PAH (Polycyclic Aromatic Hydrocarbons) adalah jenis polutan lingkungan yang terbentuk dari proses pirolisis atau pembakaran yang tidak sempurna dari senyawa organik. Seperti pembakaran bahan bakar minyak, kayu, sampah, serta bahan organik lainnya. PAH adalah kelompok zat kimia yang rumit dan terdiri dari dua atau lebih cincin aromatik. PAH adalah senyawa kimia yang bersifat karsinogenik, sehingga keberadaannya dalam makanan menjadi salah satu hal yang terus dianalisis. Benzo[a]piren adalah salah satu senyawa PAH yang bersifat karsinogenik. Continue reading →
Pengujian Senyawa Fenol dalam Air menggunakan HPLC
Pengujian Senyawa Fenol– Jika pada artikel sebelumnya kita sudah bahas tentang Senyawa Fenol dalam Air maka sekarang kita akan bahas bagaimana Pengujian Senyawa Fenol dalam Air menggunakan HPLC. Senyawa fenol merupakan salah satu kontaminan organik yang sering ditemukan dalam perairan akibat aktivitas industri seperti petrokimia, farmasi, pulp dan kertas, serta limbah domestik. Keberadaan fenol dalam air menjadi perhatian karena sifatnya yang toksik, korosif, dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan serta pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar senyawa fenol dalam sampel air menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Continue reading →
Senyawa Fenol dalam Air
Senyawa fenol termasuk dalam kelompok polutan organik yang sering ditemukan dalam lingkungan perairan, baik karena kegiatan industri maupun kehidupan sehari-hari. keberadaan senyawa ini memberikan perhatian serius karena sifatnya yang beracun, memiliki aroma yang sangat tajam, serta berpotensi merugikan kesehatan manusia dan ekosistem perairan. Dalam air, fenol bisa berbentuk larut dan cukup stabil, terutama ketika kondisi air memiliki pH netral hingga sedikit asam. Sifat toksik dan kemampuannya bereaksi secara kimia membuat senyawa ini menjadi salah satu indikator penting dalam mengevaluasi kualitas air. Continue reading →
Pengujian Karbendazim dalam Air Sungai Menggunakan HPLC
Pengujian Karbendazim – Jika pada artikel sebelumnya kita sudah bahas tentang Zat Aktif Pestisida pada Air maka sekarang kita akan bahas bagaimana Pengujian Karbendazim dalam Air Sungai Menggunakan HPLC. Karbendazim adalah jenis fungisida sistemik yang termasuk dalam kelompok benzimidazol, yang sering digunakan di sektor pertanian untuk mengatasi berbagai jenis penyakit jamur pada tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Penggunaan berulang dan terus-menerus dapat meningkatkan kemungkinan adanya sisa karbendazim yang terbawa air hujan ke dalam badan air seperti sungai. Continue reading →
Pengujian Glifosat pada air sungai menggunakan HPLC
Pengujian Glifosat – Jika pada artikel sebelumnya kita sudah bahas tentang Zat Aktif Pestisida pada Air maka sekarang kita akan bahas bagaimana Pengujian Glifosat pada air sungai menggunakan HPLC. Pengujian glifosat sangat penting dalam pemantuan kualitas air, untuk melihat kadar residu pestisida yang terbawa. Glifosat merupakan jenis herbisida sistemik yang paling sering digunakan di sektor pertanian untuk membunuh gulma berdaun lebar serta rumput liar.Penggunaannya yang luas di berbagai bidang seperti lahan pertanian, perkebunan, dan area non-pertanian meningkatkan kemungkinan residu terbawa oleh air hujan ke sungai dan badan air lainnya. Continue reading →
Pengujian klorpirifos pada air sungai menggunakan HPLC
Pengujian klorpirifos – Jika pada artikel sebelumnya kita sudah bahas tentang Zat Aktif Pestisida pada Air maka sekarang kita akan bahas bagaimana Pengujian klorpirifos pada air sungai menggunakan HPLC. Pengujian klorpirifos di dalam air sungai dengan metode HPLC adalah salah satu pengujian penting dalam memantau kualitas lingkungan. Klorpirifos adalah jenis insektisida yang termasuk dalam golongan organofosfat dan sering digunakan dalam bidang pertanian. Sisa-sisa dari penggunaannya bisa terbawa oleh air hujan dan masuk ke dalam air sungai, danau, serta air tanah. Uji ini dilakukan agar air sungai tetap memenuhi standar kualitas dan tidak membahayakan lingkungan hidup atau kesehatan manusia. Continue reading →
Zat Aktif Pestisida pada Air
Zat Aktif Pestisida dalam air merupakan salah satu parameter penting yang digunakan untuk mengetahui kualitas lingkungan. Pestisida yang digunakan secara luas di bidang pertanian, perkebunan, dan pengendalian hama di rumah tangga bisa meninggalkan sisa-sisa yang terbawa ke lingkungan air seperti sungai, danau, waduk, atau air tanah. Continue reading →
TOC (Total Organic Carbon) – Pengertian, Fungsi, Bagian, Prinsip Kerja TOC
TOC (Total Organic Carbon) adalah instrumen yang dirancang untuk mengukur kadar karbon organik secara akurat di dalam air. Instrumen ini sangat cocok untuk pemantauan kualiatas air di berbagai tempat, seperti industri farmasi, semikonduktor, pengelolaan air limbah, dan laboratorium lingkungan. Supaya pembahasan artikel ini lebih mudah dipahami oleh orang awam, kita akan mulai pembahasannya dari Pengertian TOC, Fungsi TOC, Jenis TOC, Bagian-Bagian pada TOC, Prinsip Kerja TOC, Cara Menggunakan TOC, Perawatan TOC, Harga TOC, Spesifikasi TOC, Tempat Jual TOC. Continue reading →
Webinar Nasional – Skrining HPV DNA Untuk Eliminasi Kanker Serviks
Webinar Nasional – Halo sobat laboratorium, semoga dalam kondisi sehat dan berbahagia dimanapun anda berada. Nakes atau Tenaga Kesehatan adalah orang yang memiliki peran penting dalam dunia kesehatan. Dalam hubungannya dengan pengetahuan di bidang kesehatan, rasanya perlu dilakukan update informasi mengenai pentingnya skrining hpv. Untuk itu kami menyelanggarakan “Webinar Nasional – Skrining Hpv Dna Untuk Eliminasi Kanker Serviks Dalam Mendukung Program Nasional” Continue reading →
Pengujian Tributyltin (TBT) pada Air Menggunakan GC
Pengujian Tributyltin (TBT) – jika pada artikel sebelumnya kita sudah bahas apa itu tributyltin pada air, maka pada sini kita akan bahas bagaimana pengujian tributyltin pada air menggunakan GC. Tributyltin (TBT) pada air adalah senyawa kimia organotin yang umumnya digunakan sebagai komponen biosida dalam cat anti-fouling (anti-teritip) pada lambung kapal dan jaring akuakultur. TBT bersifat toksik dan dapat membahayakan ekosistem perairan dan berpotensi mengganggu kesehatan manusia melalui rantai makanan. Oleh karena itu konsentrasi TBT harus diketahui melalui pengujian menggunakan metode yang sensitif dan selektif, salah satunya pengujian menggunakan Gas Chromatography (GC).
Prinsip Pengujian Tributyltin
Prinsip pengujian ini adalah pengujian TBT dengan GC disadarkan pada pemisahan senyawa berdasarkan volatilitas dan interaksinya dengan fase diam pada kolom GC. Karena TBT bersifat semi-volatil, analisis GC umumnya memerlukan tahap derivatisasi untuk mengubah TBT menjadi senyawa yang lebih mudah diuapkan dan stabil secara termal. Setelah melalui tahap derivatisasi, senyawa dipisahkan dalam kolom GC dan dideteksi menggunakan detektor yang sesuai.
Alat dan Bahan
Peralatan yang digunakan dalam pengujian, sebagai berikut:
- Gas Chromatography (GC)
- Rotary evaporator (rotavap)
- Corong pisah
- Labu erlenmeyer
- Labu lemak
- Gelas ukur
- Gelas piala
- Pipet mikro
- Syringe
- Vial
Bahan yang digunakan dalam pengujian, sebagai berikut:
- Asam klorida
- Natrium sulfat anhidrat
- Dichloromethane
- Aquades
- Hexane
- Hexyl Magnesium Bromide
Cara Kerja
Cara Kerja Pengujian Tributyltin
Berikut ini tahapan ekstraksi sampel:
- Siapkan 100 mL sampel, cek pH sampel dengan pH universal. Ditambahkan HCl 1:1 sampai pH sampel <2.
- Masukkan sampel yang telah diatur pH-nya ke dalam corong pisah. Bilas gelas ukur bekas sampel dengan 10 mL dichloromethane lalu masukkan ke dalam corong pisah yang telah berisi sampel.
- Tutup corong pisah dan kocok corong pisah selama 1-2 menit. Segera setelah sampel dikocok dengan dichloromethane buka keran corong pisah untuk melepaskan gas yang terbentuk dari dichloromethane.
- Biarkan lapisan organik dan air terpisah. Lapisan bawah adalah dichloromethane dan lapisan atas adalah air.
- Tampung lapisan organik ke dalam labu lemak.
- Ulangi proses ekstraksi 2 kali lagi dengan 10 mL dichloromethane untuk setiap ekstraksi.
- Gabungkan ekstrak organik dari ketiga ekstraksi tersebut. Dichloromethane hasil ekstrak disaring dengan menggunakan kertas saring yang telah berisi Na2SO4. Bilas Na2SO4 dengan dichloromethane.
- Uapkan ekstrak hasil ekstraksi di rotary evaporator pada suhu 60°C sampai volume ± 5 mL.
- Tambahkan 50 mL hexane, lalu uapkan kembali sampai volume ± 5 mL. Pindahkan ekstrak yang tersisa ke dalam labu ukur 10 mL.
- Bilas labu lemak dengan 1 mL hexane sebanyak 2x. Lalu tera labu ukur dengan hexane. Lanjutkan ke Step Derivatisasi.
Berikut ini tahapan derivatisasi:
- Siapkan baki berisi air yang telah ditambahkan es sampai dingin.
- Tuang isi labu ukur 10 mL ke dalam vial 20 mL. Tambahkan 2 mL Hexyl Magnesium Bromide (HMB) 2 M ke dalam vial 20 mL. Kocok dengan shaker selama minimal 30 menit.
- Tambahkan 5 mL HCl 1:1 ke dalam ekstrak hexane. Diamkan dalam baki berisi es. Jika vial sudah dingin, kocok menggunakan shaker selama 2 menit. Pindahkan fase atas (hexane) dari poin sebelumnya ke vial baru. Lapisan HCl yang tersisa dibuang.
- Tambahkan 5 ml HCl 1:1 yang baru ke dalam ekstrak hexane. Shaker 2 menit. Pindahkan fase atas (hexane) dari poin sebelumnya ke vial baru. Lapisan HCl yang tersisa dibuang.
- Tambahkan 5 mL air ke dalam ekstrak hexane. Shaker 2 menit. Pindahkan fase atas (hexane) dari poin sebelumnya ke labu lemak/erlemeyer asah.
- Tambahkan 10 mL hexane baru ke dalam lapisan air yang tersisa lalu divortex. Pindahkan fase atas (hexane) ke labu lemak/erlemeyer asah yang sama. Uapkan ekstrak hasil ekstraksi di rotary evaporator pada suhu 60°C sampai volume ± 5 mL. Uapkan ekstrak dengan gas nitrogen sampai volumenya ± 1 ml. Injeksikan ke dalam GC.
Pengujian tributyltin pada air menggunakan GC merupakan metode analisis yang andal dan akurat. Melalui proses ekstraksi, derivatisasi, dan pemisahan kromatografi, kadar TBT pada air dapat ditentukan secara kuantitatif . Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pencemaran tributyltin di perairan. Mendukung pengawasan dan pengendalian dampak TBT terhadap ekosistem perairan dan kesehatan lingkungan.
PT. Andaru Persada Mandiri adalah distributor alat laboratorium spektrofotometer, jika anda membutuhkan spektrofotometer uv vis bisa menghubungi kami di whatsapp 087777277740 atau telepon 0251-7504679. Link alamat kami sertakan pada Google Maps.
Demikian artikel “Pengujian Pestisida pada Air Sungai Menggunakan GC“, semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.