Pengujian COD – setelah kita bahas apa itu COD pada air sungai di artikel sebelum, sekarang kita akan lanjut bahas tentang pengujian COD pada air sungai menggunakan spektrofotometer. COD (Chemical Oxygen Demand) merupakan salah satu parameter penting dalam analisis kualitas air yang menunjukan jumlah oksigen yang dibutukan untuk mengoksidasi senyawa organik dan anorganik secara kimia. Pengujian COD biasanya dilakukan di labolaroium menggunakan metode oksidasi kimia dan hasilnya dianalisis menggunakan spektrofotometer untuk mendapatkan nilai yang akurat dan kuantitatif. Continue reading →
Apa itu COD pada Air Sungai
COD (Chemical Oxygen Demand) adalah ukuran jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi bahan organik dan anorganik dalam air secara kimiawi menggunakan oksidator kuat. Parameter ini digunakan untuk melihat tingkat pencemaran air, khususnya karena limbah organik dan senyawa kimia yang sulit terurai secara biologis. Semakin tinggi kadar COD dalam air semakin besar juga jumlah cemaran yang ada. Nilai COD yang tinggi biasanya menunjukan adanya limbah industri, limbah domestik dan bahan kimia berbahaya yang masuk ke dalam perairan.
Pengujian Fosfat pada Air Sungai Menggunakan Spektrofotometer
Pengujian fosfat – pada artikel sebelumnya kita udah bahas apa itu fosfat pada air sungai, maka sekarang kita akan bahas pengujian fosfat pada air sungai menggunakan spektrofotometer. Pengujian fosfat ini bertujuan untuk menghitung kadar fosfat terlarut yang dapat mempengaruhi kualitas perairan dan keseimbangan ekosistem. Fosfat memiliki peran penting sebagai sumber utama nutrien bagi organisme perairan, namun jika kadarnya berlebih akan mengakibatkan eutrofikasi dan menurunkan kualitas air. Maka dari itu diperlukannya analisis fosfat secara rutin menggunakan metode yang akurat, salah satunya dengan spektrofotometer.
Apa itu Fosfat pada Air Sungai
Fosfat pada air sungai merupakan parameter penting dalam pemantuan kualitas perairan karena perannya sebagai unsur hara yang dibutuhkan oleh organisme air. Fosfat adalah senyawa kimia yang mengandung unsur fosfor (P) dalam bentuk ion fosfat (PO43-) yang dapat ditemukan secara alami maupun karena aktivitas manusia di sekitar perairan. Secara alami, fosfat berasal dari pelapukan batuan, erosi tanah, dan penguraian bahan organik. Peningkatan kadar fosfat pada air sungai biasanya dipengaruhi oleh aktivitas manusia, seperti limbah domestik, buangan industri, dan limpasan pupuk pertanian. Keberadaannya diukur sebagai PO43- (ortofosfat) dan sering dianalisis menggunakan spektrofotometer, dengan batas baku mutu 0,2 ppm untuk menjaga kualitas air sungai. Continue reading →
Pengujian nitrat pada air sungai menggunakan spektrofotometer
Pengujian nitrat – jika di artikel sebelumnya kita sudah bahas tentang apa itu nitrat pada air sungai, maka disini kita akan lanjut membahas tentang pengujian nitrat pada air sungai menggunakan spektrofotometer. Pengujian nitrat pada air sungai merupakan salah satu parameter yang penting dalam pemantuan kualitas perairan. Nitrat adalah bentuk nitrogen yang teroksidasi saat proses nitrifikasi amonia dan nitrit, dan buangan limbah domestik, petanian, dan industri. Kadar nitrat yang tinggi dapat menurunkan kualitas air dan menganggu ekosistem perairan. Maka dari itu diperlukan pengujian nitrat di labolatroium menggunakan spketrofotometer. Continue reading →
Apa itu Nitrat pada Air Sungai
Nitrat (NO3–) pada air sungai merupakan salah satu bentuk senyawa nitrogen anorganik yang umum ditemukan di perairan dan menjadi parameter penting dalam pemantuan kualitas air. Nitrat merupakan hasil akhir dari proses siklus oksidasi nitrogen, terutama dari perubahan amonia dan nitrit melalui proses nitrifikasi. Secara alami nitrat dapat terbentuk dari penguraian bahan organik dan aktivitas mikroorganisme di lingkungan perairan. Keberadaan nitrat menjadi indikator pencemaran di lingkungan perairan. Continue reading →
Pengujian Nitrit pada Air Sungai Menggunakan Spektrofotometer
Pengujian Nitrit – diarikel sebelumnya kita sudah bahas tentang apa itu nitrit pada air sungai, disini kita akan lanjutkan tentang pengujian nitrit pada air sungai menggunakan spektrofotometer. Pengujian nitrit pada air sungai bagian penting dalam pemantauan kualitas perairan. Nitrit sering kali menjadi indikator pencemaran perairan , keberadaan nitrit di sungai biasanya berkaitan dengan penguraian bahan organik,aktivitas pertanian ,serta limbah domestik dan industri. Untuk mengetahui kadar nitrit pada sungai maka diperlukan pengujian di labolatorium menggunakan alat spektrofotometer. Continue reading →
Apa itu Nitrit pada Air Sungai
Nitrit (NO2–) dalam sungai merupakan salah satu bentuk senyawa nitrogen yang keberadaannya perlu diperhatikan saat pemantauan kualitas perairan. Keberaadaan nitrit di air sungai umumnya berkaitan dengan proses siklus nitrogen, khususnya sebagai senyawa antara oksidasi amonia menjadi nitrat. Dalam kondisi alami, kadar nitrit diperairan relatif rendah karena sifatnya yang tidak stabil dan mudah teroksidai lebih lanjut menjadi nitrat. Nitrit biasanya berasal dari penguraian limbah organik (amonia), kotoran manusia, hewan,dan pupuk pertanian. Kadar nitrit yang tinggi dapat mengakibatkan kerusakan ekosistem dan gangguan kesehatan. Continue reading →
Pengujian amonia pada air sungai menggunakan spektrofotometer
Pengujian amonia – kalau sebelum kita udah bahas apa itu amonia pada air sungai, sekarang kita akan bahas bagaimana pengujian amonia pada air sungai menggunakan spektrofotometer. Amonia pada air sungai merupakan senyawa nitrogen yang biasanya berasal dari proses penguraian bahan organik, aktivitas mikroorganisme, dan limbah dosmetik dan industri. Keberadaan amonia ini sebagai indikator pencemaran air karena keberadaanya bahan organik dan lainnya. Untuk mengetahui kadar amonia dengan akurat maka diperlukan pengujian dilabolatorium, salah satu nya yaitu pengujian menggunakan spektrofotometer. Continue reading →
Apa itu Amonia Pada air Sungai
Amonia pada air sungai merupakan senyawa nitrogen yang biasanya berasal dari proses penguraian bahan organik, aktivitas mikroorganisme, dan limbah dosmetik dan industri. Dalam air, amonia dapat ditemukan dalam dua bentuk, yaitu amonia bebas (NH3) dan ion amonium (NH4+). Kedua bentuk tersebut sangat dipengaruhi oleh pH dan suhu air. Pada kondisi pH dan suhu rendah, amonia lebih banyak dalam bentuk ion amonium yang relatif tidak beracun. Dan sebaliknya, pada pH dan suhu air meningkat maka amonia akan dominan dalam bentuk NH3 yang bersifat toksik bagi organisme perairan. Continue reading →