Apa itu Pestisida pada Air Sungai

Pestisida dalam air adalah kontaminasi serius akibat limpasan pertanian, penggunaan berlebih, atau limbah industri, yang membawa zat berbahaya seperti organoklorin dan organofosfat ke dalam ekosistem perairan. Pestisida sendiri adalah bahan kimia yang digunakan untuk mengatasi hama atau penyakit pada tanaman. Dalam pertanian, penggunaan pestisida bisa membantu meningkatkan hasil panen, namun jika penggunaannya berlebihan, kelebihan pestisida bisa terbawa oleh air hujan atau aliran irigasi dan akhirnya mencemari sumber air, salah satunya air sungai.

Pestisida dalam air adalah zat kimia aktif yang larut dalam air. Pestisida ini biasanya tidak dapat dilihat secara kasat mata, namun bisa menyebabkan dampak yang besar terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.

biasanya pestisida pada air berasal dari:

  • Pertanian dan Perkebunan – penggunaan pestisida berlebihan di lahan sawah dan perkebunan yang terbawa oleh aliran air ke sungai atau meresap ke dalam tanah.
  • Perkotaan (Urban) – Penggunaan pestisida untuk perawatan rumput, taman, dan pengendalian hama di lingkungan rumah tangga dan perkotaan.
  • Limbah Industri – Limbah cair atau padatan dari industri pembuatan bahan kimia pertanian (pestisida).
  • Pengendalian Nyamuk/Hama – Penyemprotan pestisida secara langsung untuk pengendalian hama tertentu, misalnya di permukaan air.

Dampak pestisida dalam air

  • Kerusakan Ekosistem Akuatik – Pestisida membunuh ikan, plankton, dan tumbuhan air, yang mengganggu rantai makanan dan mengurangi populasi hewan air.
  • Dampak pada Amfibi – Konsentrasi kecil pestisida dapat mengubah populasi plankton dan meracuni berudu/katak, bahkan memicu perubahan hormon (katak jantan berkembang menjadi betina).
  • Kontaminasi Air Bersih – Residu pestisida merembes ke air tanah dan mencemari sungai, membuat air tidak layak untuk dikonsumsi, mandi, maupun irigasi.
  • Masalah Kesehatan Manusia – Konsumsi air yang tercemar pestisida dapat menyebabkan penyakit kronis seperti kanker, kerusakan sistem saraf, dan gangguan hormonal.
  • Akumulasi Biologis – Residu pestisida tersimpan dalam jaringan lemak organisme perairan (ikan) dan terakumulasi seiring berjalannya waktu.

Pestisida pada air merupakan salah satu bentuk pencemaran lingkungan yang perlu mendapat perhatian serius. Meskipun pestisida bermanfaat di dalam pertanian, namun penggunaannya harus dikendalikan agar tidak mencemari sumber air. Melalui pengujian laboratorium yang tepat dan akurat, keberadaan pestisida dalam air dapat dipantau sehingga langkah pencegahan dan pengendalian pencemaran dapat dilakukan dengan lebih efektif.

Untuk mengetahui ada atau tidaknya pestisida dalam air, diperlukan metode analisis yang akurat dan sensitif. Salah satu metode yang umum digunakan adalah Gas Chromatography (GC).

Gas Chromatography bekerja dengan memisahkan senyawa kimia berdasarkan perbedaan volatilitas dan interaksinya dengan fase diam di dalam kolom. Sampel air biasanya melalui tahap persiapan terlebih dahulu, seperti ekstraksi, untuk memisahkan pestisida dari air. Setelah itu, sampel dianalisis menggunakan GC sehingga jenis dan kadar pestisida dapat diidentifikasi dengan lebih jelas. Untuk penjelasan lebih lengkap tentang pengujian pestisida dalam air sungai ada pada artikel selanjutnya.

PT. Andaru Persada Mandiri adalah distributor alat laboratorium spektrofotometer, jika anda membutuhkan spektrofotometer uv vis bisa menghubungi kami di whatsapp 087777277740 atau telepon 0251-7504679. Link alamat kami sertakan pada Google Maps.

Demikian artikel Apa itu Pestisida pada Air Sungai”, semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat