C Organik atau Karbon Organik pada tanah adalah jumlah karbon yang terdapat dalam bahan organik pada tanah. Jumlah C organik dapat menunjukan adanya bahan organik pada tanah. Bahan organik yang dimaksud ini berasal dari sisa-sisa tumbuhan, hewan yang telah terurai. Komponen ini sangat penting untuk kesuburan tanah dan membantu memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah. Komponen ini juga menjadi sumber energi utama bagi mikroorganisme tanah.

Jumlah C Organik perlu berada pada batas wajar, yakni berkisar di 2-4%. C Organik adalah salah satu parameter yang menjadi perhatian penting dalam bidang pertanian. Hal ini dilakukan karena c organik mempengaruhi tingkat kesuburan tanaman.
Sumber C Organik pada tanah biasanya berasal dari:
- Tanaman: Daun, ranting, akar, dan sisa tanaman lainnya yang telah membusuk.
- Hewan: Kotoran hewan dan sisa-sisa hewan yang telah terurai.
- Mikroorganisme: Jasad renik seperti bakteri, jamur, dan cacing tanah yang mati dan terurai.
Peran C Organik Pada Tanah
Secara fisik peran C Organik pada tanah diantaranya:
- Struktur Tanah – Membantu mengumpulkan tanah, membuat lebih kuat dan tidak mudah hancur.
- Kapasitas Tahan Air – Meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air, sehingga mengurangi kebutuhan untuk menyiram tanaman.
- Aerasi – Membantu membuka pori-pori tanah, sehingga udara bisa mengalir lebih baik.
Peran C Organik secara kimia pada tanah diantaranya:
- Ketersediaan Unsur Hara – Memberikan nutrisi penting bagi tanaman seperti Nitrogen(N) dan Fosfat(P).
- Kapasitas Tukar Kation (KTK) – Meningkatkan kemampuan tanah menahan dan memberikan nutrisi, mencegah hilangnya nutridi akibat hujan dan irigasi.
- pH Tanah – Membantu menjaga pH tanah tetap stabil.
Secara biologi peran C Organik pada tanah diantaranya:
- Aktivitas Mikroba – Menjadi makanan utama bagi mikroba tanah, sehingga meningkatkan kehidupan mikroba yang bermanfaat.
- Pengendalian Penyakit – Menciptakan kondisi tanah yang sehat, sehingga mengurangi resiko penyakit menyerang tanaman.
C Organik pada tanah bisa saja menurun karena pengolahan lahan yang kurang tepat, seperti pengolahan tanah secara berlebihan, penggunaan pupuk kimia secara berlebihan tanpa dibarengi bahan organik, serta pembakaran limbah tanaman. Penurunan C organik ini bisa menyebabkan tanah menjadi keras, miskin unsur hara atau kurangnya nutrisi dan mudah erosi. C organik ini juga dapat ditingkatkan, dengan dilakukan secara terus menerus.
Cara paling efektif untuk menjaga C organik dengan menambahkan pupuk organik, kompos alami seperti sisa makanan, tumbuhan dan lainnya.
Dengan mengelola tanah secara benar dan pemantauan secara rutin, diharapkan kandungan C organik pada tanah bisa normal. Alat laboratorium yang bisa digunakan untuk menghitung kandungan C Organik adalah Spektrofotometer UV Vis. Mungkin pada artikel selanjutnya kita akan bahas cara pengujian C Organik pada tanah menggunakan Spektrofotometer uv vis.
PT. Andaru Persada Mandiri adalah distributor alat laboratorium spektrofotometer, jika anda membutuhkan spektrofotometer uv vis bisa menghubungi kami di whatsapp 087777277740 atau telepon 0251-7504679. Link alamat kami sertakan pada Google Maps.
Demikian artikel “Apa itu C Organik pada Tanah“, semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.




