Apa itu Hidrogen Sulfida pada Udara

Hidrogen Sulfida (H2S) adalah senyawa yang terdiri dari dua atom hidrogen (H) dan satu unsur sulfur (S). Gas ini termasuk dalam gas pencemar, tidak berwarna, memiliki bau khas seperti telur busuk, dan mudah terbakar. H2S sering ditemukan di udara sekitar kawasan TPA, rawa dan industri migas disebabkan penguraian bahan organik. H2S memiliki sifat korosif dan membahayakan kesehatan manusia, dapat menyebabkan iritasi mata/ tenggorokan hingga kematian jika terpapar pada konsentrasi tinggi (di atas 100 ppm).

Pengambilan sampel udara untuk uji H2S
Pengambilan sampel udara untuk uji H2S

Senyawa hidrogen sulfida dapat terbentuk secara alami maupun aktivitas manusia. Berikut ini sumber hidrogen sulfida (H2S) pada udara:

Sumber hidrogen sulfida disebabkan aktivitas alami

  • Dekomposisi Anaerobik – Bakteri mengurai materi organik (bahan tanaman/hewan) di tempat minim oksigen seperti rawa rawa, rawa gambut, dan selokan.
  • Aktivitas Gunung Berapi – Gas ini merupakan salah satu gas vulkanik yang dilepaskan ke atmosfer.
  • Mata Air Panas – Reaksi belerang dan air panas di dalam tanah melepaskan H2S

Sumber hidrogen sulfida disebabkan aktivitas manusia

  • Pengolahan Sampah – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah adalah salah satu sumber emisi terbesar.
  • Industri Minyak dan Gas Bumi – Hasil sampingan dari penyulingan minyak mentah, pengeboran, dan pemrosesan gas alam (sour gas).
  • Fasilitas Pengolahan Limbah – Saluran drainase, selokan kotoran, dan pengolahan limbah cair.
  • Pabrik Industri – Industri kertas, penyamakan kulit, petrokimia, dan pengolahan pupuk kandang.

Dampak Hidrogen Sulfida

Baku mutu hidrogen sulfida pada udara ambien sebesar 0,02 ppm (KepmenLH No. 50/1996) dan pada lingkungan kerja sebesar 1 ppm (Permenakertrans No. PER.13/MEN/X/2011). Paparan H2S di atas 10 ppm dianggap berbahaya.

Berikut ini dampak bagi kesehatan manusia

  • Konsentrasi Rendah (<10 ppm): Menyebabkan iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, serta bau telur busuk yang sangat menyengat.
  • Konsentrasi Sedang (10–100 ppm): Menyebabkan iritasi hebat, sakit kepala, mual, batuk terus-menerus, dan sesak napas.
  • Konsentrasi Tinggi (>100 ppm): Menyebabkan kelumpuhan saraf penciuman (tidak bisa mencium bau lagi), edema paru, kehilangan kesadaran, dan kematian dalam hitungan menit.

Berikut ini dampak bagi lingkungan dan infrastruktur

  • Polusi Udara dan Bau – Menjadi penyebab utama keluhan bau tidak sedap di sekitar tempat pembuangan sampah (TPA) dan pengolahan limbah.
  • Hujan Asam –  H2S di atmosfer dapat teroksidasi menjadi sulfur dioksida (SO2) yang kemudian membentuk asam sulfat, berkontribusi pada hujan asam yang merusak ekosistem.
  • Korosi Material – H2S sangat korosif terhadap logam dan beton, menyebabkan kerusakan pada pipa air limbah dan struktur bangunan.

Kesimpulan

Hidrogen sulfida sering dijadikan sebagai parameter penting dalam pemantauan kualitas udara, terutama pada kawasan industri dan TPA. Pengukuran H2S di udara penting dilakukan untuk memastikan konsentrasinya tidak melebihi batas baku mutu yang ditetapkan.

Salah satu metode yang umum digunakan adalah pengujian menggunakan spektrofotometer. Pada pengujian ini, H2S ditangkap terlebih dahulu menggunakan larutan penjerap sehingga membentuk senyawa berwarna. Kemudian intensitas warna inilah yang akan diukur menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang tertentu. Untuk pembahasan lebih lanjut tentang pengujian H2S pada udara menggunakan spektrofotometer ada di artikel selanjutnya.

PT. Andaru Persada Mandiri adalah distributor alat laboratorium spektrofotometer, jika anda membutuhkan spektrofotometer uv vis bisa menghubungi kami di whatsapp 087777277740 atau telepon 0251-7504679. Link alamat kami sertakan pada Google Maps.

Untuk penjelasan lebih lanjut untuk pengujian fosfor dalam tanah menggunakan spektrofotometer diartikel selanjutnya. Demikian artikel Fosfor – Apa Itu Fosfor Dalam Tanah, semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat