Alat Lab Farmakologi adalah jenis instrumen laboratorium yang penggunaannya merujuk pada proses mempelajari obat-obatan. Jenis alat lab farmakologi dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama untuk uji formulasi seperti Spektrofotometer, HPLC dan Rotary Evaporator. Sedangkan kelompok yang kedua untuk uji coba pada hewan seperti plethysmometer, metabolic cage dan analgesy meter seperti dari brand ugo basile. Pembahasan artikel ini akan merujuk pada alat lab farmakologi yang digunakan untuk pengamatan hewan uji. Mulai dari pengertian alat lab farmakologi, fungsi dan daftar alat lab farmakologi. Mari kita mulai!

Pengertian Alat Lab Farmakologi
Apa itu farmakologi akan membuka percakapan awal yang berhubungan dengan alat lab farmakologi. Farmakologi adalah ilmu yang mempelajari tentang obat. Bagaimana obat dibuat, apa saja kandungan dalam obat, apakah obat tersebut efektif untuk satu jenis penyakit, mungkinkah obat tersebut menimbulkan efek samping.
Sekilas Tentang Obat Tradisional
Pernahkan anda mengetahui manfaat daun sirih untuk mengobati gatal-gatal pada kulit dengan cara mandi dengan rebusan air dauh sirih? atau pernahkah anda mendengar anjuran jika perut bayi kembung perlu ditampel daun jarak? atau mungkin daun saga bisa meringankan gejala batuk pada orang dewasa
Pada zaman dahulu dimana belum terdapat obat berjenis kapsul dan tablet, obat dibuat berdasarkan bahan alam yang diperoleh dari tumbuhan, hewan atau bahan alam lainnya. Tumbuhan tersebut dipercaya dapat mengobati jenis sakit tertentu, namun dengan pengetahuan yang minim hanya tabib atau ahli pengobatan yang bisa menggunakannya. Seiring berjalannya waktu daftar tanaman berkhasiat tersebut diketahui banyak orang dan berusaha untuk dimanfaatkan secara maksimal untuk kebutuhan bersama. Jenis-jenis tanaman tersebut juga dikelompokan berdasarkan fungsi dan kegunaannya. Bahkan secara serius dipelajari bagaimana cara mengawetkan jenis tanaman obat tersebut, entah dikeringkan atau bahkan dilakukan ekstraksi sehingga mudah digunakan.
Proses mempelajari material obat-obat tersebut tentu dilakukan dengan hati-hati. Para ahli melakukan serangkaian pengujian untuk memastikan material obat tersebut memang berkhasiat. Secara sederhana tumbuhan atau bahan-bahan atau material berkhasiat tersebut disebutlah sebagai obat.
Obat Modern
Setelah istilah obat ditemukan, para ahli memahami bahwa material obat tersebut sangat berharga sehingga perlu digunakan secara bijak. Dalam arti gunakan secukupnya, tidak terlalu banyak sehingga terbuang percuma karena sulit didapatkan dan tidak terlalu sedikit sehingga kurang berefek menyembuhkan. Istilah bijak ini kita kenal juga sesuai dosis. Para ahli mulai mempelajari seberapa banyak dosis yang diperlukan agar obat yang digunakan efektif mengobati. Karena ada kemungkinan berbahaya jika diterapkan pada manusia, maka obat bisa diujikan terlebih dahulu pada hewan uji seperti tikus, mencit dan kelinci.
Pengujian obat pada hewan tentu bukanlah hal yang mudah, para ahli dan peneliti perlu mempelajari dulu perilaku hewan tersebut seperti apa. Bagaimana kondisi awal hewan ketika sehat, bagaimana kondisi hewan ketika dibuat menjadi sakit, bagaimana kondisi hewan setelah diberikan obat untuk mengobati rasa sakit. Semua parameter tersebut dipelajari untuk memahami efek obat secara langsung pada hewan.
Alat Lab Farmakologi Adalah
Kembali pada pembahasan mengenai pengertian alat lab farmakologi. Pengertian alat lab farmakologi adalah segala alat/instrumen laboratorium yang digunakan untuk mengamati hewan uji dengan berbagai parameter(seperti tekanan darah, rasa sakit atau perilaku lainnya) baik dalam kondisi sehat maupun dalam berbagai kondisi yang sudah direncanakan sebelumnya.
Fungsi Alat Lab Farmakologi
Setelah mengetahui obat/material yang berkhasiat untuk mengobati penyakit tentu perlu dicoba terlebih dahulu. Percobaan tersebut terlalu berbahaya jika dilakukan pada manusia, maka diujicobakan pada hewan uji. Mengujicobakan sesuatu pada hewan perlu dilakukan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Maka dari itu ada juga beberapa pertimbangan yang perlu sangat diperhatikan, misalnya saja hewan yang digunakan sudah sejahtera. Makan dan minum cukup, sehat atau dalam kondisi yang disesuaikan dengan kebutuhan. Bahkan ada studi yang mempelajari bagaimana caranya menggunakan hewan uji dalam jumlah sedikit, namun tetap mendapat hasil pengujian yang valid.
Sejauh ini hanya Nabi Sulaiman AS yang dipercaya bisa berbahasa binatang. Manusia normal bahkan peneliti ahlipun tidak bisa berkomunikasi dengan binatang/hewan. Untuk itu diperlukan alat yang bisa memahami/mengamati perilaku hewan yang sedang diujikan. Misalnya saja, apa yang terjadi jika hewan kepanasan atau kedingingan. Bagaimana perbandingan hewan yang sehat dan yang sakit ketika berada diatas roda berputar. Semua hal tersebut akan dilakukan untuk mendapatkan data yang akurat sehingga dapat ditarik sebuah kesimpulan.
Jadi fungsi alat lab farmakologi adalah digunakan untuk mengamati/memahami perilaku hewan, baik sebelum, ketika dan setelah diberikan obat. Apa saja fungsi alat lab farmakologi yang berhubungan dengan hewan uji?
Daftar Alat Lab Farmakologi
Berikut ini adalah daftar alat lab farmakologi yang paling umum digunakan untuk mengamati hewan uji:
Plethysmometer
Alat lab farmakologi yang pertama adalah plethysmometer. Alat ini digunakan untuk mengukur volume atau tingkat pembengkakan pada anggota tubuh hewan uji (biasanya telapak kaki tikus atau mencit).
Fungsi utama alat plethysmometer adalah untuk menguji obat anti-inflamasi (anti-radang). Para ahli biasanya menggunakan alat ini untuk mengukur seberapa bengkak kaki hewan setelah diberi zat pemicu radang. Hal lainnya seperti melihat apakah obat seperti aspirin atau ekstrak herbal berhasil mengecilkan bengkak tersebut atau tidak.
Metabolic Cage
Alat lab farmakologi yang kedua adalah metabolic cage. Metabolic cage atau kandang metabolik adalah kandang khusus yang dirancang untuk memisahkan kotoran hewan uji secara otomatis. Bayangkan metabolic cage ini seperti “toilet pintar” yang bisa memisahkan urin dan feses ke dalam wadah yang berbeda.
Fungsi metabolic cage adalah untuk memantau kesehatan metabolisme hewan setelah diberi obat. Ahli farmakologi bisanya menggunakan metabolic cage untuk menggunakannya untuk mengukur seberapa banyak urin yang dihasilkan hewan setelah meminum obat tertentu. Fungsi lainnya untuk menghitung seberapa banyak hewan makan dan minum dibandingkan dengan apa yang mereka keluarkan.
Plantar Test
Alat lab farmakologi yang ketiga adalah plantar test. Plantar test sering juga disebut hargreaves. Alat plantar test digunakan untuk mengukur seberapa sensitif seekor hewan uji terhadap rasa sakit yang disebabkan oleh panas. Bayangkan alat ini seperti senter inframerah yang diarahkan ke telapak kaki untuk melihat seberapa cepat hewan tersebut merasa panas dan menarik kakinya.
Fungsi plantar test adalah untuk skrining obat analgesik (penghilang rasa sakit). Para peneliti biasanya menggunakan plantar test untuk mengetahui ambang batas nyeri hewan terhadap suhu panas. Penggunaan lainnya adalah untuk melihat apakah sebuah obat baru bisa membuat hewan lebih tahan terhadap rasa sakit, misalnya memperlama waktu mereka menahan panas.
Hot/Cold Plate
Alat lab farmakologi yang keempat adalah Hot/Cold Plate. Instrumen ini memiliki 2 mode saat digunakan, yakni panas dan dingin. Bentuk alat ini seperti kandang dengan dinding transparan dengan bagian bawah berupa plat logam yang terhubung dengan sumber daya. Hot/Cold Plate digunakan untuk mengukur seberapa sensitif saraf hewan uji terhadap suhu.
Fungsi hot/cold plate adalah untuk menguji obat pereda nyeri (analgesik). Para ilmuan menggunakannya untuk menguji seberapa lama obat (seperti morfin atau obat nyeri lainnya) bisa menahan rasa sakit hewan saat menyentuh permukaan panas/dingin. Alat hot/cold plate juga bisa digunakan untuk mendeteksi gangguan syaraf misalnya untuk mengetahui apakah hewan menjadi terlalu sensitif atau justru mati rasa setelah diberi perlakuan tertentu.
Isolated Organ Bath
Alat lab farmakologi yang kelima adalah Isolated Organ Bath. Isolated organ bath adalah sebuah wadah khusus yang digunakan untuk mengamati reaksi potongan organ atau jaringan hewan yang sudah dipisahkan dari tubuhnya. Alat ini digunakan untuk menjaga agar potongan otot atau organ tetap hidup dan bisa bergerak di luar tubuh.
Fungsi isolated organ bath adalah untuk mempelajari efek obat secara langsung pada jaringan tanpa gangguan dari sistem tubuh lainnya. Penggunaan isolated organ bath biasanya secara langsung digunakan untuk mengukur seberapa kuat potongan organ berkontraksi atau melemas saat diberi obat. Hal lainnya misalnya untuk mengamati bagaimana rangsangan listrik atau bahan kimia memengaruhi gerakan organ secara alami.
Tempat Jual Alat Lab Farmakologi
PT. Andaru Persada Mandiri sebagai distributor alat laboratorium farmakologi memiliki alat lab farmakologi dari brand ugo basile yang sudah sering digunakan di berbagai laboratorium. Beberapa alat lab farmakologi yang kami supply seperti yang sudah kami sebutkan diatas.
Jika anda memiliki kebutuhan alat lab farmakologi bisa menghubungi kami di nomer whatsapp 0877-7727-774, telepon 0251-7504679 atau berkunjung langsung ke tempat kami di googlemaps
Demikian artikel tentang “Alat Lab Farmakologi dan Fungsinya Pada Hewan Uji“, semoga bermanfaat untuk anda yang sedang mempelajari alat lab farmasi dan fungsi-fungsinya. Terima kasih.