Pengujian Fosfat pada Air Sungai Menggunakan Spektrofotometer

Pengujian fosfat – pada artikel sebelumnya kita udah bahas apa itu fosfat pada air sungai, maka sekarang kita akan bahas pengujian fosfat pada air sungai menggunakan spektrofotometer. Pengujian fosfat ini bertujuan untuk menghitung kadar fosfat terlarut yang dapat mempengaruhi kualitas perairan dan keseimbangan ekosistem. Fosfat memiliki peran penting sebagai sumber utama nutrien bagi organisme perairan, namun jika kadarnya berlebih akan mengakibatkan eutrofikasi dan menurunkan kualitas air. Maka dari itu diperlukannya analisis fosfat secara rutin menggunakan metode yang akurat, salah satunya dengan spektrofotometer.

Pengujian fosfat pada air sungai menggunakan spektrofotometer
Pengujian fosfat pada air sungai menggunakan spektrofotometer

Prinsip Pengujian Fosfat

Prinsip dasar dari pengujian ini yaitu dalam suasana asam, amonium molibdat dan kalium antimonil tartrat bereaksi dengan ortofosfat membentuk senyawa asam fosfomolibdat kemudian direduksi oleh asam askorbat menjadi kompleks biru molibden. Intensitas warna yang terbentuk sebanding dengan konsentrasi fosfat pada sampel.

Alat dan Bahan

Berikut ini alat yang digunakan dalam pengujian fosfat

  1. Spektrofotometer
  2. timbangan analitik
  3. erlenmeyer
  4. labu ukur
  5. gelas ukur
  6. pipet ukur
  7. pipet volumetrik
  8. gelas piala
  9. pipet tetes

Berikut ini bahan yang digunakan dalam pengujian fosfat

  1. Kalium dihidrogen fosfat anhidrat
  2. Larutan asam sulfat 5 N
  3. Larutan kalium antimonil tartrat

Larutkan 1,3715 g kalium antimonil tartrat dengan 400 mL air suling dalam labu ukur 500 mL.

Kemudian tambahkan air suling hingga tepat tanda tera dan dihomogenkan.

  1. Larutan amonium molibdat

Larutkan 20 g ammonium molibdat dalam 500 mL air suling dan dihomogenkan.

  1. Larutan asam askorbat 0,1 M
  2. Larutan campuran

Campurkan secara berturut-turut 50 mL asam sulfat 5N, 5 mL larutan kalium antimonil tartrat, 15 mL larutan ammonium molibdat dan 30 mL larutan asam askorbat.

CATATAN

  • Bila terbentuk warna biru, larutan campuran tidak dapat digunakan.
  • Jika terjadi kekeruhan pada larutan campuran, kocok dan biarkan beberapa menit sampai hilang kekeruhannya sebelum digunakan.
  • Larutan campuran ini stabil selama 4 jaM.

Persiapan Pengujian Fosfat

Berikut ini adalah pembuatan larutan induk fosfat 500 ppm

  1. larutkan 2,195 g kalium dihidrogen fosfat anhidrat, KH 2PO4 dengan 100 mL air suling dalam labu ukur 1000 mL.
  2. tambahkan air suling sampai tepat pada tanda tera dan dihomogenkan.

Berikut ini adalah pembuatan larutan baku fosfat 10 ppm

  1. pipet 2 mL larutan induk fosfat 500 ppm dan masukkan ke dalam labu ukur 100 mL.
  2. tambahkan air suling sampai tepat pada tanda tera dan dihomogenkan.

Pembuatan deret  larutan standar, sebagai berikut:

  1. pipet 0 mL; 5 mL; 10 mL; 20 mL dan 25 mL larutan baku fosfat 10 ppm dan masukkan masing-masing ke dalam labu ukur 250 mL.
  2. tambahkan air suling sampai tepat pada tanda tera kemudian dihomogenkan sehingga diperoleh kadar fosfat 0,0; 0,2; 0,4 mg; 0,8 dan 1,0 ppm.

Pengukuran Deret Standar dan Sampel

Berikut ini adalah tahap – tahap pengukuran deret standar

  1. optimalkan alat spektrofotometer sesuai dengan petunjuk alat untuk pengujian kadar fosfat.
  2. pipet 50 mL larutan kerja dan masukkan masing-masing ke dalam erlenmeyer.
  3. tambahkan 1 tetes indikator fenolftalin. Jika terbentuk warna merah muda, tambahkan tetes demi tetes H2SO4 5N sampai warna hilang.
  4. tambahkan 8 mL larutan campuran dan dihomogenkan.
  5. masukkan ke dalam kuvet pada alat spektrofotometer, baca dan catat serapannya pada panjang gelombang 880 nm dalam kisaran waktu antara 10 menit sampai 30 menit.
  6. buat kurva kalibrasi dari data e) di atas atau tentukan persamaan garis lurusnya.

Berikut ini adalah tahap – tahap pengukuran fosfat pada air sungai

  1. pipet 50 mL contoh uji secara duplo dan masukkan masing-masing ke dalam erlenmeyer.
  2. tambahkan 1 tetes indikator fenolftalin. Jika terbentuk warna merah muda, tambahkan tetes demi tetes H2SO4 5N sampai warna hilang.
  3. tambahkan 8 mL larutan campuran dan dihomogenkan.
  4. masukkan ke dalam kuvet pada alat spektrofotometer, baca dan catat serapannya pada. panjang gelombang 880 nm dalam kisaran waktu antara 10 menit sampai 30 menit.

Kesimpulan

Nilai absorbansi yang didapat kemudian digunakan untuk menghitung konsentrasi fosfat dalam air sungai, hasil perhitungan menunjukan kadar fosfat dalam satuan ppm atau mg/L. Hasil pengujian fosfat pada air sungai memberikan informasi penting mengenai tingkat pencemaran dan kondisi kualitas perairan. Data ini dapat dimanfaatkan sebagai evaluasi sumber pencemaran, pengendalian eutrofikasi dan perencanaan pengelolaan kualitas air sungai.

Pengujian fosfat pada air sungai menggunakan spektrofotometer merupakan metode yang efektif dan sensitif untuk analisis kualitas air. Metode ini mampu memberikan hasil yang akurat dan dapat mendeteksi fosfat dengan konsentrasi rendah. Dengan melakukan pengujian secara berkala, kualitas air sungai dapat dipantau dan dijaga untuk mendukung bekelanjutan ekosistem perairan.

PT. Andaru Persada Mandiri adalah distributor alat laboratorium spektrofotometer, jika anda membutuhkan spektrofotometer uv vis bisa menghubungi kami di whatsapp 087777277740 atau telepon 0251-7504679. Link alamat kami sertakan pada Google Maps.

Untuk penjelasan lebih lanjut untuk pengujian fosfor dalam tanah menggunakan spektrofotometer diartikel selanjutnya. Demikian artikel Pengujian Fosfat pada Air Sungai Menggunakan Spektrofotometer”, semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat