita hanya membahas tentang pengujian amonia pada air sungai menggunakan spektrofotometer dengan metode fenat

Prinsip metode fenat

Prinsip metode fenat didasarkan pada reaksi amonia dengan fenol – hipoklorit dengan suasana asam yang dikataliskan oleh natrium nitroprusida. Reaksi ini akan menghasilkan senyawa berwarna biru yang dikenal sebagai indofenol. Intensitas warna biru yang terbentuk berbanding lurus dengan kadar amonia di dalam sampel air sungai. Warna biru tersebut yang akan diukur menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 640nm. Nilai absorbansi yang didapat akan digunakan untuk menghitung kadar amonia secara kuantitatif melalui perbandingan dengan larutan standar.

Alat dan Bahan

Berikut ini alat yang digunakan dalam pengujian amonia:

  1. Spektrofotometer
  2. Timbangan analitik
  3. Erlenmeyer 50 mL
  4. Labu ukur 100 mL, 500 mL, 1000 mL
  5. Gelas ukur 25 mL
  6. Pipet volumetrik 1 mL, 2 mL, 3 mL dan 5 mL
  7. Pipet ukur 10 mL dan 100 mL
  8. Gelas kimia 1000 mL

Berikut ini bahan yang digunakan dalam pengujian amonia:

  1. Amonia klorida (NH4CL)
  2. Larutan fenol (C6H5OH)

Campurkan 11,1 mL fenol yang dicairkan dengan etil alkohol 95% didalam labu ukur 100 mL, dan tambahkan etil alkohol 95% sampai tanda tera dan dihomogenkan.

CATATAN Larutan ini harus disiapkan setap minggu

  1. Larutan Natrium nitroprusida (C5FeN6Na2O) 0,5%

Larutkan 0,5 g natrium nitroprusid dalam 100 mL aquades dan dihomogenkan.

CATATAN Larutan ini tanahn samapai 1 bulan apabila disimpan dalam botol gelap.

  1. Larutan alkali sitrat (C6H5Na307)

Larutkan 200 g trinatrium sitrat dan 10 g NaOH, masukkan ke dalam labu ukur 1000 mL, tepatkan dengan air suling sampai tanda tera dan dihomogenkan.

  1. Natrium hipoklorit (NaClO) 5%

Larutkan 5 g Natrium hipoklorit dalam 100 mL aquades dan dihomogenkan.

  1. Larutan pengoksidasi

Campur 100 mL larutan alkalin sitrat dengan 25 mL natrium hipoklorit dan homogenkan.

CATATAN Larutan ini harus dipersiapkan setiap kali sebelum pengujian.

Persiapan pengujian amonia pada air sungai 

Cara pembuatan larutan induk amonia 1000 mg N/L, sebagai berikut:

  1. Larutkan 3,819 g amonium klorida (telah dikeringkan pada suhu 100°C) dalam labu ukur 1000 mL.
  2. Encerkan dengan air suling sampai tanda tera kemudian dihomogenkan.

Berikut ini adalah pembuatan larutan baku amonia 100 mg N/L:

  1. Pipet 10 mL larutan induk amonia 1000 mg N/L dan masukkan ke dalam labu ukur 100 mL.
  2. Tambahkan air suling sampai tepat pada tanda tera dan dihomogenkan.

Cara pembuatan larutan baku amonia 10 mg N/L, sebagai berikut:

  1. Pipet 10 mL larutan baku amonia 100 mg N/L dan masukkan ke dalam labu ukur 100 mL
  2. Tambahkan air suling sampai tepat pada tanda tera dan dihomogenkan.

Berikut ini adalah Pembuatan larutan kerja amonia:

  1. pipet 0,0 mL; 1,0 mL; 2,0 mL; 3,0 mL dan 5,0 mL larutan baku amonia 10 mg N/L dan masukkan masing-masing ke dalam labu ukur 100 mL.
  2. Tambahkan air suling sampai tepat pada tanda tera sehingga diperoleh kadar amonia 0,0 mg N/L; 0,1 mg N/L; 0,2 mg N/L; 0,3 mg N/L dan 0,5 mg N/L.

Pembuatan kurva kalibrasi, sebagai berikut:

  1. Optimalkan alat spektrofotometer sesuai dengan petunjuk alat untuk pengujian kadar amonia.
  2. Pipet 25 mL larutan kerja dan masukkan masing-masing ke dalam erlenmeyer.
  3. Tambahkan 1 mL larutan fenol dan dihomogenkan.
  4. Tambahkan 1 ml natrium nitroprusid, dihomogenkan.
  5. Tambahkan 2,5 ml larutan pengoksidasi, dihomogenkan.
  6. Tutup erlenmeyer tersebut dengan plastik atau parafin film.
  7. Biarkan selama 1 jam untuk pembentukan warna.
  8. Masukkan ke dalam kuvet pada alat spektrofotometer, baca dan catat absorbansi pada panjang gelombang 640 nm.
  9. Buat kurva kalibrasi dari data absorbansi di atas dan atau tentukan persamaan garis lurusnya.

Pengukuran amonia dalam air menggunakan spektrofotometer

  1. pipet 25 ml contoh uji masukkan ke dalam erlenmeyer 50 mL.
  2. Tambahkan 1 mL larutan fenol, dihomogenkan.
  3. Tambahkan 1 mL natrium nitroprusid, dihomogenkan.
  4. Tambahkan 2,5 mL larutan pengoksidasi, dihomogenkan.
  5. Tutup erlenmeyer tersebut dengan plastik atau parafin film.
  6. Biarkan selama 1 jam untuk pembentukan warna.
  7. Masukkan ke dalam kuvet pada alat spektrofotometer, baca dan catat serapannya pada panjang gelombang 640 nm.

Hasil pengukuran kemudian diolah untuk mendapatkan nilai konsentrasi amonia dalam satuan mg N/L.

Pengujian amonia menggunakan metode spktrofotometri memiliki beberapa keunggulan dalam pengujian amonia pada air sungai. Metode ini relatif sederhana, memiliki sensitivitas yang baik dan mampu mendeteksi amonia dalam konsentrasi rendah. Selain itu juga hasil pengujian cukup akurat dan dapat digunakan untuk pemantauan kualitas air secara rutin.

Spektrofotometer juga banyak digunakan di labolatrorium lingkungan karena prosedurnya yang terstandar dan dapat diaplikasikan pada bebagai jenis sampel air.

PT. Andaru Persada Mandiri adalah distributor alat laboratorium spektrofotometer, jika anda membutuhkan spektrofotometer uv vis bisa menghubungi kami di whatsapp 087777277740 atau telepon 0251-7504679. Link alamat kami sertakan pada Google Maps.

Untuk penjelasan lebih lanjut untuk pengujian fosfor dalam tanah menggunakan spektrofotometer diartikel selanjutnya. Demikian artikel Pengujian Amonia pada Tanah Menggunakan Spektrofotometer, semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat