Pengujian Asam Sorbat – Jika pada artikel sebelumnya kita sudah bahas tentang Asam Sorbat dalam Makanan maka sekarang kita akan bahas bagaimana Pengujian Asam Sorbat pada Saus Menggunakan HPLC. Asam sorbat merupakan salah satu bahan pengawet yang banyak digunakan dalam industri pangan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme seperti kapang, khamir, dan beberapa jenis bakteri. Senyawa ini termasuk dalam golongan asam lemak tak jenuh dengan rumus kimia C₆H₈O₂ dan dikenal efektif dalam menjaga stabilitas serta memperpanjang masa simpan produk makanan.
Asam sorbat dan garamnya, seperti kalium sorbat, banyak diaplikasikan dalam berbagai produk makanan, termasuk produk roti, minuman, keju, saus, dan produk olahan buah. Penggunaan senyawa ini harus dikontrol secara ketat agar tetap berada dalam batas aman yang ditetapkan oleh badan regulasi pangan. Oleh karena itu, diperlukan metode analisis yang akurat dan sensitif untuk menentukan kadar asam sorbat dalam makanan, salah satunya menggunakan teknik kromatografi cair kinerja tinggi atau High Performance Liquid Chromatography (HPLC).
Prinsip Kerja Pengujian Asam Sorbat
Metode analisis menggunakan HPLC didasarkan pada prinsip pemisahan senyawa berdasarkan perbedaan interaksi antara fase diam dan fase gerak. Sampel yang mengandung asam sorbat akan dipisahkan di dalam kolom kromatografi yang berisi fase diam tertentu, sementara fase gerak mengalir melalui kolom untuk membawa komponen sampel.
Asam sorbat akan terpisah dari komponen lain berdasarkan perbedaan polaritasnya. Karena asam sorbat memiliki ikatan rangkap terkonjugasi, senyawa ini menyerap cahaya pada panjang gelombang ultraviolet (UV). Detektor UV/Vis kemudian akan menangkap sinyal tersebut dan mengubahnya menjadi puncak kromatogram. Luas area di bawah puncak tersebut berbanding lurus dengan konsentrasi asam sorbat dalam sampel, sehingga kadar senyawa tersebut dapat dihitung dengan membandingkannya terhadap larutan standar.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada pengujian ini, yaitu:
- Instrumen HPLC (dilengkapi Pompa Kuaterner, Autosampler, dan Detektor UV/PDA).
- Kolom C18 (250×4.6 mm, 5μm).
- Timbangan Analitik (ketelitian 0.1 mg).
- Ultrasonic Bath (Sonikator).
- Centrifuge.
- Syringe Filter Nylon 0.45μm.
- Labu takar
- Pipet volume
- Vial HPLC.
Bahan yang digunakan pada pengujian ini, yaitu:
- Standar kalium sorbat
- Metanol Grade HPLC
- Akuades
- Buffer fosfat
Cara Kerja Pengujian Asam Sorbat
Pembuatan Larutan Baku
- Timbang standar asam sorbat 0,1 g.
- Larutkan dalam 100 ml metanol 60% pro HPLC, Didapatkan larutan dengan konsentrasi 1000 ppm.
- Buat larutan standar dengan mengambil 0,1mL; 0,2mL; 0,4mL; 0,6 mL; 0,8 mL dan 1 mL larutan induk asam sorbat 1000 ppm ke dalam labu ukur 10mL.
- Masing-masing konsentrasi diencerkan dengan metanol sampai tanda batas (10 ml), didapatkan larutan standar dengan konsentrasi 10, 20, 40, 60, 80 dan 100 ppm.
- Saring menggunakan disposable filter 0,45 𝜇𝑚. Larutan diletakkan dalam vial.
- Kelima larutan standar diletakkan pada rak hplc, kemudian diinjek 20 𝜇𝑙 masing-masing konsentrasi.
Pembuatan Fase Gerak (metanol 96%: buffer fosfat 4%)
- Ambil metanol 960ml.
- Ambil buffer fosfat 40 ml, kemudian dicampurkan dalam methanol.
- Saring menggunakan filter fase gerak HPLC.
- Sonikasi 15 menit, Didapat larutan fase gerak.
Preparasi Sampel
- Timbang 2,5 g sampel dalam 25 ml.
- Larutkan dengan metanol 60%.
- Homogenkan dengan ulrasonic bath selama 15 menit.
- Sampel disaring menggunakan membran filter.
- Filtart dipipet sebanyak 2 mL, masukan kedalam labu ukur 10 mL.
- Tambahkan metanol 60% sampai tanda batas.
- Masukkan ke dalam vial menggunakan syringe yang sudah terdapat membran filternya.
- Sampel diinjek menggunakan instrumen HPLC dengan panang gelombang 225 nm.
Penutup
Luas puncak yang diperoleh dari kromatogram dibandingkan dengan kurva kalibrasi yang diperoleh dari larutan standar. Berdasarkan hubungan linier antara luas puncak dan konsentrasi, kadar asam sorbat dalam sampel dapat dihitung secara kuantitatif.
pengujian asam sorbat dalam produk makanan menggunakan metode HPLC merupakan teknik yang sangat efektif dan andal dalam menentukan kadar pengawet secara kuantitatif. Metode ini mampu memberikan hasil yang akurat, sensitif, dan selektif meskipun dalam matriks sampel yang kompleks.
Dengan penerapan metode analisis yang tepat, pengawasan terhadap penggunaan asam sorbat dalam produk pangan dapat dilakukan secara optimal. Pengujian asam sorbat menggunakan HPLC memberikan hasil yang sangat reliabel dan mampu mendeteksi kadar pengawet bahkan dalam jumlah mikro. Dengan prosedur preparasi yang tepat dan kalibrasi alat yang rutin, produsen makanan dapat menjamin bahwa produk mereka tidak hanya awet, tetapi juga aman dikonsumsi dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
PT. Andaru Persada Mandiri adalah distributor alat laboratorium High Performance Liquid Chromatography (HPLC), jika anda membutuhkan High Performance Liquid Chromatography (HPLC) bisa menghubungi kami di whatsapp 087777277740 atau telepon 0251-7504679. Link alamat kami sertakan pada Google Maps.
Demikian artikel “Pengujian Asam Sorbat pada Saus Menggunakan HPLC”, semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.


