Nitrit (NO2–) dalam sungai merupakan salah satu bentuk senyawa nitrogen yang keberadaannya perlu diperhatikan saat pemantauan kualitas perairan. Keberadaan nitrit di air sungai umumnya berkaitan dengan proses siklus nitrogen, khususnya sebagai senyawa antara oksidasi amonia menjadi nitrat. Dalam kondisi alami, kadar nitrit di perairan relatif rendah karena sifatnya yang tidak stabil dan mudah teroksidasi lebih lanjut menjadi nitrat. Nitrit biasanya berasal dari penguraian limbah organik (amonia), kotoran manusia, hewan, dan pupuk pertanian. Kadar nitrit yang tinggi dapat mengakibatkan kerusakan ekosistem dan gangguan kesehatan.

Sumber Nitrit pada Air Sungai
- Alami – dekomposisi bahan organik dan proses siklus nitrogen di mana bakteri tertentu memfiksasi nitrogen dan mengubah menjadi senyawa nitrogen yang bisa masuk ke perairan
- Limbah domestik– air buangan toilet, dan sisa organik dari rumah tangga kaya akan amonia dan nitrogen
- Limbah industri – buangan limbah tertentu dapat meningkatkan kadar nitrit di sungai
- Pertanian – limbah pupuk nitrogen sintetik maupun organik.
Dampak Kadar Nitrit Berlebih
Menurut PP No. 22 Tahun 2021 standar baku mutu nitrit <1 mg/L (ppm). Jika kadar nitrit lebih dari 1 mg/L (ppm) maka akan memberikan dampak bagi ekosistem sungai dan kesehatan manusia.
Dampak pada ekosistem sungai, yaitu :
Indikasi pencemaran – Sering kali menjadi tanda adanya pencemaran organik yang telah mengalami proses degradasi.
Gangguan keseimbangan – Keberadaan nitrit menunjukkan perubahan siklus nitrogen yang bisa memengaruhi kualitas air secara keseluruhan.
Gangguan Keseimbangan – Meskipun nitrit sendiri bukan nutrisi utama pemicu eutrofikasi seperti nitrat/fosfat, keberadaannya menunjukkan perubahan siklus nitrogen yang bisa memengaruhi kualitas air secara keseluruhan, termasuk kadar oksigen terlarut, terutama dalam kondisi anaerobik.
Dampak pada Kesehatan Manusia:
Methemoglobinemia – Nitrit mengoksidasi hemoglobin menjadi methemoglobin, yang tidak dapat mengikat oksigen, menyebabkan kekurangan oksigen di tubuh (hipoksia).
Gejala Akut – Penurunan tekanan darah (hipotensi), mual, muntah, sakit kepala, penglihatan kabur, kejang, hingga kelumpuhan.
Risiko Kanker – Nitrit dapat bereaksi membentuk nitrosamin, senyawa yang bersifat karsinogenik dan meningkatkan risiko kanker saluran pencernaan.
Gangguan Saraf – Menyebabkan penurunan kesadaran.
Kesimpulan
Pemantauan kadar nitrit pada air sungai sangat penting untuk mengetahui kondisi kualitas perairan dan tingkat kecemarannya. Data kadar nitrit dapat digunakan untuk menilai tingkat pencemaran, mengevaluasi sumber limbah, dan menentukan langkah yang tepat untuk menjaga kelestarian lingkungan perairan.
Salah satu metode yang umum digunakan untuk pengujian nitrit dalam air adalah menggunakan alat spektrofotometer. Metode ini didasarkan pada reaksi nitrit dengan pereaksi tertentu yang membentuk senyawa berwarna. Intensitas warna ini yang akan diukur menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang tertentu. Untuk penjelasan lebih lanjut tentang pengujian nitrit akan dibahas di artikel pengujian nitrit pada air sungai menggunakan spektrofotometer.
PT. Andaru Persada Mandiri adalah distributor alat laboratorium spektrofotometer, jika anda membutuhkan spektrofotometer uv vis bisa menghubungi kami di whatsapp 087777277740 atau telepon 0251-7504679. Link alamat kami sertakan pada Google Maps.
Demikian artikel “Apa itu Nitrit pada Air Sungai“, semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.




