Analisis Kadar Parasetamol – Parasetamol (asetaminofen) merupakan obat yang banyak digunakan sebagai analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam). Parasetamol tersedia dalam berbagai bentuk sediaan farmasi, seperti tablet, kapsul, sirup, suspensi, dan sediaan injeksi. Untuk menjamin kualitas, keamanan, dan efektivitasnya, kadar parasetamol dalam produk farmasi harus dianalisis secara akurat sesuai standar yang ditetapkan. Pengujian kadar ini merupakan bagian penting dari pengendalian mutu (quality control) di industri farmasi maupun laboratorium pengujian.
Salah satu metode yang banyak digunakan untuk penetapan kadar parasetamol adalah High Performance Liquid Chromatography (HPLC) atau Kromatografi Cair Kinerja Tinggi. Metode ini dipilih karena memiliki tingkat akurasi, presisi, sensitivitas, dan selektivitas yang tinggi. Selain digunakan untuk menentukan kadar parasetamol, HPLC juga mampu memisahkan parasetamol dari senyawa pengotor, produk degradasi, maupun komponen lain yang terdapat dalam formulasi obat. Oleh karena itu, metode HPLC menjadi teknik analisis yang sangat penting dalam pengawasan mutu bahan baku dan produk jadi yang mengandung parasetamol.

Prinsip Kerja Analisis Kadar Parasetamol
Analisis kadar parasetamol menggunakan HPLC didasarkan pada prinsip pemisahan senyawa berdasarkan perbedaan interaksi antara fase gerak (mobile phase) dan fase diam (stationary phase). Sampel yang mengandung parasetamol dilarutkan dalam pelarut yang sesuai dan kemudian diinjeksikan ke dalam sistem HPLC. Sampel dibawa oleh fase gerak yang mengalir melalui kolom kromatografi dengan tekanan tinggi. Di dalam kolom, komponen-komponen dalam sampel akan berinteraksi dengan fase diam sehingga bergerak dengan kecepatan yang berbeda-beda.
Alat dan Bahan
Alat
- Sistem HPLC yang terdiri dari:
- Reservoir fase gerak
- Pompa HPLC
- Degasser
- Autosampler atau injector
- Kolom C18 (Reverse Phase)
- Detektor UV-Vis
- Komputer dan perangkat lunak pengolah data
- Timbangan analitik
- Labu ukur
- Gelas beker
- Pipet volumetrik dan mikropipet
- Sonikator (ultrasonic bath)
- Syringe dan syringe filter 0,45 µm
- Vial HPLC
Bahan
- Sampel obat yang mengandung parasetamol
- Baku standar parasetamol
- Metanol grade HPLC
- Asetonitril grade HPLC
- Air ultrapure atau akuabides
- Buffer fosfat
- Asam fosfat untuk pengaturan pH
- Membran filter 0,45 µm
Cara Kerja Analisis Kadar Parasetamol
- Persiapan Fase Gerak
Fase gerak dibuat dengan mencampurkan metanol dan buffer fosfat sesuai komposisi metode yang digunakan. Larutan kemudian disaring menggunakan membran filter 0,45 µm dan didegas menggunakan sonikator untuk menghilangkan gelembung udara yang dapat mengganggu sistem HPLC.
- Pembuatan Larutan Standar Parasetamol
Sebanyak kurang lebih 100 mg baku standar parasetamol ditimbang secara akurat, kemudian dimasukkan ke dalam labu ukur 100 mL. Standar dilarutkan menggunakan fase gerak atau pelarut yang sesuai hingga tanda batas sehingga diperoleh larutan stok. Dari larutan stok dapat dibuat beberapa seri konsentrasi untuk kalibrasi apabila diperlukan.
- Persiapan Sampel
Tablet parasetamol ditimbang dan dihitung bobot rata-ratanya. Tablet kemudian dihancurkan hingga menjadi serbuk homogen. Serbuk yang setara dengan sejumlah tertentu parasetamol ditimbang secara teliti dan dimasukkan ke dalam labu ukur. Sampel ditambahkan pelarut, disonikasi selama 10–15 menit agar zat aktif larut sempurna, kemudian diencerkan hingga volume tertentu. Larutan disaring menggunakan membran filter 0,45 µm sebelum dianalisis.
- Pengkondisian Sistem HPLC
Sistem HPLC dinyalakan dan fase gerak dialirkan ke dalam kolom hingga tekanan sistem stabil. Parameter analisis seperti laju alir, panjang gelombang detektor, volume injeksi, dan waktu analisis diatur sesuai metode yang digunakan.
- Injeksi Larutan Standar
Larutan standar parasetamol diinjeksikan ke dalam sistem HPLC. Kromatogram diamati untuk memastikan waktu retensi, bentuk puncak, serta respons detektor memenuhi persyaratan kesesuaian sistem (system suitability).
- Injeksi Sampel
Larutan sampel diinjeksikan dengan volume yang sama seperti standar. Parasetamol dalam sampel akan terpisah di dalam kolom dan menghasilkan puncak pada waktu retensi tertentu yang sesuai dengan standar.
- Perhitungan Kadar
Luas area puncak parasetamol pada sampel dibandingkan dengan luas area puncak standar. Perhitungan kadar dilakukan menggunakan rumus yang sesuai dengan metode analisis dan faktor pengenceran yang digunakan. Hasil biasanya dinyatakan dalam persen kadar terhadap etiket atau dalam mg per tablet.
Penutupan
Analisis kadar parasetamol menggunakan HPLC merupakan metode yang sangat andal dalam pengendalian mutu produk farmasi. Metode ini mampu memberikan hasil yang akurat, presisi, dan selektif karena dapat memisahkan parasetamol dari senyawa lain yang mungkin terdapat dalam sampel. Dengan menggunakan kolom fase terbalik dan deteksi UV pada panjang gelombang yang sesuai, kadar parasetamol dapat ditentukan secara kuantitatif berdasarkan luas area puncak yang dihasilkan pada kromatogram. Oleh karena itu, HPLC menjadi salah satu metode standar yang banyak digunakan di laboratorium pengujian farmasi untuk memastikan bahwa produk yang beredar memenuhi persyaratan mutu, keamanan, dan efektivitas yang telah ditetapkan.
PT. Andaru Persada Mandiri adalah distributor alat laboratorium High Performance Liquid Chromatography (HPLC), jika anda membutuhkan High Performance Liquid Chromatography (HPLC) bisa menghubungi kami di whatsapp 087777277740 atau telepon 0251-7504679. Link alamat kami sertakan pada Google Maps.
Demikian artikel “Analisis Kadar Parasetamol Menggunakan HPLC “, semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.




