Pengujian natrium benzoat – Jika pada artikel sebelumnya kita sudah bahas tentang Natrium Benzoat dalam Makanan dan Minuman maka sekarang kita akan bahas bagaimana Pengujian Natrium Benzoat pada Minuman menggunakan HPLC. Penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) pengawet bertujuan untuk memperpanjang masa simpan produk dengan menghambat aktivitas mikroba. Natrium benzoat (C6H5COONa) adalah salah satu yang paling populer karena efektivitasnya pada kondisi asam. Namun, konsumsi berlebih dapat memicu reaksi alergi hingga potensi pembentukan senyawa karsinogenik (benzena) jika bereaksi dengan Vitamin C. Oleh karena itu, diperlukan metode analisis yang akurat untuk menentukan kadar natrium benzoat dalam minuman. Salah satu metode yang banyak digunakan adalah High Performance Liquid Chromatography (HPLC), untuk memastikan kadar pengawet tetap berada di bawah ambang batas aman yang ditetapkan oleh regulasi pangan.
Prinsip Kerja Pengujian Natrium Benzoat
Metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC) bekerja dengan memisahkan komponen senyawa dalam sampel berdasarkan interaksi antara fase diam (kolom) dan fase gerak (pelarut). Dalam analisis natrium benzoat, sampel minuman diekstraksi terlebih dahulu menggunakan pelarut tertentu, kemudian larutan hasil ekstraksi disaring sebelum diinjeksi ke dalam sistem HPLC.
Senyawa Natrium Benzoat akan terpisah di dalam kolom kromatografi dan terdeteksi oleh detektor (biasanya detektor UV). Detektor akan menghasilkan kromatogram berupa puncak pada waktu retensi tertentu yang menunjukkan keberadaan natrium benzoat. Konsentrasi senyawa dalam sampel kemudian dihitung dengan membandingkan luas area puncak sampel dengan larutan standar.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada pengujian ini, yaitu:
- Instrumen HPLC (dilengkapi Pompa Kuaterner, Autosampler, dan Detektor UV/PDA).
- Kolom C18 (250×4.6 mm, 5μm).
- Timbangan Analitik (ketelitian 0.1 mg).
- Ultrasonic Bath (Sonikator).
- Centrifuge.
- Syringe Filter Nylon 0.45μm.
- Labu takar
- Pipet volume
- Vial HPLC.
Bahan yang digunakan pada pengujian ini, yaitu:
- Standar Natrium Benzoat (kemurnian ≥99%)
- Metanol Grade HPLC
- Akuades
- Asam Asetat
Cara Kerja Pengujian Natrium Benzoat
Pembuatan Larutan Baku
- Timbang natrium standard benzoat 100 mg.
- Larutkan dalam 100 ml metanol pro HPLC, Didapatkan larutan dengan konsentrasi 1000 ppm.
- Buat larutan standar dengan mengambil 0,1ml; 0,3ml; 0,5ml; 0,9 ml; dan 1 ml larutan induk natrium benzoat 1000 ppm ke dalam labu ukur 10ml.
- Masing-masing konsentrasi diencerkan dengan metanol sampai tanda batas (10 ml), didapatkan larutan standar dengan konsentrasi 10, 30, 50, 90, dan 100 ppm.
- Saring menggunakan disposable filter 0,45 𝜇𝑚. Larutan diletakkan dalam vial.
- Kelima larutan standar diletakkan pada rak hplc, kemudian diinjek 20 𝜇𝑙 masing-masing konsentrasi dan direplikasi injek sebanyak 3 kali.
Pembuatan Fase Gerak (metanol 70%: air 30%)
- Ambil metanol 700ml.
- Ambil aquades 300 ml, kemudian dicampurkan dalam methanol.
- Adjust pH nya menggunakan asam asetat glasial sampai diperoleh pH 3,45.
- Saring menggunakan filter fase gerak HPLC.
- Sonikasi 15 menit, Didapat larutan fase gerak.
Preparasi Sampel
- Larutkan 0,2 ml sampel 1 dalam 25 ml .
- Sampel disaring melalui disposable filter 0,45 𝜇𝑚.
- Masukkan ke dalam vial.
- Sampel diinjek 20 𝜇𝑙 dan dianalisis menggunakan instrumen HPLC.
Hasil pengujian menggunakan High Performance Liquid Chromatography ditampilkan dalam bentuk kromatogram. Pada kromatogram tersebut akan terlihat puncak yang menunjukkan keberadaan Natrium Benzoat dengan waktu retensi tertentu. Besarnya luas area puncak menunjukkan konsentrasi senyawa dalam sampel. Nilai tersebut kemudian dibandingkan dengan kurva kalibrasi standar untuk menentukan kadar natrium benzoat dalam minuman. Hasil analisis selanjutnya dibandingkan dengan batas maksimum yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk memastikan keamanan produk pangan.
Pengujian Natrium Benzoat pada minuman menggunakan High Performance Liquid Chromatography merupakan metode analisis yang akurat dan sensitif. Metode ini mampu memisahkan dan mendeteksi senyawa pengawet dalam sampel minuman dengan baik. Hasil pengujian dapat digunakan untuk memastikan bahwa kadar natrium benzoat dalam produk pangan masih berada dalam batas aman sesuai dengan regulasi yang berlaku. Pengujian natrium benzoat pada sampel minuman menggunakan HPLC memberikan hasil yang sangat spesifik dan akurat dibandingkan metode konvensional. Kunci keberhasilan analisis ini terletak pada preparasi sampel yang bersih (bebas lemak dan protein) serta pengaturan pH fase gerak yang tepat untuk memastikan pemisahan yang sempurna di kolom C18. Dengan metode ini, laboratorium dapat menjamin bahwa produk minuman yang beredar memenuhi standar keamanan pangan bagi konsumen.
PT. Andaru Persada Mandiri adalah distributor alat laboratorium High Performance Liquid Chromatography (HPLC), jika anda membutuhkan High Performance Liquid Chromatography (HPLC) bisa menghubungi kami di whatsapp 087777277740 atau telepon 0251-7504679. Link alamat kami sertakan pada Google Maps.
Demikian artikel “Pengujian Natrium Benzoat pada Minuman menggunakan HPLC”, semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.

