Fosfat pada air sungai merupakan parameter penting dalam pemantuan kualitas perairan karena perannya sebagai unsur hara yang dibutuhkan oleh organisme air. Fosfat adalah senyawa kimia yang mengandung unsur fosfor (P) dalam bentuk ion fosfat (PO43-) yang dapat ditemukan secara alami maupun karena aktivitas manusia di sekitar perairan. Secara alami, fosfat berasal dari pelapukan batuan, erosi tanah, dan penguraian bahan organik. Peningkatan kadar fosfat pada air sungai biasanya dipengaruhi oleh aktivitas manusia, seperti limbah domestik, buangan industri, dan limpasan pupuk pertanian. Keberadaannya diukur sebagai PO43- (ortofosfat) dan sering dianalisis menggunakan spektrofotometer, dengan batas baku mutu 0,2 ppm untuk menjaga kualitas air sungai.

Sumber dan Peran Fosfat
Berikut ini adalah sumber-sumber fosfat:
- Alami – Pelapukan batuan, erosi tanah dan pengurian bahan organik.
- Limbah Domestik – Detergen, sisa makanan dan limbah domestik lainnya yang mengandung fosfat.
- Pertanian – Limpasan dari lahan pertanian yang menggunakan pupuk fosfat.
- Limbah Industri – Pengelolaan limbah yang kurang optimal sebelum dibuang ke perairan.
Peran penting fosfat sebagai berikut:
- Nutrisi Vital – Fosfat adalah nutrisi penting untuk pertumbuhan alga (fitoplankton) dan tanaman air lainnya, menjadi dasar rantai makanan di perairan.
- Pakan Alami – Fitoplankton yang tumbuh dari fosfat menjadi sumber pakan alami bagi larva dan biota air lainnya.
Dampak Kelebihan Fosfat
Baku mutu fosfat untuk air sungai di Indonesia diatur dalam PP No. 22 Tahun 2021, dengan batas maksimum 0,2 ppm untuk air kelas 2 (untuk keperluan air baku konsumsi dan kehidupan biota), namun ambang batas bisa berbeda tergantung kelas air sungai. Jika kadar fosfat lebih dari 0,2 ppm maka akan terdampak pada ekosistem perairan, seperti:
- Eutrofikasi – Pertumbuhan alga dan tanaman air yang sangat cepat (algae bloom).
- Penurunan Oksigen Terlarut (DO) – Saat alga mati dan membusuk, bakteri pengurai mengonsumsi banyak oksigen, menyebabkan hipoksia (kekurangan oksigen) dan kematian ikan.
- Toksin Berbahaya – Pertumbuhan alga biru-hijau (cyanobacteria) yang beracun dapat berbahaya bagi manusia dan hewan.
- Menghambat Sinar Matahari – Lapisan alga yang tebal menghalangi sinar matahari mencapai tumbuhan bawah, mengganggu ekosistem dasar.
- Kerusakan Ekosistem – Sinar matahari terhalang, mengubah habitat bentik, dan berpotensi menimbulkan racun alga.
- Kualitas Air Menurun – Air menjadi keruh, berbau, dan rasanya berubah (pahit)
Pemantuan kadar fosfat pada air sungai sangat penting untuk melihat kualitas dan tingkat pencemaran yang terjadi. Data fosfat dapat digunakan untuk dasar evaluasi sumber pencemaran, efektivitas pengelolaan limbah, serta perencanaan pengendalian kualitas air. Informasi ini juga berperan penting dalam upaya perlindungan dan pelestarian ekosistem perairan sungai.
Salah satu metode yang umum digunakan untuk menentukan kadar fosfat yaitu pengujian menggunakan spektrofotometer. Metode ini didasarkan pada pembentukan warna hasil reaksi fosfat dengan pereasi tertentu, kemudian intensitas warna tersebut diukur menggunakan spektrofotometer. Mungkin untuk penjelasan lebih lanjut tentang pengujian fosfat pada air sungai menggunakan spektrofotometer akan dibahas diartikel selanjutnya.
PT. Andaru Persada Mandiri adalah distributor alat laboratorium spektrofotometer, jika anda membutuhkan spektrofotometer uv vis bisa menghubungi kami di whatsapp 087777277740 atau telepon 0251-7504679. Link alamat kami sertakan pada Google Maps.
Untuk penjelasan lebih lanjut untuk pengujian fosfor dalam tanah menggunakan spektrofotometer diartikel selanjutnya. Demikian artikel “Apa itu Fosfat pada Air Sungai“, semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.




