Webinar Nasional – Skrining HPV DNA Untuk Eliminasi Kanker Serviks

Webinar Nasional – Halo sobat laboratorium, semoga dalam kondisi sehat dan berbahagia dimanapun anda berada. Nakes atau Tenaga Kesehatan adalah orang yang memiliki peran penting dalam dunia kesehatan. Dalam hubungannya dengan pengetahuan di bidang kesehatan, rasanya perlu dilakukan update informasi mengenai pentingnya skrining hpv. Untuk itu kami menyelanggarakan “Webinar Nasional – Skrining Hpv Dna Untuk Eliminasi Kanker Serviks Dalam Mendukung Program Nasional

Webinar Nasional - Skrining Hpv Dna Untuk Eliminasi Kanker Serviks Dalam Mendukung Program Nasional – PT. Andaru Persada Mandiri
Webinar Nasional Oleh PT. Andaru Persada Mandiri

Tema Webinar Nasional

Skrining Hpv Dna Untuk Eliminasi Kanker Serviks Dalam Mendukung Program Nasional

Penyelenggara Webinar Nasional

Acara webinar nasional ini diselenggarakan oleh PT. Andaru Persada Mandiri dan Asosiasi Laboratorium Kesehatan Daerah Indonesia dan Lembaga Pendidikan Pelatihan Profesi Laboratorium Medik Utama

Pengisi Acara Webinar Nasional

Opening Speech

Dr. H. Endra Muryanto, Apt, MHA, MM.

Ketua Umum Asosiasi Laboratorium Kesehatan Daerah (ASLABKESDA) Indonesia

Pemateri 1

Dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementrian Kesehatan Indonesia – “Kebijakan Pemeriksaan HPV DNA di Indonesia”

Pemateri 2

Dr. dr. Tofan Widya Utami, SpOG, Subsp. Onko

Koordinator Female Cancer Program Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia – “Urgensi Skrining HPV DNA dan Bagaimana Rapid Test Dapat Menjadi Opsi Skrining Tambahan”

Pemateri 3

Dr. Hesti Lina Wiraswati, M.Si

Dosen di Fakultas Kedokteran UNPAD – “Update Pemeriksaan HPV DNA untuk Program Skrining Kanker Serviks”

Moderator

Popy Febrianti Purwoko S.Si

Manajer Penjualan Produk – PT. Andaru Persada Mandiri

Sekilas Tentang Skrining HPV

Skrining HPV DNA merupakan komponen kunci dalam strategi eliminasi kanker serviks karena mayoritas kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi persisten Human Papillomavirus (HPV) risiko tinggi, terutama tipe 16 dan 18. Berbeda dengan pemeriksaan sitologi konvensional (Pap smear) yang mendeteksi perubahan sel, tes HPV DNA secara langsung mengidentifikasi keberadaan virus penyebab sebelum terjadi lesi prakanker. Hal ini memungkinkan deteksi lebih dini, sensitivitas yang lebih tinggi, serta interval skrining yang lebih panjang pada hasil negatif, sehingga meningkatkan efektivitas program pencegahan.

Bagi tenaga kesehatan, pemahaman mengenai alur skrining berbasis HPV sangat penting, termasuk indikasi usia skrining (umumnya mulai ≥30 tahun dalam program populasi), manajemen hasil positif, serta tindak lanjut seperti triase sitologi atau pemeriksaan lanjutan (misalnya kolposkopi). Pendekatan berbasis risiko ini mendukung deteksi dan tata laksana lesi prakanker secara lebih tepat sasaran. Selain itu, skrining HPV DNA juga relevan dalam populasi dengan cakupan vaksinasi HPV yang meningkat, karena tetap dibutuhkan untuk mengidentifikasi infeksi tipe risiko tinggi lainnya.

Dalam konteks target global eliminasi kanker serviks yang dicanangkan oleh WHO (90-70-90), skrining HPV DNA berperan besar dalam mencapai target 70% perempuan terskrining pada usia 35 dan 45 tahun. Tenaga kesehatan memiliki peran strategis dalam edukasi pasien, peningkatan kepatuhan skrining, serta memastikan sistem rujukan dan tindak lanjut berjalan optimal. Implementasi skrining berbasis HPV yang terintegrasi dengan program vaksinasi dan tata laksana lesi prakanker menjadi fondasi utama dalam menurunkan insidensi dan mortalitas kanker serviks secara berkelanjutan.

Demikian informasi mengenai “Webinar Nasional – Skrining Hpv Dna Untuk Eliminasi Kanker Serviks Dalam Mendukung Program Nasional” semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat